Kembalinya Sang Mafia

Kembalinya Sang Mafia
Yukito Noir


__ADS_3

"Kamu hajar dia!"


Artha membelalakkan matanya, karena mendengar perintah dari Nhao Zhiro.


"Tapi..."


"Kamu yang hajar dia, atau Kamu yang Aku hajar sekarang?"


Nhao Zhiro, memotong perkataan Artha, yang belum selesai diucapkan. Karena sebenernya, dia sudah geregetan pada security itu sedari tadi. Sayangnya, dia belum bisa menggunakan tubuh Alexander Noir. Sebab Nhao Zhiro sadar, jika tidak bisa mengungkapkan jati dirinya di depan umum, dalam waktu dekat ini.


Akhirnya, Artha harus patuh dengan perintah dari Bos Besar-nya. Karena security tadi memang sudah keterlaluan, meskipun Artha juga tahu, jika semuanya bukan salah security tersebut 100%. Tapi memang keberadaan Bos nya itu, yang tidak mungkin dikenali oleh siapapun. Termasuk dirinya sendiri.


Artha meyakini kalau pemuda ceking yang saat ini ada di depannya saat ini, adalah Nhao Zhiro. Sebab apa yang diberitahukan oleh Nhao Zhiro sendiri saat berbisik-bisik, dengan sesuatu yang menjadi rahasia mereka berdua. Karena hal tersebut memang tidak diketahui oleh siapapun.


Itulah sebabnya, Artha percaya jika pemuda Alexander Noir ini, memang Tuan Besar-nya. Yang sudah berpindah jiwa.


Dengan keyakinan yang dia miliki, Ajaran Shinto mempercayai akan adanya roh, sehingga apa yang dialami oleh Nhao Zhiro dan Alexander Noir, bisa saja terjadi .


Ajaran Shinto di yang mereka percayai, merupakan ajaran kepercayaan terhadap Dewa dan roh. Mereka percaya bahwa setiap benda memiliki ruh atau spirit, yang biasa mereka sebut dengan Kami.


Kepercayaan Shinto adalah ”semua benda di dunia, baik yang bernyawa ataupun tidak, pada hakikatnya memiliki roh, spirit atau kekuatan. Jadi wajib dihormati” . konsep ini memiliki pengaruh langsung didalam kehidupan masyarakat Jepang pada umumnya.


Seperti yang diketahui, secara umum pemeluk ajaran Shinto menjadikan matahari, gunung, dan alam lainnya sebagai dewa. Meski demikian, tidak hanya alam yang menjadi dewa bagi mereka. Dewa dapur, dewa toilet, dan berbagai aspek dalam hidup manusia bisa saja dijadikan dewa pada ajaran Shinto.


Penganut agama Shinto di Jepang menyembah dewa atau roh matahari Amaterasu. Kenapa menyembah matahari? Karena penganut Shinto meyakini bahwa Amaterasu merupakan dewa tertinggi di antara ribuan dewa lainnya.


Dalam Ajaran Dalam Shinto, Alam, Objek, dan Manusia dapat menjadi Dewa. Di Jepang, terdapat sebuah filsafat yang disebut "delapan juta dewa" di mana dipercayai bahwa dewa bersemayam di berbagai hal yang ada di dunia, termasuk dewa yang muncul dalam mitologi, manusia, hewan, bahkan batu.


Dewa-dewa tentu memiliki kekuatan dan fungsi yang ke tidak biasa, bagi kehidupan mereka sehari-hari. Meskipun pada jaman modern seperti ini, hal itu sudah sering dilupakan karena mereka. Karena mereka lebih banyak yang tidak percaya dengan adanya Tuhan serta dewa-dewa untuk sekarang ini.


Pandangan orang Jepang terhadap agama adalah sebagai ikatan budaya dan tradisi. Memiliki dua atau lebih agama dalam kehidupan seseorang, adalah sesuatu yang wajar, dan hal tersebut menjadikan salah satu karakteristik agama Jepang.

__ADS_1


Tapi karena Artha masih memiliki rasa percaya dengan adanya roh, maka dia percaya. Jika Tuan Besar-nya bisa bersemayam dalam tubuh Alexander Noir.


Bugh bagh bugh!


Akhirnya Artha menghajar security tersebut, tanpa harus diperintah lagi untuk yang kedua kalinya.


Hal ini tentu saja membuat security tersebut kaget dan tidak percaya, dengan apa yang tiba-tiba dia alami. Karena tanpa aba-aba, asisten Artha menghajarnya, setelah selesai berbisik-bisik dengan tamunya itu.


"Arghhh..."


"Aduh! Tuan, Tuan Artha ada apa?"


Security tersebut meminta penjelasan, dengan mengaduh, karena rasa sakit yang dirasakannya. Di saat bogem mentah Artha tiba-tiba mendarat di lengan dan perutnya.


Plak plak!


"Ini untukmu, karena tidak bertugas dengan baik!" Artha memberikan alasan, kenapa melakukannya. Setelah selesai memberikan pukulan. Tapi dia juga menambahinya dengan tamparan, pada ke-dua pipi security tersebut.


Security tersebut mengira bahwa, Alex telah mengadu yang bukan-bukan kepada asisten Artha. Sehingga orang nomor satu setelah Bos-nya tiada, memberikan pelajaran padanya. Tanpa diketahui alasannya secara pasti.


"Awas saja Kamu! Aku akan membuat perhitungan denganmu di luar sana." security tersebut bergumam tidak jelas, dengan memegang kedua pipinya. Setelah itu, dia pergi meninggalkan Artha dan Alex. Untuk mengompres pipinya yang terasa panas.


"Ayok!"


Nhao Zhiro, alias Alex, mengajak Artha untuk naik ke atas, di mana ruangannya dulu berada.


Artha menganggukkan kepalanya, mengikuti langkah orang yang baru saja dia temui hari ini. Sehingga siapapun yang melihatnya, tentu saja merasa heran. Karena selama ini, asisten Artha hanya patuh pada perintah Tuan Besar-nya. Yang sekarang ini telah tiada.


Bahkan ruang kerja Nhao Zhiro, tidak dia rubah dan juga ditempati siapapun. Sebab dia masih menempati ruangan asisten, dengan ruangan Bos Besar-nya, yang berada di samping. Dan tetap dirawat, sama seperti pada Nhao Zhiro masih hidup.


"Selamat datang Tuan Besar. Tapi, bagaimana jika keluarga Noir mencari Tuan?" tanya Artha, disaat mereka berdua masuk ke dalam ruangan Nhao Zhiro.

__ADS_1


"Aku bisa membuat alasan, dan menjadikan adiknya Alex sebagai umpan."


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Bos Besar-nya itu, Artha merasa penasaran dengan sosok adiknya Alexander Noir.


"Apa, adiknya Alexander Noir juga mengalami keterbelakangan mental? sama seperti Alex juga, sehingga keluarganya tidak akan mungkin menolak permintaan dari gadis tersebut?" tanya Artha, yang tidak tahu bagaimana keadaan Yukito Noir. Karena Nhao Zhiro hanya memberitahu jika, adiknya Alex berjenis kelamin cewek.


Pluk!


"Hai! Aduh..."


Bukannya memberi jawaban, Nhao Zhiro justru menepuk keningnya sendiri, disaat teringat dengan adiknya Alex. Yang dia tinggalkan sendirian di taman Sakura.


"Ayo ikut Aku!"


Dengan tergesa-gesa, Nhao Zhiro bangkit dari tempat duduknya. Kemudian berjalan dengan cepat, karena dia merasa khawatir dengan gadis kecil Yukito, adiknya Alex.


Wajah Artha kembali bingung, dengan apa yang terjadi pada Tuan Besar-nya itu.


"Ada apa Tuan?" tanya Artha ingin tahu.


"Yukito Noir sendirian. Dia bisa ketakutan karena Aku tidak ada. Dan pastinya dia akan mencari-cari keberadaan ku. Ayok! Aku juga tidak mau membuatnya terkena masalah nanti."


Akhirnya Artha sedikit paham, apa yang membuat Tuan Besar-nya itu terburu-buru dan merasa khawatir.


Hal ini membuat Artha curiga, karena selama dia menjadi asisten dari seorang Nhao Zhiro, dia tidak pernah melihat Tuan Besar-nya itu merasa khawatir dengan seorang gadis.


Tapi dia tidak mau bertanya apapun, karena tidak ingin mendapatkan amukan dari seorang Nhao Zhiro yang sedang marah.


Setelah mereka mengendarai mobil hampir 10 menit lamanya, mereka berdua tiba di taman Sakura. yang ada di tengah-tengah kota Tokyo.


"Di mana dia?" tanya Nhao Zhiro cemas.

__ADS_1


__ADS_2