
Mobil mewah itu pun sampai di sebuah gedung tinggi dan sesampainya di depan lobby mobil itu pun berhenti. Petugas hotel pun menghampiri dan membukakan pintu untuk kami.
" Selamat datang tuan dan nyoya " ucap pelayan itu. Naufal dan nisa langsung turun dari mobil. Langsung berjalan ke arah ballroom di hotel ini. Dimana acara di laksanakan di sana.
Nisa dan naufal memasuki ruangan tersebut sambil mengandeng tangan naufal. Semua mata tertuju kepadanya. Banyak yang mengagumi pasangan itu. Banyak yang bilang serasi. Laki laki yang tampa dan wanita cantik. Apa lagi namanya kalau bukan serasi.
Sebenarnya Nisa risih di tatap begitu. Ia melihat sekeliling banyak petinggi petinggi perusahaan yang hadir di pesta ini.
Nisa dan naufal pun menghampiri sepasang suami istri tak lain adalah orang tuanya naufa. " Pi , Mi " ucap naufal. " Astaga anak mami tampan dan gagah sekali malam ini " ucap mami naufal sambil menyanjung anaknya.
__ADS_1
" Aku memang selalu tampan dan gagah seperti papi " bangganya naufal. " Ngomong ngomong kamu ke sini sama siapa ? bukannya tadi kamu bilang tak jadi ke sini. Dan kenapa tiba tiba ada disini " menanyakan ke naufal. Tanpa melihat ke arah nisa.
" Mmmmmm. Aku ke sini sama nisa mi. Nisa sini " sambil memanggilku. " Nisa, perkenalkan ini papi tama raiyan dan mami dina sari " sambil memperkenalkan ke dua orang taunya.
" Malam tuan dan nyoya. Saya nisa. Senang bisa bertemu dengan kalian " mengulurkan tanggan. " Malam juga cantik. Panggil mami papi aja. Jangan terlalu terlalu formal dengan kami sayang " kata mami dina.
" Sayang, mami sama papi kesana dulunya. Kalian nikmati dulu pestanya. Kalau gitu kami pamit sebentar " ucap sambil tersenyum manis dan pergi meninggalkan kami berdua.
" Tidak apa apa pak. Saya juga senang bertemu dengan orang tua bapak. Mereka sangat baik " ucapku. " Nisa, saya minta tolong sama kamu. Kalau di luar kantor kalau bisa jangan panggil saya bapak. Emang muka saya kaya bapak bapak apa? Panggil nama naufal saja. Hanya untuk di luar kantor " permintaannya.
__ADS_1
" Gimananya pak " ucapku sambil berpikir. " Ayo lah nis. hanya untuk di luar kantor dan hanya ada kita berdua. Disini tidak ada orang kantor " katanya.
" Mmmm. Baiklah pak eeeh maksudnya Mas naufal. " ucapku dengan sedikit gugup. " Tadi kamu panggil apa " bertanya. " Mas naufal. Memang ada yang salah dengan sebutan itu. Bapak tidak sukanya kalau saya memanggil seperti itu " jawabku.
" Ya sudah kalau tidak suka. Saya kembali memanggil bapak di luar kantor dan di kantor " jawabku lagi. " Tidak apa lah yang penting bukan bapak. Saya senang kamu manggil dengan MAS " ucapnya sambil tersenyum.
Ya ampun, senyumnya manis sekali. Coba di kantor tersenyum seperti itu bukannya dengan muka dingin dan jutek. Dalam hati nisa
" Kamu tidak apa apa nis. Apa kamu sakit? Kalau tidak enak badan kita pulang saja " sambil melambai lambaikan tangan. " Aaah tidak pak maksud saya mas. Kan pestanya belum selesai " sedikit senyum.
__ADS_1
" Kamu kalau seperti ini terus bikin saya jatuh cinta. Sekalian saya menebus kesalahan saya di jaman sekolah. Mungkin dengan cara kita dekat bisa perlahan mengobati luka mu " ucap naufal dalam hati