
"Anda siapa?"
Seorang security bertanya pada Alexander Noir, yang menerobos masuk ke dalam gedung perkantoran tanpa membuat pelaporan atau menulis data sebagai seorang tamu kantor. Di pos security, sebelum pintu lobby kantor.
"Kamu tanya siapa Aku?" tanya Alexander Noir, yang sebenarnya adalah Nhao Zhiro.
"Ya. Anda siapa, dan kenapa tidak meminta izin terlebih dahulu, dengan menulis di buku tamu?" tanya security itu lagi.
Nhao Zhiro mengerutkan keningnya, karena bingung dan juga kesal. Sebab security di kantornya sendiri, tidak mengenali siapa dirinya. Yang merupakan orang nomor satu di kantor perusahaan ini.
"Aku pemilik perusahaan ini! Apakah Kamu lupa dan mau dipecat?" gertak Nhao Zhiro, dengan tatapan mata yang tajam.
"Pemilik perusahaan ini? Anda sedang bermimpi! Anda siapa mengaku-ngaku sebagai pemilik perusahaan ini? pemilik perusahaan ini adalah Tuan Besar Nhao Zhiro. Dia sudah meninggal beberapa bulan yang lalu, dan abunya juga sudah di larung ke laut oleh asistennya!"
Security tersebut memberikan penjelasan kepada Nhao Zhiro, yang tentu saja dengan fisiknya yang lain.
"Apa Kamu bilang? Kamu mendoakan Aku mati?" Nhao Zhiro justru semakin kesal dan marah, pada bawahannya itu.
Tapi sedetik kemudian, pada saat dia melihat ke arah kaca yang ada di dinding lobby, barulah dia tersadar. Jika saat ini, dia tidak mungkin bisa memberikan penjelasan kepada siapapun. Dengan menggunakan wajahnya ini, untuk mengakui jika dia adalah pemilik perusahaan.
Akhirnya Nhao Zhiro menghela nafas panjang, sebelum akhirnya dia meminta bertemu dengan Artha.
"Panggilkan Artha sekarang! Aku ingin bicara dengannya!" perintah Nhao Zhiro pada security tersebut.
"Tuan Artha sedang sibuk. Jadi sebutkan saja namamu, nanti Aku akan memberitahunya. Jika ada orang yang ingin bertemu dengannya, harus ada janji dan alasan yang jelas!"
Nhao Zhiro semakin kesal dan tidak sabar, sehingga dia menatap security tersebut dengan tatapan mata yang tajam.
"Minggir!"
Tangan Nhao Zhiro, hampir mengenai tangan security tersebut. Yang sedari tadi menghalangi langkahnya.
Tapi tentu saja security tersebut juga tidak merasa takut, karena wajah Alexander Noir yang melihatnya, tidak menyeramkan sama sekali. Bahkan cenderung imut.
"Panggilkan Artha sekarang juga, atau Kamu mau Aku tendang dari sini!" gertak Nhao Zhiro, yang membuat security tersebut sedikit menciut juga.
__ADS_1
Dengan terpaksa, akhirnya security tersebut menghubungi asisten Artha. Untuk memenuhi permintaan tamunya yang kurang ajar dan aneh ini.
Di kantor perusahaan Nhao Zhiro ini, memang tidak menyediakan penerima tamu. Yang biasa ada di lobby, karena semua sudah di handle oleh security. Yang sudah diberikan pembekalan, untuk merangkap sebagai penerima tamu juga.
Dan di kantor perusahaan ini juga, Nhao Zhiro biasanya menempatkan pengawal-pengawal pribadinya, sebagai security.
Jadi security ini juga merupakan orang-orangnya sendiri. Tapi mereka tetap tidak bisa mengenalinya, dengan wajahnya yang sekarang ini menjadi Alexander Noir.
Nhao Zhiro tidak sabar, di saat security sebut menghubungi Artha. Dia merebut telepon yang ada di lobby, untuk bisa berbicara dengan Artha sendiri.
..."Hello Artha, cepat turun!"...
..."Hei, siapa Kamu? kenapa Kamu merebut telpon? tidak sopan! apa Kamu tidak punya attitude?"...
..."Aku tidak perlu memberitahumu sekarang. Jadi lebih baik Kamu turun sekarang juga, atau Aku akan menghancurkan gedung ini sekali tunjuk!"...
klik!
Artha langsung menutup panggilan telepon dari lobby, kemudian segera turun untuk menemui tamu yang tidak punya sopan santun dengan memberikannya perintah.
Apalagi pemuda tersebut tampak kurus dan sedikit pucat, tapi berani menggertak nya dengan memberikan perintah. Untuk segera datang ke lobby.
"Aku Bos Kamu! Apa Kamu lupa?" sahut pemuda tersebut, dengan nada sombong.
Artha mengurutkan keningnya, mendengar jawaban yang diberikan oleh pemuda tersebut.
Sedangkan Nhao Zhiro sendiri, segera sadar bahwa dia salah memperkenalkan dirinya. Kemudian segera meralatnya, "maksudku, Aku Alexander Noir."
Akhirnya Nhao Zhiro memperkenalkan dirinya pada Artha, dengan posisi setengah membungkuk. Untuk memberikan salam perkenalan, seperti orang-orang jepang pada saat bertemu dan memberikan salam.
"Alexander Noir? Aku tidak pernah mengenalmu anak Muda." Artha bingung dengan pemuda yang mengaku-ngaku sebagai bos-nya.
"Aku memang Alexander Noir. Tapi Aku adalah Nhao Zhiro. Apa kamu tidak mengenaliku sama sekali Artha?"
Nhao Zhiro kembali membuat pertanyaan, yang membuat Artha memperhatikannya dari atas ke bawah, dari bawah ke atas. Begitu terus hinga beberapa kali.
__ADS_1
"Jangan melihatku seperti itu Artha!"
"Tapi tidak ada ciri-ciri yang menandakan bahwa Kamu adalah Bos ku. Dan, apa Kamu tahu, bos ku, Nhao Zhiro sudah meninggal dunia karena perbuatan Benjiro. Tapi saat ini Benjiro sedang tidak ada di Jepang. Dia melarikan diri ke Eropa, dengan perlindungan di sana. Mungkin beberapa bulan lagi, dia baru pulang ke Jepang."
Mendengar penjelasan Artha, Nhao Zhiro sebenarnya sedikit kecewa. Tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa, dan hanya bisa memberikan penjelasan kepada Artha bahwa, dia adalah Nhao Zhiro yang sebenarnya.
"Aku adalah Nhao Zhiro Artha."
Mendengar pengakuan pemuda itu lagi, Artha akhirnya meneliti lagi, fisik pemuda yang sekarang ini ada didepannya. yang terus menerus mengaku sebagai bos nya.
"Aku punya bukti, yang tidak akan bisa Kamu ragukan lagi siapa sebenarnya Aku."
Artha memicingkan matanya, mendengar pernyataan dari pemuda tersebut. Yang sepertinya sedang menyakinkan dirinya.
Akhirnya artha menganggukkan kepalanya, memberikan kesempatan kepada pemuda tersebut. Untuk menunjukkan bukti bahwa dia adalah Nhao Zhiro yang sebenarnya.
Security yang tadi, masih terjaga diantara mereka berdua. Mengantisipasi, seandainya ada sesuatu yang terjadi.
Nhao Zhiro segera membisikkan sesuatu pada Artha. Yang menjadi rahasia mereka berdua, dan tidak mungkin bisa di sangkal oleh Artha sendiri.
Setelah beberapa saat kemudian, Artha sudah mengubah sikapnya. Kemudian bertanya dengan sopan kepada Alexander Noir. "lalu, bagaimana cara Tuan besar bisa datang sampai ke sini? bukannya tubuh Tuan Besar ini juga di jaga dengan ketat?"
Mendengar pertanyaan tersebut, Nhao Zhiro tersenyum miring. Dia ingat, jika tadi dia memberikan alasan yang tidak masuk akal. Sehingga diperbolehkan keluar dari rumah kakekknya. Bersama dengan adiknya saja. Yaitu Yukito Noir.
Flashback sebelum Nhao Zhiro sampai di perusahaan.
Di rumah, selesai sarapan pagi.
Alexander Noir meminta izin pada sang Kakek, memang hidup berdua bersama dengan Yukito Noir. Karena sang nenek telah tiada satu tahun yang lalu.
"Kamu bawa pengawal, jika ingin pergi," saran Kenji Noir, kakeknya Alexander Noir.
"Tapi, Zhiro... maksudku, Alex hanya ingin pergi berdua dengan Yukito saja Kek." Nhao Zhiro, berusaha untuk merayu kakeknya. Supaya diberi izin, supaya bisa pergi tanpa harus membawa pengawal atau asisten.
Setelah sedikit berdebat, dan mengajukan Yukito Noir untuk membuat alasan. Akhirnya mereka berdua diperbolehkan untuk pergi berdua saja, karena hanya ingin pergi melihat bunga-bunga sakura di taman.
__ADS_1
Flashback end.