
Naufal masih tidak menyangka kalau nisa berhenti bekerja. Ia mengingat kembali peristiwa tak mengenakan itu.
*Sayang, kamu kenapa berhenti bekerja? Aku tau kalau aku ini laki laki ****, brengsek, bejat yang sudah menghancurkan hidupmu. Sungguh aku sayang kamu dan cinta kamu.
Entah sejak kapan aku menyukai mu. Mungkin sejak dulu kita SMA. Dan aku terobsesi sama kamu. Aku melakukan kesahalan untuk ke dua kalinya sama kamu. Mungkin ini kesalahan terbesar aku sama kamu sayang*. Berbicara sendiri sambil menatap foto nisa yang ada di hp naufal.
Di tempat lain
Nisa yang bahagia yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. Walau kehadiran sang buat hati datang dengan cara yang tidak tepat.
*Sayangnya bunda. Baik baiknya sayang di perut bunda. Maaf kalau selama ini bunda belum memberitahu ke ayah kamu. Kalau ada saat ini ada malaikat munggil di perut bunda.
Gimana reaksi ayah kamu kalau tau bunda hamil kamu nak. Bunda takut kalau bunda akan di pisahkan dengan kamu. Secara ayah kamu orang terpandang di negeri ini. Sedangkan bunda hanya orang yang dari kalangan biasa*.
Tak kerasa mata nisa bergelinang air mata sambil mengelut perut buncitnya. Ia meratapi nasib nya yang begitu buruk. Pemerkosaan dan pelecehan yang di lakukan naufal menjadi kenangan buruk untuk nisa.
Di balik kenangan buruk itu ada kebahagian yang tak ternilai untuk nisa. Dimana ada seorang malaikat kecil yang bersemanyam di tubuh nisa. Nisa yang duduk di tepi ranjang mendengar ketukan pintu dari luar.
Tok tok tok
" Sayang, sudah waktunya kita cek kandungan. Ayo siap siap. Ibu tunggu di luarnya sayang " kata ibu dari luar.
" Iya bu. Nisa siap siap dulu sebentar " kata nisa yang berdiri dari tempat tidurnya.
Lalu ia berhias diri dengan polesan bedak dan sedikit lipstik. Agar terlihat sangat cantik.
Nisa segera keluar dan menemui ibunya. Mereka pun berangkat menuju rumah sakit. Karna hari ini jadwal nisa untuk cek kandungan.
Sesampainya di rumah sakit nisa dan ibu langsung masuk dan mendaftarkan diri. Setelah selesai mereka menunggu gilirannya untuk di panggil.
" Bu, nisa sudah tak sabar melihat si kecil ini. Apa kah laki laki apa perempuan " tanya nisa
" Laki laki atau perempuan sama aja. Yang penting lahir dengan selamat dan sehat " jawab ibu.
" Aminn bu. " kata nisa
Tiba lah giliran nisa. Nama nisa pun sudah panggil. Dan mereka memasuk ruangan dokter kandungan.
" Selamat siang dok " kata nisa dan ibu yang sembari duduk di hadapannya.
__ADS_1
" Selamat siang juga. Sudah siap dengan pemeriksaan kita hari ini " kata dokter
" Alhamdulillah sudah dok " kata nisa.
Nisa pun melakukan pemeriksaan mulai dari tensi darah, cek hb dan lain lainya. Tak lupa hari ini juga kandungan nisa akan melakukan usg.
" Mari berbaring bu nisa " kata dokter
Nisa pun mengikuti arahan dokter dan berbaring di ranjang untuk melakukan usg. Dokter pun memberikan gel ke perut nisa.
" Alhamdulillah baiknya sehat. Semuanya juga sudah lengkap. Dan mari kita dengarkan detak jantungnya " kata dokter
deg deg deg ( kurang lebih begitunya )
" Itu suara detang jantung anak saya dok " kata nisa yang sangat antusias.
" Benar bu. Itu suara detak jantungnya " kata dokter sambil tersenyum ke arah nisa
Setelah pemeriksaan nisa keluar dari ruangan dokter kandung dan membawa resep untuk di tebus di apotik rumah sakit tersebut.
Nisa tanpa henti hentinya tersenyum sesekali mengelus perutnya yang kini sudah menginjak bulan ke 5.
Setelah semuanya selesai nisa keluar rumah sakit. Di seberang jalan ada sepasang mata yang memperhatikannya dengan seksama.
Putra yang melihat nisa pun keheranan. Untuk apa nisa ke rumah sakit. Dan ia melihat ke arah perut nisa.
Apa nisa hamil? Kok gue gatau kalau dia udah nikah. Perasaan waktu itu dia belum nikah. Terus anak siapa yang di kandung nisa saat ini. Bicara sendiri
Putra yang penasaran ia ingin menanyakan langsung ke naufal. Dan bergegas memasuki mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sesampai di perusahaan naufal ia langsung masuk tanpa permisi karna karyawan naufal sudah hafal dengan teman temanya naufal. Putra menaiki lift dan menekan tombol. Setibanya di lantai tempat naufal ia langsung mengetuk.
Tok tok tok
" Masuk " kata naufal
" Kusut amat bro muka lu " kata putra.
" Ada apa lu kesini? " tanya naufal.
__ADS_1
" Wiih santai bro. Gue kesini mau liat keadaan lu aja. Kok lu bisa kaya gini sih fal? " kata putra yang iba melihat keadaan sahabatnya itu.
" Entahlah. Gue kepikiran nisa mulu. Gue udah ngelakuin hal yang tak pantas ke nisa. Gue salah put " kata naufal yang sedikit berkaca kaca.
Naufal sendiri binggung akhir akhir ini ia merasa baperan. Sedikit dikit nangis.
" Kesalahan apa yang buat lu kaya gini " tanya putra.
" Gue udah perkosa dia putra. Entah berapa kali malam itu. Gua brengsek, gue bejat put. Engga seharusnya gue kaya gitu ke nisa " jawab naufal sambil menunduk.
" Kapan lu lakuin itu " tanya putra lagi.
" Sekitaran 6 bulan lalu. Pas kita mabuk itu lalu nisa yang anter gue ke apartemen " jawab naufal
Apa jangan jangan nisa hamil anak naufalnya. Mungkin juga usia kandungannya sekitaran 5 bulanan. Gue harus mastiin ini. Biar sohib gue tidak kacau begini. Tenang fal gue pasti bantu lu. Buat ketemu nisa dan mengetahui kalau dia hamil anak lu fal. Lu bentar lagi jadi ayah fal. Gue yakin nisa hamil anak lu. batin putra.
" Gue balik dulu fal. " kata putra
" Cepet amat lu perginya " kata naufal.
" Ohnya fal. Coba lu cari alamat rumah nisa atau teman temannya nisa. Siapa tau lu bisa krtemu nisa dan tau alamatnya " kata putra dengan mengusulkan.
" Ide bagus. " kata naufal.
" Ngomong ngomong lu tau temannya nisa di mana? " tanya putra.
Sepertinya gue tau temannya nisa. Kalau ga salah dia bekerja disini juga. Aaaah iya namanya lia lia begitu. Pasti dia temannya nisa. Kenapa engga terpikirkan siih. Aaaah nisa kau mengalihkan dunia ku. Entah kapan aku mulai cinta dan sayang kamu. batin naufal.
" Gampang masalah itu. Thanks bro " kata naufal yang menghampiri putra dan memeluknya.
" Sama sama bro. Kaya sama siapa aja lu. Kita kan teman fal. Jadi sebagai teman harus saling membantu " kata putra yang membalas pelukan naufal
Di rumah naufal.
Orang tua naufal yang heran dengan putra mereka. Apa yang terjadi sampai sampai anaknya begitu kacau.
Tinggalkan jejak kalian guys.
Dan jangan lupa komennya.
__ADS_1
Terima kasih
Salam dari FADIL