
"Enyahlah!"
Blegh!
Tarrr!
Kepulan asap hitam, disertai dengan suara ledakan yang tidak terlalu keras, terdengar dari arah asisten Artha. Kemudian disusul dengan jatuhnya asisten Artha ke lantai, dalam keadaan tidak sadar.
Asisten Aizen tersenyum lega, sambil menepuk-nepukan kedua tangannya. Membersihkan kotoran dan debu akibat asap yang tadi mengelilinginya.
Dia butuh berhasil mengalahkan jimat hitam, yang tadi menguasai tubuh asisten Artha.
"Tuan kemari!"
Asisten Aizen memanggil roh Nhao Zhiro, yang berada di luar ruangan, supaya masuk ke dalam kamar rawat inap Alex. Supaya dia bisa menyatukan kembali roh tersebut ke dalam tubuh Tuan Muda-nya, sebab waktunya tidak bisa ditunda-tunda lagi.
Tubuh asisten Artha, yang pingsan di lantai, sudah diangkat ke atas tempat duduk sofa. Yang ada di dekat tempat tidur Alex.
Sedangkan untuk jimat hitam miliknya Benjiro, sudah hancur. Dan keluar begitu saja dari saku jasnya asisten Artha, berupa kepulauan asap berwarna abu-abu gelap.
Sekarang, asisten Aizen mau berkonsentrasi untuk merapalkan mantra, untuk menyatukan roh Nhao Zhiro ke dalam tubuhnya Alexander Noir. Sesuai dengan janjinya tadi.
"Magrgg thish Nhao Zhiro dughtg Alexander Noir. Mhithte bhied wsofth **brxjdiu!"
Blummm!
Asisten Aizen sudah merupakan mantra, dan roh Nhao Zhiro tertarik untuk masuk ke dalam tubuh Alexander Noir dengan cepat.
Nhao Zhiro sendiri, hanya bisa mengikuti tarikan magnet yang menarik rohnya. Setelah asisten Aizen selesai merapalkan mantra-mantra yang diucapkan, yang terdengar tidak jelas di telinganya.
Perlahan-lahan, mata Alexander Noir terbuka. Begitu juga dengan tangannya, yang bergerak-gerak menyesuaikan keadaan.
"Yōkoso yangumasutā!"
"Selamat datang kembali Tuan Muda!"
"Welcome to the spirit of your cause too Mr. Nhao Zhiro."
__ADS_1
Asisten Aizen menyambut Nhao Zhiro, yang sekarang ini sudah kembali masuk ke dalam tubuhnya Alexander Noir. Yang artinya adalah, Nhao Zhiro akan menjadi Tuan Muda-nya.
Untuk saat ini, ingatan Alex memang masih ingatan Nhao Zhiro. Karena masih harus menyelesaikan keinginannya, untuk balas dendam pada Benjiro.
Tapi sesuai dengan kesepakatan dan penjelasan yang diberikan oleh asisten Aizen tadi bahwa, Nhao Zhiro akan menjadi Tuan Muda-nya Alexander Noir untuk selamanya. Setelah tujuannya untuk balas dendam pada Benjiro selesai dilakukan.
Dan ini juga sudah disetujui oleh Nhao Zhiro sendiri, jika dia tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Nhao Zhiro sudah siap dengan segala resiko, untuk kehilangan ingatannya sebagai Nhao Zhiro, dan hanya akan mengingat semua tentang Alexander Noir yang sesungguhnya.
"Terima kasih asisten Aizen. Saya tidak takkan pernah melupakan jasamu ini."
"I will definitely do good to you in the next life. Aku persiapan berbuat baik padamu di kehidupan selanjutnya asisten Aizen."
"Arigatōgozaimasu. Terima kasih Tuan Muda."
Asisten Aizen, tetap memanggil Nhao Zhiro dengan sebutan Tuan Muda, karena dia tetap menganggap Nhao Zhiro adalah Alex. Sama seperti dulu, ya sudah menjadi kebiasaannya.
"Coba tutup mata Tuan Muda! Saya akan merapalkan mantra lagi, untuk membuka mata batin Tuan Muda. Agar Tuan Muda bisa melihat keberadaan Benjiro, atau anak buahnya dalam bentuk lain."
Meskipun tidak mengerti maksud dari perkataan asisten Aizen, tapi Nhao Zhiro tetap melakukan permintaan tersebut.
Nhao Zhiro merasakan tangan asisten Aizen, yang diletakkan di kedua matanya. Dia juga mendengar suara asistennya Alex itu, yang sedang merapatkan mantra lagi.
Tapi tentunya Nhao Zhiro tidak tahu, mantra apa yang disebutkan oleh asisten Aizen.
"Buka perlahan-lahan mata Tuan Muda!" Mendengar permintaan dari asisten Aizen, Nhao Zhiro menurutnya.
Perlahan-lahan mata Nhao Zhiro terbuka, dan dia bisa melihat bagaimana keadaan kamar rawat inap Alex. Yang ternyata sangat berantakan, dengan adanya potongan-potongan tubuh dari makhluk lain yang tidak dikenalinya.
Mungkin saja itu adalah bentuk lain dari jimat hitam miliknya Benjiro, yang sudah hancur.
"Apa ini?"
Nhao Zhiro tidak percaya dengan apa yang dia lihat, sebab matanya menjadi lebih peka dengan cara yang tidak biasa. Hal yang tidak pernah dia sangka-sangka sebelumnya.
"Ini adalah mata batin Tuan Muda yang sudah saya buka, sehingga berguna untuk balas dendam pada Benjiro. Tapi ini akan bilang dengan sendirinya, bersama dengan hilangnya ingatan Tuan Muda sebagai seorang roh."
__ADS_1
Kini Nhao Zhiro kembali tidak percaya, dengan kekuatan yang dimiliki oleh asisten Aizen. Karena itu adalah sebuah kekuatan yang tidak dimiliki oleh sembarang orang.
"Arigatōgozaimasu asisten Aizen."
Nhao Zhiro mengucapkan terima kasih sekali lagi, atas bantuan yang diberikan oleh asisten Aizen padanya.
"Sama-sama Tuan Muda."
*****
Di tempat lain.
Benjiro datang ke sebuah tempat, di mana dia mendapatkan jimat hitam. Yang sudah digunakan untuk mencari tahu, siapa sebenarnya roh yang memasuki tubuh keponakannya.
Sekarang ini, Benjiro ingin melakukan sesuatu untuk mendapatkan jimat yang lebih besar pengaruhnya. Agar dia bisa mengalahkan roh Nhao Zhiro, yang dipastikan masih bergentayangan untuk mencari tubuh. Supaya bisa melakukan balas dendam padanya.
"Aku harus mempersiapkan segala sesuatu, agar Nhao Zhiro tidak pernah bisa menyentuhku!"
Begitulah kira-kira pemikiran yang ada pada Benjiro, yang tidak mau dikalahkan oleh roh Nhao Zhiro. Yang mempunyai dendam padanya. Meskipun dia juga tahu, jika Nhao Zhiro memiliki dendam ini karena dirinya.
"Aku tidak sebodoh itu Nhao Zhiro. Hahaha... Kamu yang akan hancur, tanpa punya kesempatan untuk membunuhku!"
Benjiro sangat yakin, jika dia mampu menyalahkan roh Nhao Zhiro.
Dia akan melakukan segala cara, agar Nhao Zhiro bisa dia kalahkan lagi. Sama seperti kemarin, di saat dia berhasil menembak Nhao Zhiro tepat pada jantungnya.
*****
Di rumah keluarga Noir.
Kenji dan Rian Noir sudah sembuh. Mereka sedang melakukan pencarian Alex, yang pergi dari rumah tanpa memberikan kabar apapun.
"Sebaiknya Kamu pergi ke Yokohama Rian! Siapa tahu, Alex berada di sana." Kenji memberikan usulan, supaya anaknya itu mencari keberadaan cucunya. Di kota Yokohama, di mana dulu cucunya itu dinyatakan sembuh total.
"Tapi dari keterangan anak buah Papa, kepergian Alex bersama dengan Artha dan asisten Aizen, adalah kota Saitama. Apa tidak sebaiknya Rian ke sana saja?"
Kenji tampak berpikir sejenak, mendengar pertanyaan yang diajukan oleh anaknya. Dengan memberikan alasannya juga.
__ADS_1
Sedangkan Reina Matsushima, yang ikut bersama mereka dalam pembicaraan ini, hanya diam menyimak.
Dia punya pikiran sendiri, mengenai anak dan juga kakaknya, Benjiro. Yang pada kenyataannya sedang berseteru, tanpa dia ketahui kebenaran asal-usul masalah yang terjadi pada mereka berdua.