
Keadaan Artha yang biasanya kuat, nyatanya kini melemah, meskipun masih bisa dikatakan normal. Semua itu karena dia harus menahan pengaruh jimat hitam, yang pernah dia simpan di dalam saku jasnya.
Jimat hitam yang direncanakan untuk menghancurkan Nhao Zhiro, nyatanya justru membuat asisten Artha yang tidak menjadi target utama Benjiro menanggung akibatnya.
Tit tit tit...
Suara alat deteksi denyut jantung menampakkan grafik yang seimbang. Menggambarkan bahwa keadaan asisten Artha masih memiliki harapan untuk hidup.
"Asisten Artha, cepatlah bangun! tugasmu untuk melindungi keselamatan ku belum selesai." Nhao Zhiro berbicara sendiri di dekat tempat tidur asisten Artha.
"Kamu juga harus memeluk tubuh ini, karena tubuh ini mengalir darahmu yang sesungguhnya. Apa Kamu tidak mau melakukannya? jika Kamu tidak mau, Aku yang akan membunuhmu!"
Nhao Zhiro berkata dengan menekan semua kalimatnya, memberikan ekspresi wajah yang tanpa kesal, marah , kecewa tapi juga sedih.
Hal tersebut diperhatikan oleh asisten Aizen, yang baru saja masuk, tanpa mengeluarkan suara. Sehingga kehadirannya tidak disadari oleh Nhao Zhiro, yang masih sibuk dengan usahanya untuk menyadarkan asisten Artha.
"Asisten Artha, bangun! jika Kamu tidak mau bangun, mungkin tubuh ini juga akan hancur setelah Aku gunakan."
Asisten Aizen membelalakkan matanya kaget, saat mendengar perkataan Nhao Zhiro yang sebenarnya mengeluarkan perasaan kecewanya. Namun Nhao Zhiro sendiri tidak menyadari bahwa, dia itu memberikan kutukan untuk dirinya sendiri.
Tapi asisten Aizen tidak bisa menegur dan memperingatkan Tuan Muda-nya itu, karena apa yang sudah menjadi jalan takdir akan memiliki jalannya sendiri, bagaimanapun caranya pasti akan terjadi.
Dia hanya bisa menghela nafas panjang, menyadari kesalahannya sendiri, yang tidak memberikan nasihat dan peringatan kepada roh Nhao Zhiro, saya tidak berbicara sembarangan.
Roh Nhao Zhiro juga membawa sebuah kutukan, yang membuatnya bisa memberikan sebuah takdir buruk, hanya dengan sebuah kata-kata yang keluar dari mulutnya tanpa berpikir panjang. Sehingga semua bisa menjadi nyata, akibat dari kutukan yang diucapkannya.
"Emhhh... arghhh..."
Asisten Artha sadar dari keadaannya, dengan mengeluarkan suara keluhan, menggambarkan rasa sakit yang dirasakannya.
"Asisten Artha! Apa Kamu bisa mendengar suaraku?" Nhao Zhiro bertanya kepada asistennya, yang baru saja sadar.
"Tuan Muda! Biarkan saja dia sadar dengan sendirinya! Itu hanya efek dari ketahanan tubuhnya, yang melawan efek samping dari jimat hitam."
Nhao Zhiro terkejut mendengar perkataan asisten Aizen, yang memberitahu tentang kondisi asisten Artha sekarang.
__ADS_1
"Jadi Aku tidak perlu memanggil dokter?" tanya Nhao Zhiro.
"Tidak perlu Tuan Muda. Sebentar lagi dia juga akan sadar, melupakan semua kejadian yang dia alami beberapa hari ini."
Kening Nhao Zhiro mengeryit heran, mendengar perkataan yang diucapkan oleh asisten Aizen, mengenai kondisi asisten Artha yang menurutnya tidak masuk akal.
"Jangan heran Tuan Muda. Semua ini hanya sementara karena pengaruh jimat hitam. Sekarang jimat hitam itu telah pergi dari tubuhnya, setelah ketahanan tubuhnya melawan, dan memenangkan pertempuran yang terjadi di dalam tubuhnya sendiri."
Meskipun Nhao Zhiro paham dengan penjelasan yang diberikan oleh asisten Aizen, dia tidak lagi bertanya.
Sekarang Nhao Zhiro menunggu keadaan asisten Artha membaik, tanpa melakukan apapun. Bahkan memanggil dokter juga tidak, sesuai dengan saran yang diberikan oleh asisten Aizen tadi.
"Ehhh... hhh..."
Asisten Artha kembali bersuara tidak jelas, seperti orang yang sedang mengeluh.
Tapi Nhao Zhiro kali ini tidak panik, hanya memperhatikan saja. Berjaga-jaga jika sampai terjadi sesuatu pada asistennya yang setia, pada saat dia masih hidup dengan peran sebagai seorang Nhao Zhiro.
Dan ternyata apa yang dikatakan oleh asisten Aizen memang benar. Tak lama asisten Artha membuka matanya, kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.
Di saat matanya menemukan keberadaan Alex, yang dia sadari jika jiwa yang ada pada tubuh tersebut adalah Nhao Zhiro, asisten Artha langsung duduk.
"Tidak apa-apa asisten Artha. Apakah Kamu baik-baik saja?" Nhao Zhiro bertanya tentang keadaan asistennya itu.
"Baik Tuan Muda. Saya merasa baik-baik saja." Dengan cepat, asisten Artha memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh Nhao Zhiro padanya.
Nhao Zhiro tersenyum tipis, mendengar jawaban yang diberikan oleh asistennya. Dia juga melihat ke arah asisten Aizen, berterima kasih atas nasehat yang diberikannya tadi. Mengenai keadaan asisten Artha yang tidak perlu dikhawatirkan.
*****
Di jalan menuju kota Saitama.
..."Bersiaplah untuk ikut denganku!"...
..."Siap Tuan!"...
__ADS_1
..."Aku tiba 40 menit lagi, jadi ajak yang lainnya juga ya!"...
..."Siap Tuan! Saya akan memberikan informasi ini pada yang lainnya."...
Klik!
Benjiro menutup panggilan telpon untuk anak buahnya. Dia memberikan kabar pada mereka, jika dia sudah dalam perjalanan menuju kota Saitama.
Dia akan melakukan penyerangan pada Nhao Zhiro, yang menjadi target utamanya. Apalagi sekarang ini dia sudah memiliki kekuatan Nekomata, dengan roh yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan jimat hitam kemarin.
"Dengan kekuatan Nekomata ini, Aku pasti tidak akan terkalahkan. Apalagi asisten Aizen yang tidak seberapa itu. Cihhh! Aku sudah tidak sabar menunggu kehancuran mereka. Hahaha..."
Benjiro tertawa terbahak-bahak, membayangkan kemenangan yang nanti akan diraihnya. Dia sangat yakin, jika akan mendapatkan kemenangan tersebut.
"Aku juga akan menghancurkan Artha, supaya dia tidak mengganggu Reina. Aku tidak mau jika tujuan utamaku hancur, banyak karena kehadirannya lagi."
Benjiro berkata-kata seorang diri, dengan semua keinginannya untuk bisa mendapatkan impiannya.
Ternyata Benjiro memiliki sebuah mimpi, dengan memasukkan adik angkatnya ke dalam keluarga Noir. Sebuah keinginan yang sebenarnya hanya dia saja yang tahu, apa dan bagaimana tujuan utama Benjiro.
Tak lama kemudian, mobil yang dikendarai oleh Benjiro berhenti di sebuah tempat yang sudah disepakati bersama dengan anak buahnya tadi.
Mereka akan membahas mengenai rencana untuk menyerang Nhao Zhiro, yang berada di dalam tubuh Alexander Noir.
Tapi Benjiro tidak pernah membalas tentang hal ini pada anak buahnya. Dia hanya memberitahu, jika penyerangan ini dilakukan untuk musuh mereka. Saingan bisnis dan kekuasaan dalam menguasai suatu wilayah.
Dendam akan perebutan kekuasaan menjadi nomor satu, dalam bisnis mereka yang sebenarnya bukanlah bisnis biasa.
"Mereka masih terpantau berada di rumah sakit Tuan."
Benjiro dengarkan laporan dari anak buahnya, yang bertugas untuk menjadi mata-mata di rumah sakit. Meskipun pada akhirnya diketahui oleh asisten Aizen.
"Apakah ada asisten Aizen di sana?"
"Benar Tuan. Bahkan dia mengetahui keberadaan kami dan mengusir kami juga dari sana," jawab anak buahnya dengan takut-takut.
__ADS_1
Plakkk!
"Bodoh! Apa Kamu tidak punya otak, sehingga tidak bisa berpikir untuk menyamar?" bentak Benjiro kesal, mendengar laporan hasil kerja anak buahnya