KENANGAN BURUK

KENANGAN BURUK
part 13


__ADS_3

Iyang pun turun dari mobil dan menghampiri kami dan membawakan tas kami yang berisikan baju kotor kami pas pesta. Tak mungkin kan aku ke rumah dengan gaun indah itu. Yang ada orang tuaku curiga lagi.


" Silahkan tuan dan nona " kata iyang dan membukakan pintu mobil. " Mmmm. Terima kasih sepertinya aku tidak bisa ikut dengan pak naufal. Aku bisa pulang dengan ojek online / taksi " kataku. " kalau begitu kami permisi dulu nona " kata iyang berjalan ke arah kemudinya.


Mobil pak naufal pun pergi meninggalkan ku. Aku langsung membuka tas dan memesan ojek online tak butuh lama ojek pesanan ku datang dan aki langsung naik dan pergi dari hotel tersebut.


Aku pun sampai dirumah dengan selamat. Dan membayar ongkos ojekku. Aku langsung masuk kerumah tanpa mengetuk pintu dulu. Jam jam segini pasti ibu sedang sibuk dengan pekerjaan rumah tangganya.

__ADS_1


Aku melihat ibu yang sedang menyetrika pakaian pakaian kerja ku dan ayah. Aku berjalan dengan pelan pelan agar tak di ketahui oleh ibu dan memeluk beliau dari belakang dan membuat beliau sedikit kaget akan kedatangan ku.


" Astaga nisa, kamu bikin kaget ibu aja. Kamu sudah pulang sayang. Gimana dengan meeting kamu. Kemarin ada yang telepon ke rumah dan bilang kalau kamu akan meeting di luar kantor. Kamu sudah makan belum? Apa mau ibu siapkan untukmu" kata ibu masih tetap dengan menyetrika


Aku cuma menggelengkan kepala tanda tidak. " Tidak bu, aku tadi sudah makan dengan atasanku. Aku hanya ingin mandi dan merebahan di kasur empukku bu " ucapku masih tetap memeluk ibu dan berjalan ke arah kamarku.


Aku pun masuk ke kamar dan merebahkan badanku tak terasa ketiduran hingga menjelang magrib. Aku bangun langsung masuk ke kamar mandi memulai ritual mandiku.

__ADS_1


Aku keluar dari kamar dan ku lihat ke dua orang tuaku yang sudah ada di meja makan. Aku langsung memeluk ayah dan bermanja manja dengan kedua orang tuaku.


" Aduh nisa sudah dong peluk peluk ayahnya. Kamu kan sudah besar suatu hari nanti kamu bakalan nikah masa kamu begini terus. Malu nanti sama suami kamu " kata ayah. " Mungkin nisa tidak menikah yah bu. Nisa masih trauma sama kejadian dulu. Dan nisa juga tidak mau meninggalkan ayah sama ibu. Nisa masih pengen seperti ini terus " kataku dengan melepaskan pelukanku dan duduk di samping ibu.


" Husssh. Ga baik ngomong seperti itu nisa. Bagaimana pun kamu harus menikah. Lupakan kejadian dulu nak. Tak baik untukmu sayang" kata ibu sambil mengelus elus punggungku.


" Bagaimana nisa melupakan kejadian memilukan itu bu. Sampai sekarang nisa masih dendam dengan laki laki bejat itu yang entah dimana keberadaannya sekarang. Kalau suatu saat nanti nisa bertemu dengannya akan nisa pukul dengan kayu atau batu. Dia tidak merasakan apa yang nisa rasakan saat itu. Setelah ia lakukan itu pada nisa dia entah pergi kemana hilang di telan bumi. Satu sekolahpun tak ada yang tau bu. Ibu pasti paham dan mengerti dengan keadaan nisa seperti apa " ucapanku yang sedikit marah.

__ADS_1


__ADS_2