KENANGAN BURUK

KENANGAN BURUK
Part 14


__ADS_3

Setelah selesai makan aku langsung ke kamar dan merebahkan tubuuhku menatap langit langit kamarku.


"Aku benci dia. Gara gara dia masa depan ku hancur. Semoga aku tidak lagi bertemu dengan laki laki brengsek itu" teriakan ku di dalam kamar.


Ibu nisa yang mendengar anaknya teriak teriak pun langsung menghampiri kamarnya. " Nisa, kamu kenapa sayang teriak teriak di kamar. Buat ibu khawatir saja coba kamu cerita sama ibu nak " kekhawatiran ibu sambil memelukku.


" Maafin nisa bu. Nisa gaa bisa jagain diri nisa sendiri. Nisa selalu ke ingat kejadian itu. Nisa takut kalau suatu hari nanti nisa bertemu dengannya lagi. Nisa juga takut kalau dia akan melakukan hal yang sama ke nisa seperti dulu " berbicara sambil nangis di pelukan ibu.

__ADS_1


" Sudah lah nisa jangan di pikirin itu. Itu sudah jadi masa lalu kamu. Jangan pernah menengok ke belakang sayang. Kamu harus menata masa depan. Lihatlah ke depan di sana ada masa depan kamu. Ibu yakin kalau laki laki itu sudah menyesali perbuatannya ke kamu. " kata ibu sambil menggelus elus punggung ku dan mengendurkan pelukan ibu.


" Entah lah bu. Nisa tak yakin dengan hal itu. Semoga saja nisa tak bertemu lagi dengannya " harapanku


" Mungkin suatu saat nanti kamu benar benar bertemu dengannya lagi kamu harus bisa mengontrol diri kamu. Jangan perlihatkan kelemahan kamu di depannya sayang. Ibu yakin kamu bisa sayang " kata ibu memengang tanganku.


" Kami sebagai orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya sayang. Ibu dan ayah tidak merasa di repotkan malah kami senang kamu hadir di tengah tengah keluarga kami. Ya sudah kamu sudah merasa baikan ibu tinggal ga apa apakan. Ibu kaget dengar kamu teriak teriak gitu di kamar jadi lupa sama cucian piring yang di tinggalkan " senyuman ibu dan berjalan ke arah pintu.

__ADS_1


Ibu nisa pun meninggalkan kamar putri kesayangannya itu lalu kembali ke dapur untuk mencuci piring. Ayah nisa yang melihat istrinya yang kembali ke dapur pun bertanya " Bu, nisa kenapa teriak teriak seperti itu di kamarnya " kata ayah.


" Nisa, ingat kejadian yang tak mengenakan itu yah. Ibu sedih lihat putri kita seperti itu. Ibu ga mau nisa kaya dulu lagi nisa yang pendiam dan pemurung. Ibu pengen nisa yang sekarang ceria tersenyum kepada kita. Ibu berharap semoga laki laki itu tidak datang lagi. Ibu takut kalau kejadian itu terulang kembali itu yang membuat ibu risau yah " kata ibu sedikit menangis dan memeluk suaminya.


" Ayah ngerti bu. Ayah juga tidak mau kalau anak kita seperti dulu lagi. Ayah senang dengan nisa yang sekarang. Semoga doa kita di jabbah sama gusti allah. Kita berdoa saja untuk nisa ke depannya " menguatkan hati sang istri.


Pagi pun telah tiba. Sinar sang pajar pun sudah nampak terlihat di sela sela jendela nisa.

__ADS_1


" Aaaaah nyeyak sekali tidurku. Baru kali ini tidur senyeyak ini mungkin efek semalam yang habis nangis. Sudahlah jalani saja kehidupan sekarang. Benar kata ibu sekarang jangan pernah menengok ke belakang karna itu sangat menyakitkan " masih duduk di tempat tidur


__ADS_2