
Mobil yang ditumpani nisa sudah sampai ke tempat tujuannya. Nisa laugsung masuk ke club xxx dan mencari orang meneleponnya tadi. Di kejauhan ia melihat sosok laki laki yang sedang menunggu seseorang. Ia langsung menghampiri laki laki tersebut.
" Permisi, apa anda pak putra yang tadi menelepon saya " tanya nisa
Laki laki itu menoreh ke arah suara. Betapa terkejutnya ia dengan gadis yang ada di hadapannya sekarang. Gadis yang sempat di lecehkan oleh temannya itu ada di hadapannya.
Apa aku bermimpi??? Kenapa naufal tak memberi tahu ku. Ku kira nisa yang mana? Semoga tidak akan terjadi sesuatu. Naufal gue harap kali ini tidak melakukan hal itu lagi. Kasian nisa dia gadis baik. ( putra )
" Aaah. Maaf saya melamun. Iya saya yang menelepon mu tadi. Mari ikut saya. Dan maaf sudah mengganggu waktu istirahat anda nona " berjalan beriringan.
" Tidak apa apa. Memang pak naufal tidak membawa sopir atau apa kesini " tanya nisa.
" Tidak. Dia hanya sendirian kesini. Silahkan masuk nona. Mereka bertiga ada di dalam " memperailahkan masuk.
" Memang ada berapa orang yang ada di dalam ruangan yang kalian pakai ini " kata nisa.
__ADS_1
" Hanya ada aku, naufal, kamil dan hafiz. " penjelasan putra.
" Kenapa cuma mereka yang mabuk. Sedangkan anda tidak?? " pertanyaan nisa
" Aku tidak banyak minum. Mungkin mereka punya masalah masing masing. Mangkaya memilih jalan untuk mabuk agar masalah di benak mereka hilang " penjelasan putra.
" Memang dengan mabuk masalah bisa hilangnnya ??? " pertanyaan nisa membuat putra binggung untuk menjawabnya.
" Mmmmmm. Mungkin seperti itu. Kalau kamu terus bertanya kapan kita antar mereka pulang. Ini sudah jam 1 malam " mengalihkan pembicaraan.
" Saya akan antarkan kamil dan hafiz. Kamu antarkan naufal ke apartemennya saja. Ini kunci mobil dan kunci apartemen dan passwordnya adalah 212223 " menyerahkan kunci ke nisa
" Kenapa mesti ke apartemen? Bukannya pak naufal punya mansion sendirinya ? " tanya nisa.
Astaga naufal assisten mu yang satu ini banyak tanya sekali. Membuatku pusing saja. batin putra
__ADS_1
" Dia kalau sudah seperti ini tidak mau pulang ke mansion. Dia lebih senang pulang ke apartemen. Karna di sana tidak ada orang " penjelasan putra.
" Kan di sana juga cuma ada bibi dan pak supir dan tukang kebun " kata nisa.
" Sudah lah. Jangan banyak tanya kamu ini. Cepat bawa dia pulang. Saya sudah pusing sama kamu. Kenapa naufal betah lama lama sama kamu " sedikit kesal
" Diiiih. Saya kan hanya tanya saja. Tidak usah segitunya kali pak sama saya " langsung berajalan menghampiri naufal.
Nisa langsung membantu naufal untuk berdiri dan membopongnya keluar ruangan tersebut sampai ke depan club tersebut. Ia menghentikan langkahnya dan mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya dan menghubungi seseorang.
Tuuuut tuuut tuuut
" Halo pak. Udah sampai mana? Aku udah di depan club dengan pak naufal. Bapak kesini saja sekalian tolongin saya bopong pak naufal sampai ke mobil " kata nisa lewat telepon.
" Baik neng. Ini lagi jalan masuk ke sana " kata pak sopir yang sedikit lari. Dan mematikan teleponnya. Ia pun menghampiri nisa dan membopong tubuh naufal ke mobil.
__ADS_1
Mereka sampai ke parkiran club tersebut. Nisa langsung memberikan kunci mobil ke supir untuk segera membukakan pintu mobil.