Kembalinya Sang Mafia

Kembalinya Sang Mafia
Adu Kekuatan


__ADS_3

"Jangan sentuh!"


Asisten Artha tiba-tiba membentak asisten Aizen, dengan melarang asisten Aizen yang menyentuh tangan Alex.


"Kenapa?" tanya asisten Aizen bingung.


"Kamu tidak berhak atas tubuh Alexander Noir! Dia adalah tanggung jawabku." Sekali lagi, asisten Artha melarang asisten Aizen. Bahkan mengklaim bahwa, tubuh Alexander Noir ada di bawah tanggung jawabnya.


"Siapa Anda?" tanya asisten Aizen, dengan tatapan mata menyelidik.


Asisten Aizen tidak percaya bahwa, yang sedang bicara dengannya saat ini adalah asisten Artha secara nyata. Tapi ada pengaruh dari luar keinginan asisten Artha yang sebenarnya.


"Aku adalah asisten Artha. Apa Kamu lupa? Dan yang ada di dalam tubuh Alex adalah Tuanku. Kamu tidak usah ikut campur!"


Asisten Aizen semakin yakin, jika tubuh asisten Artha telah dipengaruhi oleh aura jahat. Dari jimat hitam miliknya Benjiro, yang saat ini berada di saku jasnya.


"Kamu enyah sana! Aku tidak ada hubungannya denganmu. Dan Aku berharap agar Kamu tidak bercampur urusanku ini, atau Kamu sendiri yang akan celaka!" geram asisten Artha memperingatkan asisten Aizen, yang tidak bergeming dari tempatnya.


"Pergi!"


"Asisten Artha. Buang saja jimat hitam yang Kamu simpan!" ujar asisten Aizen, memberitahu pada asisten Artha. Supaya ayah biologis dari Alex ini segera sadar.


"Hahaha... Kamu bicara soal jimat? terlambat! Kamu sudah terlambat. Tubuh ini sudah Aku pengaruhi, dan dia tidak akan pernah mau mendengarkan perkataan mu." Terang asisten Artha, yang ternyata kesadarannya sudah diambil alih jimat hitam miliknya Benjiro.


"Sudah kuduga, jika Kamu bukankah asisten Artha yang sebenarnya."


Sekarang asisten Aizen berkata dengan tenang, karena dia sudah menduga hal ini akan terjadi. Sebab aura hitam yang muncul dari tubuh asisten Artha, sudah dapat dirasakannya sedari tadi. Di saat asisten Aizen masih berbincang dengan roh Nhao Zhiro.

__ADS_1


Tapi dia sudah berjanji pada roh Nhao Zhiro, jika dia akan berusaha untuk membantunya. Supaya bisa beli masuk ke dalam tubuhnya Alex, yang sebenarnya sudah tidak memiliki roh di dalamnya.


Proses penyatuan roh dan jasad Alex, harus segera dilakukan. Sebab ini untuk yang kedua kalinya, dan jasad Alex yang sebenarnya sudah kosong beberapa bulan yang lalu. Di saat Alexander Noir sudah dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis rumah sakit di kota Yokohama.


Tapi kehadiran jimat hitam yang mempengaruhi asisten Artha, tentu saja akan menghambat proses penyatuan tersebut.


Hal ini membuat asisten Aizen harus berpikir cepat supaya tidak membuang waktu lagi.


"Pergilah asisten Artha! Aku memintamu untuk pergi dari ruangan ini segera!" Asisten Artha justru menatap tajam, dengan wajahnya yang merah padam karena marah.


"Seenaknya saja Kamu datang dan memintaku pergi dari sini! Aku yang lebih dulu menguasainya, jadi sebaiknya kamu lah yang harus pergi dari sini!" bentak asisten Artha, dengan aura yang dingin dan siap untuk membunuh.


Tapi asisten Aizen tentu saja tidak gentar.


Pada saat tangan asisten Artha ingin menarik kerah bajunya, segera tangan tersebut di tepisnya. Kemudian menariknya ke arah belakang, sehingga tangan asisten Artha tidak bisa bergerak dengan bebas. Karena dicekal kuat oleh asisten Artha.


"Se... sebaiknya Kamu tidak ikut campur! Aku sudah berjanji untuk membantu orang yang memiliki jimat ini. Supaya menjaga tubuh tersebut, agar tidak ada roh yang bisa menempatinya."


"Maaf. Aku tidak bisa melakukan apa yang kamu inginkan. Aku juga sudah berjanji kepada roh Nhao Zhiro, untuk membantunya segera masuk. Dan jika ada yang menghalangi, tentu saja Aku tidak akan tinggal diam."


Jimat hitam yang telah menempati tubuh asisten Artha, tidak menerima penjelasan yang diberikan oleh asisten Aizen. Dia mengeluarkan asap hitam, untuk bisa membebaskan diri dari cekalan yang dilakukan oleh asisten Aizen padanya.


Akhirnya pertempuran secara supranatural, tanpa harus banyak melakukan apa-apa, yang ada pada pergerakan-pergerakan yang seharusnya dilakukan pada saat ada perkelahian, tidak bisa dielakkan lagi.


Mereka berdua sama-sama mengeluarkan kemampuan mereka, dengan mempertahankan prinsip yang harus mereka pegang. Sesuai dengan apa yang menjadi tugas mereka masing-masing.


Perkelahian tidak biasa ini, mengakibatkan suasana kamar rawat inap Alex, tertutup asap tebal yang menutupi pandangan mata.

__ADS_1


Ini membuat Nhao Zhiro yang sudah jadi luar ruangan, tidak bisa melihat apa yang terjadi di dalam sana. Nhao Zhiro juga kebingungan sendiri, dengan apa yang harus dilakukannya. Padahal dia diminta oleh asisten Aizen untuk tetap berada di jarak yang aman, dan itu berada di luar ruangan, belum bisa berpikir, untuk menentukan langkah apa yang harus diambilnya saat ini.


"Aku harus bagaimana? apakah menunggu instruksi dari asisten Aizen, atau Aku asal masuk ke dalam tubuhnya Alex?"


"Tapi jika Aku gagal untuk masuk tanpa bantuan dari asisten Aizen, maka Aku tidak akan pernah punya kesempatan lagi, untuk bisa masuk lagi ke dalam tubuh Alexander Noir. Yang sebenarnya tidak memiliki keistimewaan apapun."


Nhao Zhiro justru bingung, dan juga menilai bahwa tubuh miliknya Alex itu tidak memiliki keistimewaan apa-apa.


"Apa Aku harus mencari tubuh lainnya? yang bisa aku gunakan untuk media tempat roh ku yang tidak memiliki jasad ini."


Pikiran-pikiran Nhao Zhiro, memang tidak ada salahnya. Sebab dia juga tidak tahu, apakah masih punya kesempatan untuk bisa memasuki tubuh Alex atau tidak. Sebab pada kenyataannya saat ini, hal itu sulit dilakukan karena pengaruh jimat hitam miliknya Benjiro.


Pamannya Alex, rekan kerjanya dan juga musuhnya Nhao Zhiro itu, ternyata tidak membiarkan roh Nhao Zhiro bisa dengan mudah membalaskan dendamnya.


Di saat Nhao Zhiro masih dalam keadaan was-was dan takut, terdengar suara gemuruh dari dalam ruang rawat inap Alex.


Blummm!


Breughhh!


"Ehhh, ada apa itu?"


Nhao Zhiro terkejut, dengan suara yang terdengar jelas, jika telah terjadi sesuatu di dalam sana.


Dia berusaha untuk mengintip apa yang terjadi, antara asisten Artha dengan asisten Aizen. Yang tadi sedang beradu kekuatan, yang tidak pernah diketahui bagaimana situasi dan keadaannya.


Tapi ternyata Nhao Zhiro tidak bisa melihat apapun ke dalam sana, sebab asap tebal itu kini berubah menjadi berwarna abu-abu pekat. Sehingga Nhao Zhiro tidak bisa melihat apapun, yang terjadi pada kedua orang yang memiliki kekuatan tidak biasa.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang mereka miliki itu? Kenapa Aku tidak punya apa-apa seperti mereka? Lalu, apa yang selama ini Aku miliki itu, masih kalah jauh jika dibandingkan dengan kekuatan mereka ini?"


Nhao Zhiro mengagumi apa yang dia lihat, dengan kekuatan supranatural yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.


__ADS_2