
Setelah selesai dengan makan siangku. Segera aku menyusul pria dingin dan cuek itu. Sesampainya di depan ruangan aku langsung masuk saja tanpa permisi terlebih dahulu.
" Cepet juga kamu selesai makan dan sampai kesini " katanya dengan senyuman anehnya itu. " Iya pak " kataku dengan senyuman manis. " Maaf pak sebenernya kita mau kemana " tanyaku.
Di tanya malah diem aja. Pada hal kan tadi yang menyuruhku ke sini dan setelah alu kesini malah seperti ini. Membuat ku bertanda tanya. Gumamku
" Kau tak perlu tau kita akan kemana. Jadi kau nurut saja apa yang aku bilang " jawabnya yang dingin. " Mmm. Apa pak iyang dan sekertaris bapak akan ikut juga " tanya kepadanya yang sedikit penasaran.
" Tidak. Hanya kau dan aku saja yang ikut. Iyang akan mengurus semuanya selama aku pergi. Dan sekertaris ku juga akan mengerjakan semua perkerjaanmu " jawabnya tanpa melihat ke arahku.
" Tapi pak " tanyaku. " Tidak ada tapi tapian nisa. Bersiap lah aku akan tunggu di parkiran bawah tanah. Kau tau kan mobilku yang mana " kata naufal.
" I...iya pak. Saya akan mengambil tas dulu " terpaksa mengiyakan ajakannya. Sebenernya banyak sekali pertanyaan pertanyaan yang ada di otak ku saat ini.
__ADS_1
Entah akan di bawa kemana aku ini. Aku pun langsung masuk ke lift dan tekan tombol ke lantai paling bawah yang mengarah langsung ke parkiran.
Tak lama aku melihatnya di depan mobil mewah berwarna hitam mengkilat. Dia pun melihat ku dan menyuruhku masuk ke dalam mobilnya itu.
Di dalam mobil tidak ada satu kata pun yang kami lontarkan. Hening dan kesunyian yang ada. Aku yang melihat arah keluar jendela. Sedangkan dia masih fokus dengan menyetir.
Tidak butuh lama mobil ini memasuki kawasan rumah mewah dan elegan dan terbuka lah pintu gerbang tersebut.
Aku melihat banyak orang yang berseragam bodyguard berdiri di depan pintu.
Mereka pun keheranan dengan tuan mereka membawa seorang gadis kerumahnya. " Tumben tuan membawa seorang gadis ke rumah. Biasanyakan gadis gadis itu yang ke datang dan menyanyakan tuan. Tapi sekarang berbeda " kata mereka dengan tersenyum.
" Gadis itu cantik. Cocok dengan tuan benerkan " kata laki laki yang pertama. " Benar. Mereka sangat cocok aku berharap tuan segera mempunyai istri yang baik dan cantik " kata laki laki kedua. " Sepertinya gadis itu baik. Aku berharap bahwa dia yang akan jadi nyoya di rumah ini " Kata laki laki ke tiga.
__ADS_1
Di dalam rumah
Kok rumah ini sangat sepi. Pada kemana orang orang di rumah ini. Tidak ada tanda kehidupan di rumah yang besar ini.
Salah satu pelayan masuk membawakan minuman untuk nisa. Dan meletakkannya di meja beserta cemilannya. Di benak para pelayan senang karna akhirnya tuan mereka membawa gadis cantik masuk ke rumah ini.
" Silahkan di minum nona " kata pelayan itu dengan senyuman. " Iya terima kasih " ucapku dengan senyum juga.
Pelayan itu baru pertama mendengar kata terima kasih dari seseorang. Selama ia bekerja tidak ada satu pun yang berkata seperti itu.
Next partnya.
Seperti sebelumnya.
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian berikan 👍 ❤ dan komennya.
TERIMA KASIH 😊😊😊