KENANGAN BURUK

KENANGAN BURUK
Part 11


__ADS_3

Naufal dan nisa pergi meninggalkan pesta tersebut. Dan hendak menuju kamar yang telah di siapkan oleh penyelenggara.


Sesampainya di depan kamar naufal menekan password yang sudah di beri tahu oleh maminya.


Cleeek.


Pintu pun terbuka. Naufal dan nisa masuk ke dalam. Mereka menempati lantai 25 yang berpandangan indah ciri khas sebuah kota besar pada malam hari.


Nisa dan naufal duduk di sofa yang ada di ruang tamu tersebut. " Nisa, kamu tidur di kasur saja. Biar saya saja yang tidur di sofa. Tenang saya tidak akan macam macam dengan kamu. Kamu tenang saja pengang kata kata saya ini. Tapi bolehkan saya untuk mandi terlebih dahulu. Badan saya sudah sedikit lengket " kata naufal.

__ADS_1


" Apa mas naufal tidak apa apa tidur di sofa. Nanti sakit badan gimana? Silahkan saja mas pakai kamar mandinya. Setelah mas selesai giliran saya yang mandi " kata nisa.


Naufal pun pergi meninggalkan nisa di ruang tamu. Menuju kamar yang ada kamar mandinya dan langsung membersihkan dirinya.


Nisa pun berkeliling melihat kamar tersebut dan melihat ke lemari siapa tau ada pakaian ganti untuk mereka. Beruntung ada pakaian tidur di lemari tersebut.


Tak lama pintu kamar mandi pun terbuka. Cleerk (Pintu terbuka). Naufal pun keluar dari kamar mandi denga handuk dan kaos dalam yang sudah ia pakai di kamar mandi. " Nisa, apa kamu mau mandi saya sudah selesai. Segera bersihkan dirimu lalu tidur karna ini sudah larut malam " kata naufal sambil berjalan ke arah luar kamar mandi.


Nisa pun sedikit terkejut dengan pemandangan yang ia lihat sekarang. " iiiiiiya mas. Ooh nya pakaian ganti yang sudah di siapkan oleh hotel sudah saya siapkan di atas sofa " kataku dengan sedikit gugup dan berjalan ke arah kamar mandi.

__ADS_1


Nisa pun masuk ke kamar mandi dan melakukan aktivitas mandinya. Di sisi lain naufal sedang tersenyum senyum melihat baju yang sudah nisa siapkan tadi. " Rasanya kita seperti suami istri. Kamu menyiapkan segalanya untukku nisa. Andai saja kalau semua ini nyata dan setiap hari mungkin aku akan senang dengan perlakuanmu seperti ini. Ku mohon tuhan sekali ini saja aku meminta seperti ini di hidupku " dalam hati naufal.


Nisa pun selesai mandi dan keluar kamar mandi ia tidak melihat naufal di kamarnya. Lalu ia bergegas keluar kamar dan ia lihat naufal yang tertidur di sofa.


Nisa pun mendekat ke arah sofa dan melihat wajah damai bosnya itu. " Kamu pasti lelahnya mas. sebenarnya kamu itu tampan dan gagah seperti yang mami mu bilang. Cuma sifat dingin sombongmu itu yang tidak aku sukai. Andai saja kamu lembut dan sedikit perhatian dan pengertian mungkin aku sudah jatuh cinta kepadamu " ucap nisa sedikit pelan.


Nisa segera meninggalkan naufal yang tengah tertidur di sofa. Sebenarnya naufal belum tidur dan hanya memejamkan mata untuk merilekskan tubuh dan pikirannya itu. Dan ia mendengar semua yang nisa katakan barusan. Ia sedikit tersenyum mendengar itu semua secara langsung dari mulut nisa.


Naufal pun bangun dari sofa dengan wajah yang berseri seri " Harapan ku tak sia sia untukmu nisa. Sedikit lagi nis kumohon sedikit lagi akan ku buktikan kalau aku benar benar sudah jatuh cinta. Dan ingin meminta maaf atas perlakuanku dulu kepadamu " kata naufal yang sedanh melihat ke pintu kamar nisa.

__ADS_1


__ADS_2