KENANGAN BURUK

KENANGAN BURUK
Part 26


__ADS_3

Di sela sela nisa menangis supir taxi tersebut membuyarkan tangisan nisa.


" Maaf neng, kita kemana? " tanya pak supir.


" kita ke jalan aaaaa pak " jawab nisa.


Taxi tersebut langsung menuju tempat tujuannya. Dan sesampai di depan rumah nisa. Ia langsung menangis kembali. Di benaknya apa nisa harus memberitahukan kejadian itu.


" Ni ongkosnya. Terima kasih sudah mengantarkan saya " sambil menyerahkan uang lima puluh ribuan.


" Sama sama neng. Saya harap neng jangan keabanyakan nangis. Itu matanya udah sembab " menunjuk ke mata nisa.


" Iya pak. Terima kasih " nisa pun langsung masuk kerumahnya. Nisa tidak berangkat ke kantor.


Ia sudah bertekat untuk tidak bekerja lagi di perusahaan pria bejat itu. Sudah cukup ia di bohongi.


" Assalamualaikum bu " beri salam ke ibunya.

__ADS_1


" Walaikumsalam sayang. Kok baju kamu seperti itu. Kamu engga kerja sayang. Terus itu mata kamu kenapa sembab sayang?" tanya ibu nisa.


Nisa langsung memeluk sang ibu. Dan menangis sejadi jadi di pelukan sang ibu. Ibu yang melihat bisa yang menangia sampai sesegukan pun terheran.


Perasaan kemarin anaknya begitu ceria. Kenapa pulang pulang begini. Apa yang terjadi pada putrinya? Dengan pakaian yang sedikit robek


" Sudah sudah jangan nangis lagi. Kalau kamu belum siap untuk cerita ke ibu ga apa apa " menenangkan nisa.


" Maafin nisa bu. Nisa nisa hiks hiks hiks 😭😭😭 " tangis nisa pecah kembali.


" Ssssssttt. Sudah kamu ke kamar saja dulu. Ganti baju kamu. Abis itu kamu makan. Ibu akan siapkan untukmu " berjalan meninggalkan nisa.


Aku tak sanggup ya allah berbohong kepada ke dua orang tuaku. Hanya mereka yang aku punya. Kenapa ini terjadi kepadaku ya allah. Aku harus kuat untuk ke dua orang tuaku. Mungkin ini sudah takdir untukku.


Setelah selesai menangis nisa berjalan ke kamar mandi untuk mencuci matanya. Setelah itu ia kembali ke kamarnya dan mengelap muka yang basah.


Setibanya di dapur nisa langsung duduk dan memakan masakan ibunya. Walau ia sedang tidak berselera makan.

__ADS_1


" Bu. Nisa mau ngomong sama ibu. Mungkin nanti nisa ga akan bekerja lagi. Nisa mau mengundurkan diri " sambil menundukan kepala kebawah.


" Kenapa mau mengundurkan diri? Emang ada masalah apa kamu di kantor? Apa kamu berantem dengan lia atau teman kamu di sana " pertanyaan bu nisa.


" Tidak bu. Nisa tidak berantem sama teman teman di sana. Cuma nisa hanya ingin istirahat dirumah aja " kata nisa yang lesu.


" Baik lah kalau itu sudah keputusan kamu. Ibu tidak bisa melarang lagi " senyum ke nisa.


" Sudah habiskan dulu makanan mu. Setelah ini kamu mau kemana? " membereskan sisa yang ada di meja


" Mungkin di rumah saja. Nunggu ayah pulang. Nisa mau tanya ke ayah cara membuat surat pengunduran diri " kata nisa


Hari pun sudah menjelang sore. Ayah nisa sudah pulang dari rutinitasnya di kantor.


" Assalamualaikum bu " salam ayah nisa. Dia keheranan tidak seperti biasanya rumahnya sepi. Ia mencari istrinya sesampai di kamar ia melihat istrinya yang duduk di tepi ranjang.


" Assalamualikum bu. Suami pulang bukannya di sambut malah duduk santai di kamar" kata ayah nisa yang heran dengan sikap istrinya.

__ADS_1


" Eeeeeh. Walaikumsalam yah. Ayah sudah pulang. Maaf ibu tidak menyambut ayah " dengan wajah sedih.


__ADS_2