Kenalan Dulu Baru Sayang

Kenalan Dulu Baru Sayang
Tertawa dengan Sangat Puas


__ADS_3

Mobil dari suruhan Shelin pun pergi meninggalkan rumah Aruto. Aruto sedikit khawatir melihat kepergian Mika bersama kedua ajudan Shelin tersebut.


“Semoga kamu selamat, Amika”


“Nggeeng.. whuss”


Mika duduk tenang di kursi belakang tanpa di kawal, Roy menyetir mobil sedangkan Davin duduk di sampingnya. Terlihat Mika menunjukkan rasa sakitnya dengan memejamkan mata sambil mengangguk-anggukkan kepalanya karena terasa mengantuk.


“Kalau kau mengantuk, tidurlah gadis cantik”, ucap Roy.


“Gue juga jadi ngantuk nih”, balas Davin


“Elo jangan lengah, awasi dia terus”, perintah Roy.


“Dia kan sedang sakit, ini bisa membuat kita sedikit santai untuk mengawasinya, bukan?”, ucap Davin


“Elo, bener. Ya sudah.. tidurlah kalo elo mengantuk”


“Nah gitu donk.. Ini kan moment langka yang bisa gue dapetin. Karena jika gue sudah berhadapan dengan Nona Shelin, mata gue seperti tidak pernah berkedip. Bawaannya takut terus”


“Haha..”, ejek Roy


Akhirnya Davin tertidur dengan bersandar di kursinya. Roy masih fokus menyetir, melewati beberapa tikungan dan jalan lurus nan ramai kendaraan. Kemacetan di pagi hari sedikit mengganggu kesabarannya.


“Hasying!”, Mika bersin, seketika mengagetkan Roy yang sedang menyetir, sedangkan Davin hanya mengeliat-geliatkan tubuhnya saja.


“Ha-hasying!” Mika bersin lagi.


“Nona, bersabarlah. Kita masih dalam perjalanan, jangan memperparah kondisi tubuhmu”, ucap Roy


“Aku.. ingin minum..”, ucap Mika lirih menahan gatal di tenggorokannya.


“Tidak ada minuman di sini”, balas Roy


Mika kemudian mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Perjalanan mereka masih melewati keramaian dan ruko-ruko. Mika masih bersabar dan terus memastikan ke arah depannya.


“Ha-sying! Uhuk uhuk..”


“Uhuk uuhukk..”


“Tolong, belikan aku minum”, pinta Mika


“Jezz.. Baiklah.. Setelah kita sampai di pedagang kaki lima dekat bukit situ aku akan membelikanmu minuman. Jadi, tahan batukmu itu”, balas Roy.


Mobil pun masih melaju, hingga sampai di pinggir bukit penuh dengan pedagang kaki lima. Roy pun menghentikan mobilnya ke pinggir dan parkir dengan aman.


“Davin, jaga gadis ini. Gue mau membelikannya minuman”


“O oo oh, baik -, baik”, balas Davin seketika langsung terbangun dari tidurnya.


Roy keluar mobil dan menuju sebuah warung HIK dan membeli beberapa minuman dan gorengan untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


“Ini baru setengah perjalanan, melihat gorengan-gorengan ini membuatku jadi lapar. Gue mau membawanya untuk bekal perjalanan nanti”, ucap Roy.


Davin yang terperanjat bangun, akhirnya tidur kembali. Mika yang sudah menunggu kesempatan itu, akhirnya bisa mendapatkannya. Dia perlahan membuka pintu mobil dan keluar dengan mengendap-endap.


Mengendap-endap hingga Davin tidak menyadarinya, dan Roy juga tidak memantaunya dari tempat dia berada.


Mika berhasil keluar dan segera berlari mencari tempat yang aman dan bersembunyi di keramaian orang-orang. Mika mulai melepas masker dan jaketnya kemudian membuangnya di tempat sampah. Dia juga harus memaksa diri untuk melepas rok dan sepatunya supaya penampilannya tidak dikenali lagi oleh roy dan Davin.


“Keterlaluan. Aku harus melakukan ini semua demi menyelamatkan diri dari mereka berdua”, gerutu Mika.


Mika berpenampilan dengan celana legging sepaha dan atasan kaos lengan sepertiga berwarna hitam. Dia juga masih ingin mengubah penampilan rambutnya supaya benar-benar tidak dikenali oleh mereka.


Mika menemukan seutas tali dan menalikannya di rambutnya menjadi kuncir kuda. Akhirnya, dia bisa berjalan santai tanpa rasa khawatir.


Roy selesai membeli minuman dan gorengan, masuk ke dalam mobil dan mulai menyalakan mesin. Mendapati Mika tidak terlihat melalui kaca spion, dia langsung kebingungan mencari-cari. 


“Davin! Bangun!”, ucap Roy


“Apa?”, balas Davin santai


“Lihatlah! Apa yang telah kau lakukan?! Gadis itu kabur”


“A-Apaaa?!”


“Sial! Sejak kapan dia mulai kabur. Kita harus segera mencarinya”


“Baiklah ayo”, balas Davin


“Gadis itu tadi seperti apa Roy?” tanya Davin


“Itu dia, gue juga gak tau. Kan dia pakai masker”, balas Roy semakin kesal


“Aduuh, gimana ini.. Nona akan semakin memarahi kita..”, keluh Davin ketakutan.


"Tenang Bro, jika gadis itu gadis bodoh, dia akan terus berlari dan hanya terus berlari jadi kita bisa menangkapnya kembali dengan mudah"


"Tapi, kalo dia gadis yang cerdas?", elak Davin.


"Itu dia, bersiap-siaplah karna kita akan segera mendapat penderitaan kita", gerutu Roy.


Roy dan Davin saling berlari dan mencari, memantau dan memandangi orang-orang yang lalu lalang di antara mereka.


"Kalo kita tidak bisa mengenali wajahnya, kita bisa mengenali pakaiannya. Ingat betul-betul pakaian yang dipakai gadis itu, Davin!", perintah Roy.


"Okei".


Mereka berdua kesulitan mencari keberadaan Mika, sedangkan Mika sudah berpenampilan sangat berbeda. Mika pun yakin pasti tidak akan bisa ditemukan oleh mereka.


Mika ikut berkerumun dengan orang-orang yang sedang mengikuti senam di sebuah taman. Di sana banyak orang-orang yang berpenampilan mirip dengan Mika, yaitu memakai legging dan kaos.


Mika sangat cerdas memanfaatkan situasi untuk melindungi diri dari kejaran dua orang jahat itu.

__ADS_1


Roy akhirnya membuat panggilan kepada Shelin. Shelin yang sedang bersantai di ruang kerjanya mendadak menjadi garang karena kabar yang tidak enak dia dengar.


"Tidak berguna kalian berdua!!", bentak Shelin.


"Maaf Nona, kami benar-benar kesulitan mencari gadis itu", keluh Roy.


"Pokoknya cari sampe ketemu! Kalo tidak, kalian gue END!", pungkas Shelin.


Shelin langsung balik menelepon Aruto. Aruto yang sedang duduk bersantai di ruang tengah sambil menyeruput kopinya tiba-tiba mendapat panggilan dari Shelin.


"Aruto!", panggil Shelin langsung.


"Ada apa? Hah?", balas Aruto lebih sinis.


"Gadis yang kau berikan telah kabur!"


"A-Apaa?!!"


"Kau tidak punya niat tersembunyikan Aruto?!"


"Apa yang kau bicarakan? Kenapa elo jadi sering berprasangka buruk kepada gue? Hah?"


"Tidak berguna! Bantu anak buah gue untuk mencari gadis itu!!", perintah Shelin.


"Kemana kita harus mencarinya?", tanya Aruto.


"Baiklah! Gue akan minta serlok dari mereka dan mengirimkannya kepadamu!!"


"Jezz.. Dasar Nona singa!! Masih saja merepotkanku!!", gerutu Aruto setelah selesai menutup teleponnya.


Sejenak Aruto tertunduk, dan perlahan senyum liciknya terlukis segaris di bibir kanannya. Berkacak pinggang dan langsung tertawa dengan sangat keras, keras hingga bisa memuaskan keberhasilannya.


"Kamu benar-benar gadis yang sangat cerdas, Amika!!"


"Tunggu aku, aku akan segera menjemputmu pulang ke rumah", ucap Aruto menyeringai.


Dia kembali tertawa dan terus tertawa. Mika benar-benar menarik perhatian bagi Aruto. Aruto semakin bergidik ngeri dan ingin segera kembali untuk mengisi rasa penasarannya terhadap Mika.


"Joya Moya!!!", panggil Aruto dengan suara lantangnya.


"Iya bos?"


"Siapkan mobil!"


"Untuk apa bos?"


"Kita akan menjemput kembali Mika!! Kita akan membawanya pulang kembali ke rumah"


"Mika? Gadis tadi?"


"Iya. Karna dia sekarang adalah, Istri dari ARUTO DHISWA!!"

__ADS_1


__ADS_2