Kenalan Dulu Baru Sayang

Kenalan Dulu Baru Sayang
Mencintai dengan Yakin


__ADS_3

"Tentang Vio temanku, apa kamu tertarik untuk mengikuti jejaknya, Mika?"


"Entahlah. Aku belum pernah menggambar di ipad dan bisa seprofesional dirinya"


"Semuanya kan butuh proses. Aku bisa mengajarimu"


"Hehe.. Lagi pula, aku mau menuruti keinginan Fanya dulu untuk mengikuti lomba menggambar komik"


"Gambar aja sekalian di ipad"


"Bisa seperti itu?"


"Bisalah. Kamu gak tau, bahwa artist art jaman sekarang itu menggambar pakai ipad. Sudah tidak manual lagi pake buku dan pensil"


"Gimana bisa aku punya ipad, uang aja aku gak punya"


"Amika. Kamu gak sadar sedang punya siapa sekarang?"


Mika pun menoleh, "emang siapa?"


Aruto menujuk bangga dirinya dengan jempol tangan, "suamimu", ucapnya dengan unjuk gigi.


"Suami, eeeh.. Apa aku akan bisa terbiasa dengan itu", gumam Mika seraya mengembalikan posisinya bersandar di paha Aruto. Sejenak dia memejamkan mata.


Menjadi dekat setiap hari dengan pasangan memang akan menumbuhkan sedikit demi sedikit perasaan di dalam hati. Namun, tidak bisa dipungkiri juga, bahwa semakin dekat dengan pasangan akan semakin terlihat sifat asli satu sama lain.


Disitulah ujiannya, kamu akan menerimanya dalam segala haribaan rasa atau akan terus bertengkar untuk mempermasalahkannya.


Awal dari kehidupan berumah tangga adalah menumbuhkan kepercayaan dan kerelaan menerima kelebihan dan kekurangan pasangan. Jika kedua pasangan saling peduli, pertengkaran seburuk apapun akan kembali harmonis. Selama tidak ada pelakor, hihi.


"I think sih. Tapi, kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya memang sangat rumit. Tidak semudah yang kita lihat pada kisah Amika dan Aruto", kata author.


Aruto begitu peduli kepada Mika, sehingga amarah apapun yang Mika berikan kepadanya akan tetap membuatnya sayang dan cinta.


Dia sadar bahwa Mika masih belum membuka hatinya padanya. Tapi, dia tidak akan bersikap seperti Mika. Aruto sendiri telah jatuh cinta kepadanya sehingga dia tidak ingin mengabaikan perasaannya tersebut.


Selama dia masih bisa bersama Mika, dia akan terus memberikan lebih kasih sayang kepadanya.


Aruto yang ikut terpejam sesaat, samar-sama mendengar suara hujan yang mulai mereda. Melihat keadaan di luar melalui kaca mobil, Aruto menelepon dua ajudannya.


"...."


"Iya bos?", sahut Joya.


"Joya Moya, kalian berdua jemput gue sekarang? Pake mobil."


"Apa? Bos kan bawa mobil, gimana bisa kita disuruh jemput sekarang?"


"Kalian ini?! Katakan iya kalo enggak gue akan potong gaji kalian!!"


"Babababa baik bos"

__ADS_1


"Hah!! Gue paling kesal jika perintah gue langsung dibantah", ketus Aruto. Seraya mengirim shareloc kepada Joya.


Aruto meraih buku Shelin yang dia lempar di bawah kursi lalu melihat dan membacanya. Beberapa gadis yang tertulis di sana akan dia selediki terlebih dulu sebelum dia benar-benar akan menikahinya.


Dia akan menyuruh dua kaki tangannya untuk menyelidikinya semua. Setelah dia menikahinya, dia akan memberikannya kepada Shelin. Supaya Shelin bisa memberikannya pekerjaan dan kehidupan yang layak setelah berpisah dari keluarganya.


Shelin sendiri juga tidak akan merugikan tenaga kerjanya karena dia juga tidak ingin mendapat nama buruk dan laporan buruk dari siapapun. Dia akan memberikan kehidupan yang layak bagi mereka semua.


"Sibukkan dirimu dengan menggambar ya Amika. Karna, setelah ini, akan ada beberapa yang perlu aku urus. Maafkan aku", ucap Aruto seraya mengelus poni Mika.


Mika tertidur lelap di pangkuannya. Joya dan Moya datang dengan membawa mobil expander warna putih.


"Tok tok tok"


Joya mengetuk kaca pintu mobil Aruto. Aruto pun membuka kaca tersebut dan berucap, "Setirin mobil gue. Gue mau pindah duduk di belakang dengan Mika"


"Ooo.. seperti itu", sindir Joya.


Aruto keluar mobil dan mengangkat tubuh Mika untuk pindah duduk di belakang. Joya pun masuk ke mobil Aruto dan siap menyetir. Moya menyetir sendiri mobil expandernya di belakangnya.


Mika sedikit tergerak bangun karena suara mobil yang hendak berjalan lagi. Tapi, Aruto menahannya dan memintanya untuk tidur kembali.


"Sepertinya, hubungan bos dan Nona Mika sudah lebih baik aja dan enak untuk dilihat", ucap Joya.


"Kheh!! Aruto gitu loh", balas Aruto bangga.


"Joya Moya, kalian gue kasih tugas lagi. Selediki para gadis itu yang ada di buku Shelin"


"Apa kau bilang Joya?!"


"Tidak bos. Bos memang yang paling benar!!"


Mobil melaju dan perjalanan mulus sampai di rumah. Aruto pun membangunkan Mika.


Mika membuka matanya namun sedikit terkejut karena dia benar-benar tertidur pulas di pangkuan suaminya. Dia bangun dan mulai keluar mobil.


Berjalan masuk dan akan menaiki tangga menuju kamarnya.


"Mika", panggil Aruto.


"Iya?", Mika menoleh.


"Terima kasih", ucap Aruto tersenyum hangat dengan memasukkan satu tangan ke dalam saku celana.


Aura tampan Aruto sedikit membuat Mika terbelalak, tapi ternyata dia memberikan respon yang sangat santai, "Iya, sama-sama".


"Dia.. tidak tersentuh", batin Aruto GR.


Mika masuk ke dalam kamar dan menjatuhkan tubuhnya langsung di atas kasur. Kasur empuk yang terbalut bed cover bergambar karakter anime spy x family.


"Haah.. Memang lebih enak merebahkan tubuh di kasur ini", ucapnya seraya mengingat moment dia tidur di pangkuan Aruto.

__ADS_1


"Ricky.."


"Masih perlukah aku untuk mengharapkannya lagi?"


Mika membuka ponselnya dan tidak ada WA dari Ricky. Melainkan dari Fanya yang terus menanyai kabarnya. Beberapa panggilan yang tidak terjawab memenuhi riwayat panggilannya.


"Fanya Fanya.. Kenapa kalian berdua (Fanya dan Astha) begitu peduli dengan rumah tanggaku bersama pria itu sih?"


"Tuhan.. Bolehkah saya membuka hatiku untuknya?"


"Tapi, aku takut aku akan mendapatkan kekecewaan lagi. Ricky yang selama ini sangat akrab bagiku, dia langsung bisa membuatku kecewa. Kenapa dia punya pikiran seperti? Aku masih belum bisa mencernanya dengan baik"


"Dia mencintaiku tapi tidak berani menikahiku. Sikap macam apa itu"


Mika membuka kembali isi pesan dari Ricky. Beberapa pesan manis, gombalan, semangat dan candaan masih Mika simpan. Membacanya, Mika tertawa kemudian perlahan berubah emosi menjadi diam kemudian perlahan sedih dan mulai menitikkan air mata.


"Hapus"


Mika menghapus satu pesan yang membuatnya kesal hati. Hapus, lagi. Hapus lagi dan lagi. Seolah isi pesan tersebut sudah tidak memberikan kesan apapun kepadanya. Hapus.


"Jangan diingat lagi ya Mika", pintanya untuk dirinya sendiri.


...Come on! Come on! Come on! Baby!...


...Tolong ramalkanlah...


...Yang mencinta Fortune Cookie...


...Masa depan tidak akan seburuk itu...


...Hey! Hey! Hey!...


...Mengembangkan senyuman 'kan membawa keberuntungan...


...Fortune Cookie berbentuk hati...


...Nasib lebih baiklah dari hari ini...


...Hey! Hey! Hey!...


...Hey! Hey! Hey!...


...Janganlah menyerah dalam menjalani hidup...


...Akan datang keajaiban yang tak terduga...


...Ku punya firasat 'tuk bisa saling mencinta denganmu...


.....Aruto.....


"Ah! Ava iyack?!"

__ADS_1


__ADS_2