
Hai perkenalkan namaku RAFA NISA ARDANI. Teman temanku biasa memanggilku NISA. kata temanku kalau aku ini cantik, seksi, bulu mata yang lentik dan juga bibir mungil yang tipis. Tinggi badanku 165cm. Aku terlahir di keluarga yang sederhana. Nama ayahku ARDAN PUTRA beliau bekerja di salah satu perusahaan besar sebagai karyawan biasa dan ibuku bernama BELLA ibu seperti ibu ibu lainnya yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sesekali ibu menerima cuci gosok di rumah. Kata ibu sedikit membantu keuangan keluarga. Karena ayah sering sakit sakitan belakangan ini. . Aku sendiri sedang mencari pekerjaan tapi belum ada hasilnya juga. Karena di zaman sekarang cari kerjaan itu susah sekali. Apa lagi dengan ijazahku hanya SMA. Aku sudah mencari lowongan pekerjaan via internet dan menanyakan ke teman temanku mereka bilang belum ada lowongan.
Kenalkan sahabatku waktu SMA yaitu BELIA DANIA di panggil Lia dan TIA AMANDA di panggil Tia. Mereka sahabat rasa saudara. Aku beruntung mempunyai sahabat seperti mereka. Mereka sangat care terhadapku dan keluarga.
Dimana kejadian itu terjadi. kejadian yang tak akan pernahku lupakan sampai saat ini. kejadian dimana aku hampir saja di perkosa oleh teman sekolahku sendiri.
Semanjak kejadian itu aku tidak pernah datang ke sekolah dan hanya menyendiri di kamar. Dan mereka lah yang sering menemaniku selama keterpurukanku memberi semangat kepadaku dari situ lah aku bangkit lagi dan menjalani aktivitasku seperti biasa.
Dan alhamdulillah aku lulus dengan nilai yang sempurna dan aku juga tidak pernah mendengar nama laki laki itu lagi di sekolah. Dia hilang bagai ditelan bumi.
Beberapa bulan kemudian
Matahari udah bersinar terang dan aku membuka mataku karna silau. Aku pun yang baru bangun dari tidurku mendengar ketokan pintu
Tok tok tok
"Nisa, bangun sayang udah jam berapa ini" kata ibu sambil membuka pintu. Dan sedikit agak lari ke kamar mandi "iya bu, ini aku lagi mau mandi. Ibu dan ayah tunggu aja di meja makan"
__ADS_1
"Anak gadis kok bangunnya siang mulu sih. sampe kapan sayang kamu mau begitu" kata ibu sambil meninggalkan kamar ku.
Setelah mandi aku kembali kemarku dan berjalan ke arah kelemari dan mencari baju yang cocok untuk ku pakai hari ini. Karna hari ini aku mau melamar pekerjaan karna kata lia di tempatnya bekerja sedang ada lowongan. Tak pikir panjang lagi aku segera bersiap siap.
Aku keluar dari kamar ke dua orang tau ku yang sudah menungguku. Tak lupa aku menyapa mereka "Selamat pagi ayah ibu" sambil duduk di bangku. "Pagi juga sayang" kata ayah dan ibu.
Setelah selesai makan aku bicara ke ayah ibu bahwa hari ini aku mau melamar pekerjaan di tempat lia bekerja.
"ayah ibu, hari ini aku ingin pergi melamar pekerjaan di tempat lia. kata lia hari ini di tempat lia sedang ada lowongan. Doakan aku semoga di terima bekerja disana" kataku sambil membereskan meja makan. "kami selalu mendoakan yang terbaik untukmu nak" kata ayah
"Ya allah terima kasih telah memberikanku orang tau yang sangat baik untukku. Sehatkan lah jasmani dan rohani mereka, panjangkan umur mereka. amiiin" Dalam hatiku
"Nis, mau berangkat bareng sama ayah. Biar cepet sedikit dari pada nunggu angkot. angkotkan lama belum lagi ngtem" kata ayah sambil memaskan motor. "betul itu nis kata ayah. Udah berangkat bareng aja sama ayah. dari pada kamu telat kan melamar kerjanya" kata ibu.
Tak pikir panjang lagi aku menganggukan ajakan ayah "Iya deh yah, nisa ikut ayah aja. takutnya lia udah nungguin disana. tapi apa ayah gaa telat ke kantorya" kataku.
"Kalau nanti aku keterima bekerja disana aku mau menabung buat ayah dan ibu. Aku pengen membeli rumah dan mobil untuk ayah mobil biar ayah berangkat ke kantornya tidak kepanasan dan kehujanan" sambil menatap ke dua orang tuaku.
__ADS_1
"Amin sayang. Semoga keinginanmu di kabulkan sama allah swt. Udah sana berangkat nanti telat looh" kata ibu
"oh iya. Ayo yah nanti aku di ceramahin sama lia lagi" kataku dan menghampiri ibu dan tak lupa menyalami ibu "kami berangakat dulunya" kataku dan ayah. "Iya hati hati di jalan dan jangan ngebut bawa motornya"
Cukup sampe disini dulunya
karna udah binggung bikin kelanjutannya
udah mentok
dan maaf sedikit bertele tele
dan kurang nyambung
baru banget bikin novel kaya gini
biasanya cuma baca novel orang
__ADS_1
dan ternayata bikin novel itu rumit dan pusingnya