KENANGAN BURUK

KENANGAN BURUK
Part 33


__ADS_3

" Untuk saat ini nisa belum kepengen apa apa bu " kata nisa.


" Kamu istirahat laginya. Jangan banyak pikiran dulu " kata ibu.


Nisa segera kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Sesekali ia memejamkan matanya. Dan nisa pun berhasil ia tidur kembali. Ibu nisa yang melihat anaknya yang tidur iba dan menangis. Ia meratapi nasib anak dan calon cucunya.


*Maafkan ibu mu ini nak. Maaf ibu sudah merahasiakan kehamilanmu ini. Ibu takut kalau kamu depresi seperti dulu. Ibu senang karna melihat mu kembali ceria. Maaf untuk kali ini ibu harus membohongi mu nak. Yang ibu lakukan ini semata mata untukmu sayang.


Dan untuk calon cucu nenek, kamu baik baiknya di dalam perut bundamu. Jangan merepotkannya. Kalau nanti kamu sudahh lahir dan besar. Nenek berharap kamu bisa menjaga bunda. Sudah cukup ia menderita selama ini*. Kata ibu sambil mengelus perut nisa.


Setelah beberapa hari di rumah sakit. Nisa pun di izinkan pulang hari ini. Karna keadaan nisa sudah normal kembali. Orang tua nisa tetap merahasiakan kehamilnya sampai waktunya tiba.


3 BULAN KEMUDIAN


Nisa yang keheranan melihat tubuh nya dan memfokuskan matanya ke area perut. Ia merasa ada yang aneh. Semakin lama perutnya semakin membesar.


Kok aku tambah gendut ajanya. Tapi kok gendutnya di perut doang. Dan akhir akhir ini aku merasakan ada sesuatu yang bergerak di dalam perutku. Kata nisa yang melihat dirinya sendiri di cermin


Tak lama ibu nisa masuk ke kamar nisa tanpa mengetuk pintu. Ia melihat anak gadisnya sedang bercermin. Ia merasakan sedih melihat keadaan anaknya. Hamil tanpa seorang suami. Ia langsung menghampiri nisa.


" Nisa sayang " panggil ibu.


Nisa pun menengok ke arah sumber suara. Disana ada ibu tersayangnya dengan raut wajah yang sedih.


" Ibu kenapa? " tanya nisa


" Ibu tidak apa apa nak " jawab ibu


" Bohong! Pasti ibu bohong sama nisa. Ibu kenapa sedih " kata nisa yang penasaran


" Maafkan ibu dan ayah nak. Maafkan kami " tangis ibu pun pecah sambil duduk lemas di hadapan anaknya.


" Ibu bangun. Jadi seperti ini bu. " kata nisa yang membantu ibu bangun


" Sebenarnya ada apa bu. Kenapa ibu sedih, jangan buat nisa khawatir dong bu kalau ibu seperti ini. Nisa gatau ada apa sebenarnya " kata nisa


" Maafkan ibu dan ayahnya nisa " kata ibu sambil meminta maaf ke nisa


" Iya iya. Sudah nisa maafkan kok. Jadi bisa katakan apa yang terjadi sebenarnya ke nisa?? " sedikit penasaran.


" Perut kamu sudah mulai membesar nya sayang." kata ibu sambil mengelus perut nisa

__ADS_1


" Oooh iya bu. Nisa aneh dengan perut nisa. Semakin kesini perut nisa semakin besar seperti yang sedang mengandung " kata nisa seraya menatap ke bawah


" Ibu mau ngomong serius sama kamu. " kata ibu dengan wajah yang serius.


" Ibu duduk aja dulu. Biar enak mengobrolnya " mengajak ibu duduk di ranjang.


Ibu nisa pun duduk berdua dengan nisa. Tak lupa ia terus mengelus perut nisa sambil tersenyum.


" Jadi begini sebenarnya kamu ha ha hamil nak. Kandungan kamu sudah 5 bulan sekarang. Ibu mohon jaga dia baik baik. Dia engga salah nisa. Yang salah itu ayahnya " kata ibu dengan gugup


" Apaaaaaaa??? Nisa hamil bu " nisa yang terkejut dan tak percaya apa yang ibunya ucapkannya itu.


" Iya sayang kamu hamil. Ibu sudah tau kejadian terakhir. Maaf kan ibu nisa. Ibu tidak bisa menjaga kamu. Sampai sampai kamu kehilangan kehormatan sebagai wanita " kata ibu dengan berlutut di depan nisa


Nisa binggung? Apakah ia harus bahagia apa bersedih. Nisa yang sibu dengan dunia pikirannya sendiri. Dan tak lama ia kembali tersadar karna mendengar suara tangis sang ibu


" Ibu duduk saja. Tidak enak seperti ini. Sudahnya bu, tidak ada yang perlu meminta maaf dan di maafkan. Mungkin ini sudah takdir nisa seperti. Mau di apakan lagi bu. " kata nisa dengan muka serius


" Tapi nisa ibuuu " belum selesai bicara bibir ibu di tahan oleh jari nisa.


" Ssssssstttt. Ibu jangan punya pikiran yang engga engga ke nisa. Malah nisa bersyukur karnaa di titipkan makhluk mungil di perut nisa yang kecil ini " kata nisa sambil mengelut perut gendutnya itu.


" Alhamdulillah ibu lega kalau sudah mengantakannya. Ibu takut kamu defresi lagi seperti dulu lagi. Ibu engga mau itu sampai terjadi lagi " kekekhwatiran ibu


FLASH BACK ON


Di perusahaan naufal


Naufal yang sibuk dengan kertas kertas yang menumpuk. Sesekali ia mihat tempat duduk yang biasa nisa pakai. Kini kosong tak ada orangnya.


Di pikiran naufal mungkin nisa sedang tidak mau bertemu dengannya. Ia merasa bersalah kepada nisa karna sudah melakukan pemerkosaan kepadanya.


Krinngg kriiing kriiing ( Suara telepon kantor berbunyi )


" Iya halo " sapa naufal


" Maaf mengganggu pak. Ada pak putra yang ingin bertemu dengan bapak " kata iyang di telepon.


" Suruh masuk saja yang " kata naufal


" Baik pak " kata iyang sambil menutup telepoonnya

__ADS_1


Iyang memberi tahu ke putra bahwa bosnya menunggu di dalam. Dan di jawab dengan anggukan kepala putra.


Putra tanpa permisi langsung masuk ke ruangan naufal. Ia merasa aneh melihat sahabatnya yang sedikit berantakan.


" Hampir jam makan siang bro. Masih sibuk aja " kata putra sambil duduk di depan naufal


" Tau sendiri kan kerjaan gue kaya gimana " kata naufal yang masih sibuk.


" Ohnya itu bangku kosong " kata putra sambil menunjuk ke meja nisa bekerja.


" Tidak. Mungkin orangnya sedang tidak enak badan dan tidak masuk " kata naufal dengan melihat sekilas ke meja nisa


" Siapa yang duduk di situ bro? " tanya putra


" Seorang perempuan pastinya " jawab naufal


" Iya siapa orangnya? Cantik ga orangnya " penasaran putra.


" Cantik " jawab singkat naufal.


Naufal dan putra sedang asyik mengobrol dan memeriksa berkas berkas. Tiba tiba pintu di ketuk


Tok tok tok ( Cekrek pintu terbuka )


" Maaf pak mengganggu waktunya " kata hrd.


" Ada apa pak? " tanya naufal


" Ini saya menyerahkan surat pengunduran diri. Dari salah satu karyawan kita pak " kata hrd sambil menyerahkan amplop coklat itu.


Nuafal mengambil amplop tersebut dan melihat isi dari surat tersebut. Matanya membulat tak percaya bahwa nisa mengundurkan diri.


" Kapan amplop ini ada di tangan kamu " tanya naufal.


" Kemarin pak. Dia sendiri yang menyeerahkanya ke saya. Kalau begitu saya pamit dulu pak " jawab hrs sekalian undur diri


Naufal tau nisa mengundurkan diri dari perusahaannya karna ia merasa takut dengan naufal. Setelah apa gang di lakukan naufal terhadapnya.


Tinggalkan jejak kalian guys.


Terus dukung author ini dengan vote novel di di cover novel.

__ADS_1


Terima kasih


salam kenal dari ARIE FADILAH


__ADS_2