
3 BULAN KEMUDIAN
Kandungan nisa sudah memasuki trimester terakhir. Tinggal menunggu waktunya tiba. Entah itu pagi, siang, sore atau malam.
Di kamar nisa merenungi akan nasibnya. Di lecehkan serta di perkosa sampai beberapa kali dan kini hamil besar.
' Sayangnya bunda sebentar lagi kamu lahir sayang. Bunda harap kamu jadi anak yang sholeh / sholeha. Menjadi orang sukses seperti ayahmu. Bunda sudah tidak sabar menunggu waktu itu tiba ' kata nisa sambil mengelus perut buncitnya.
Selama kehamilannya nisa hanya 2 kali usg. Itu menanyakan perihal bayinya tubuh sehat sempurna atau tidak. Letak posisinya sudah benar atau belum.
Ia tak pernah mau tau anak yang akan di lahirkan nanti berjenis kelamin perempuan atau laki laki.
Tok tok tok
" Masuk " kata nisa
" Sedang melamun apa? Apa kabar cucu ibu. Ibu sudah tak sabar untuk ketemu cucu ibu. Jangan lama lama di dalam sananya nak. Bunda, ibu dan ayah sudah menunggu kehadiran kamu nak " kata ibu sambil mengajak ngobrol perut nisa.
" Tidak melamun kok bu. Mungkin setelah melahirkan nisa ingin bekerja kembali. Nisa tidak mau terus terusan bergantung pada ayah dan ibu " kata nisa dengan mata yang berkaca kaca 😢😢😢
" Kamu kan anak kami nak. Sudah sewajarnya itu " kata ibu.
" Tapi bu " kata nisa berhenti berbicara.
" Sssssttttt. Sudah jangan kamu pikirkan. Untuk biaya persalinan pun kami sudah menyiapkannya untukmu " kata ibu dengan tersenyum.
" Terima kasih bu " kata nisa dengan memeluk ibunya.
" Ayo kita siapkan kebutuhan kamu untuk persalinan nanti " kata ibu yang mengajak nisa mempersiapkan kebutuhan nanti.
Ibu dan nisa sedang sibuk memasukan perlengkapan bayi mulai dari popok, gurita, baju bayi, bedongan, topi dan handuk ke dalam tas.
Nisa yang tadinya biasa mulai merasakan kesakitan luar biasa.
" Bu, perut nisa sakit bu. Sakit bu " rintihan nisa
" Jangan jangan kamu akan melahirkan sayang. Ayo cepat kita ke rumah sakit " kata ibu membantu nisa berdiri.
Ibu langsung mengambil tas yang sudah ada perlengkapan bayi segera keluar rumah. Ibu yang khawatir karna nisa sudah mengeluarkan cairan ketubannya.
" Bertahannya sayang. Kamu istigfar aja nak " kata ibu.
" Astagfiruallah halazim. Astagfiruallah halazim " nisa terus terus beristigfar.
__ADS_1
Akhirnya bu nisa mendapakatkan taxi dan segera berangkat ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit.
Ibu berteriak kepada suster agar anaknya segera di tolong karna akan melahirkan. Nisa segera di bawa ke ruangan bersalin dan langsung di tangani oleh dokter.
" Mohon tunggu di luar bu " kata suster.
" Tapi sus anak dan cucu saya membutuhakan saya "
" Ibu tenang saja. Anak dan cucu ibu lagi di tangani dokter. Saya permisi dulu " kata suster langsung masuk ke ruangan bersalin nisa.
Tepat pada hari jumat pagi pukul 12.00 siang lahirlah anak laki laki dengan bibir merah.
Ibu nisa yang mendengar tangisan bayi dalam ruangan nisa menangis terharu. Karna ia sudah resmi menjadi nenek.
' Alhamdulillah ya allah. Akhirnya cucu ku lahir ke dunia. Terima kasih ya allah selalu melindungi anak dan cucuku ' kata ibu dalam tangis
Akhirnya dokter keluar dengan membawa bayi munggil yang masih berlumuran darah. Ibu langsung memberikan tas yang sudah ada perlengkapan bayi tersebut dan menangis bahagia.
Setelah semuanya selesai di bersihkan. Nisa sudah di pindahkan ke ruang inap biasa. Dan datang lah suster membawa anak nisa untuk di susui.
Nisa mengambil bayi munggil dari tangan suster. Seketika nisa menangis bahagia. Perjuangan selama sembilan bulan kini terbayarkan.
" Selamat datang sayang. Alhamdulillah bunda melahirkan bayi yang begitu lucu. " Nis sudah tidak tahan untuk tidak menangis. Akhirnya air mata itu pun turun.
" Selamatnya sayang. Sekarang kamu sudah menjadi ibu. Ibu bangga sama kamu nak. Jaga cucu ibu dengan baik. Didik dia sebagaimana ibu dan ayah mendidik kamu " kata ibu.
" Iya bu. Terima kasih selama ini ibu sudah menjaga nisa selama masa kehamilan dan melahirkan " kata nisa masih mengendong bayinya.
" Ibu keluar sebentarnya. Ibu mau memberi tahu ayah kabar bahagia ini " kata ibu dengan tersenyum.
Ibu nisa keluar ruangan nisa langsung menelepon sang suami.
" Halo, assalamualaikum yah " kata ibu
" Waalaikumsalam bu. Ada apa bu " tanya ayah.
" Ibu mau memberitahu bahwa cucu ayah telah lahir. Dia tampan yah. Mmmmm. Mungkin seperti ayahnya. Sekarang nisa di rumah sakit yang dulu nisa di rawat " kata ibu.
" Benarkah bu? Alhamdulillah ya allah. Iya bu. Nanti ayah ke sana" kata ayah sembari bersyukur.
Ibu nisa masuk kembali ke ruangan nisa melihat anaknya yang masih menggendong bayinya dengan senyum yang tak pernah luntur dari bibir anaknya.
Di perusahaan naufal.
__ADS_1
Lia yang sibuk dengan kertas kertas yang sedang di butuhkan karna sudah deadlinenya.
Setelah selesai ia segera memberinya ke atasan lia. Sialnya ia yang harus menyerahkannya langsung ke CEO.
Entah mengapa ia begitu benci melihat bosnya itu. Karna dia hidup nisa jadi susah. Ia berusaha menahan amarah. Pada hal matanya sudah memerah. Ia langsung mengetuk pintu ceo itu.
Tok tok tok
" Masuk "
" Misi pak. Saya bawa berkas berkas yang bapak minta " kata lia dengan menyodorkan berkas itu.
" Kalau begitu saya pamit dulu pak " pamit lia.
" Tunggu sebentar. Kamu temannya nisa kan " tanya naufal.
Mau apa dia menanyakan aku temannya nisa atau bukan? pikir lia.
" Iya pak. Saya temannya nisa. Kenapa pak? " jawab lia.
" Kamu tau rumah nisa dimana " tanya naufal lagi.
" Untuk apa bapak menanyakan nisa? Apa bapak belum cukup sudah menghancurkan masa depannya. Apa belum cukup bapak memperkosanya dan melecehkannya " jawab lia yang sedikit berteriak.
Naufal kaget mendengar ucapan lia. Bagaimana ia tahu masalah ini. Apa jangan jangan nisa yang memberitahunya.
" Bapak kenapa diam. Apa yang saya bicarakan itu benar kan? Anda yang membuat teman saya menderita. Apa lagi saat ia mual dan muntah gara gara benih yang anda tinggalkan itu " kata lia yang sudah berkaca kaca.
Naufal sendiri tak mengerti apa yang di bicarakan oleh lia. Mual dan muntah apa nisa. Banyak pertanyaan yang ada di benak naufal saat ini.
Tak lama bunyi telepon. Itu berasal dari lia saat lia lihat siapa penelepon tersebut langsung menjawab.
📞 Lia : Assalamualaikum bu.
📞 Ibu : Waalaikum salam lia. Ibu mau memberi tahu bahwa nisa sudah melahirkan. Anaknya laki laki li.
📞 Lia : alhmdulillah. Aku ikut senang mendengarnya. Insya allah setelah pulang bekerja aku kerumah sakit.
📞 Ibu : Baik ibu tunggu di rumah sakit. Ajak tia sekalian
📞 Lia : iya bu. Nanti lia sampaikan ke tia. Kalau begitu lia tutup dulu teleponnya. Assalamualaikum
📞 Ibu : iya nak. Waalaikum salam
__ADS_1
Happy reading guys.