KENANGAN BURUK

KENANGAN BURUK
Part 38


__ADS_3

Setelah teleponan dengan ibunya nisa lia pamit ke naufal. Karna ia tak sabar memberitahukan ke tia kabar baik ini.


" Kalau sudah tidak ada yang ingin bapak bicarakan saya undur diri dulu. Karna saya banyak pekerjaan " kata lia dengan ketus.


Lia keluar dari ruangan naufal dan segera menelepon sahabat baiknya itu.


Tuuut tuuut tuuut.


📞 Tia : hallo.


📞 Lia : Ti, aku punya kabar bahagia ni. Mau tau gaa apa kabar bahagianya


📞 Tia : Paling geh kamu dapet lontre atau apa. Itu mah udah ga aneh lah.


📞 Lia : bukan itu oneng. Kita jadi aunti tia. Kita jadi aunti. Nisa sudah melahirkan. Tadi ibu menelepon ke aku dan kasih kabar ini.


📞 Tia : ooooh benaran nisa sudah lahiran? Kapan??? Hayu kita kesana sekarang li. Aku engga sabar pengen cepet ketemu ponakan baru aku. Pengen liat mukanya mirip siapa? Ibunya kah atau ????


📞 Lia : Tadi siang sekitaran jam 12 siang. Nanti saja kalau jam kantor ku sudah selesai. Memangnya kamu tak ada jadwal dokter mu itu. Mudah mudah sih mirip nisanya. Jangan mirip ke naufal. Aku tau siih dia yang nebar benih tapi kok aku gaa rela kalau anak nisa mirip bapanya.


📞 Tia : Oke kalau gitu. Sebelum ke rumah sakit kita mampir dulu beli kado buat ponakan baru kita. Aku beli apanya?????


📞 Lia : kita ketemu di tempat biasa aja. Biar kita nyari bareng kadonya.


📞 Tia : oke. Tunggu aunti yang cantik ini sayang.


📞 Lia : Ya sudah aku tutup teleponnya dulunya. Bye


📞 Tia : Mmm. bye


Tak lia sadari naufal yang mendengar percakapan lia dengan temannya itu. Ia terkejut apa yang lia bicarakan itu benar. Nisa hamil anaknya. Hamil anaknya. Itu yang terus teringat di pikiran naufal saat ini.


Sayang benaran kamu hamil anak aku. Dan sekarang anak aku sudah lahir. Apa dia tampan seperti ku atau cantik seperti mu sayang. Maaf kan aku yang sudah memberikan luka dan beban untukmu. Maaf selama masa kehamilan kamu aku tak berada di sampingmu. Aku bahagia nisa. Aku bahagia. Aku jadi ayah sekarang. Aku punya anak. dalam batin naufal dan mata berkaca kaca.


Naufal yang tak sabar ingin melihat nisa dan anaknya. Ia sangat antusias segala yang ia kerjakan agar bisa pulang cepat. Segera menghubungi iyang.


📞 naufal : yang, cari tau rumah sakit mana nisa dan anak ku di rawat saat ini. Aku kasih waktu 30 menit.

__ADS_1


📞 iyang : ba baik pak.


Sejak kapan pak naufal dan nisa ada hubungan. Kenapa sekarang beliau bilang anaknya dengan nisa. Sebenarnya apa yang terjadi di antara mereka berdua.


30 menit kemudian.


tok tok tok


" Masuk " kata naufal di dalam.


" Misi pak. Saya sudah menemukan nona nisa di rumah sakit xxxx di kamar no 2. Nona nisa melahirkan bayi laki laki " kata iyang.


" Alhamdulillah. Terima kasih yang. Suda meneukan mereka " kata naufal yang bahagia.


" Sama sama pak. Saya kembali bekerja dulu ".


Naufal sangat bahagia karna telah menjadi seorany ayah dari bayi tampan. Di sela kebahagiannya ada juga kesedihan. Naufal takut kalau nisa marah dan membencinya.


Ia sadari bahwa dia salah. Apa kah nisa mau memaafkanya atau tidak. Kesalahannua cukup besar terhadap nisa.


Jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Naufal bergegas untuk ke rumah sakit yang di antar oleh iyang.


Di ruangan nisa ada ibu dan ayahnya. Karna ayah belum lama tiba di rumah sakit. Kedu orang tua nisa sangat bahagia kehadiran cucu mereka. Dan berharap kebahagiannya putri mereka tidak sampai di sini saja.


" Nis, kamu sudah punya nama untuk cucu ayah yang tampan ini " kata ayah yang menggendong cucunya.


" Sudah yah. Namanya RAFA PUTRA RAIYAN " kata nisa menatap sang ayah.


" Nama yang bagus. Dan kenapa kamu memberikan nama raiyan di belakangnya " tanya ayah


" Bagaimana pun di dalam dirinya ada darah keluarga raiyan yah. Rafa di ambil dari nama depan nisa. Dan nisa menambahkan putra dan raiyan. Karna sebenarnya dia anak naufal " jawab nisa


" Ibu mau tanya sama kamu nis. Seandainya dia tau bahwa kamu hamil dan melahirkan anaknya. Lalu dia kesini untuk melihat anaknya. Apa kamu mengizinkannya " tanya ibu.


" Entah lah bu. Nisa binggung! Bagaimana pun juga naufal ayah dari anak ini. Mungkin dia harus tau yang sebenarnya " jawab nisa.


Aku berharap kamu kesini mas. Lihat anak kita. Dia tampan seperti mu. Tapi apakah kamu akan kesini. Apa kamu sedang bersama wanita itu. Jujur mas aku mulai merasakan cinta di hatiku mas. Entah dari kapan aku punya rasa ini. Mungkin semenjak mengandung rafa rasa itu tumbuh dengan sendirinya. batin nisa

__ADS_1


Ibu yang melihat anaknya melamun. Beliau tau kalau anaknya sedang berharap ayah dari bayinya datang ke rumah sakit. Dan dari sorot matanya nisa terpancar aura cinta.


" Nisa, Apa kamu mencintai naufal " tanya ibu


Deg deg deg.


Jantung nisa berdebar tak menentu. Mendengar kata kata sang ibu. Ia berpikir apakah benar ia cinta naufal.


" Mmmmmmmm. Nisa nisa " jawab nisa dengan gugup.


" Sudah katakan saja dengan jujur hati kamu. Ayah dan ibu juga tak apa. Mungkin kalau bukan karna dia ayah tak akan punya cucu tampan ini " kata ayah.


" Memang ayah dan ibu tak membenci naufal. Kalian tau kan apa yang sebanarnya terjadi sama nisa " kata nisa yang sesikit berteriak.


" Kami tau nak. Allah saja maha pemaaf masa hambanya tidak. Ibu dan ayah sudah sepakat untuk memaafkan nya. Bagaimana pun juga dia adalah ayahnya RAFA " kata ayah.


Benar apa yang di bilang ayah. Allah saja maha pemaaf. Masa aku yang sebagai hambanya tidak memafkan. Tapi aku sedikit membencinya dan juga cinta. Aaaaaaah apa yang harus ku lakukan. batin nisa


" Nak, kami pulang dulunya. Dah mau magrib ibu lupa tak pakaian ganti. Nanti akan ada lia dan tia datang. Mungkin mereka yang akan menjaga kamu di sini selama ayah dan ibu belum datang. Kamu tidak apa apakan kalau ayah dan ibu tinggal " kata ibu.


" Tidak kok bu. Ibu sama ayah pulang saja. Lagian rafa sudah tidur kok " kata nisa.


" Ya sudah ayah dan ibu pulang dulu. Assalamualaikum " pamit ibu.


" Waalaikum salam " jawab salam.


Nisa kini sendirian di ruangannya. Menatap sang buah hati yang tengah tertidur. Ia merasa bahagia akan kehadiran rafa.


Tak lama dari pulangnya ayah dan ibu nisa. Pintu ruangan nisa terbuka. Nisa yang melihat ke arah pintu pun kaget dengan apa yang ia lihat sekarang. Ia tak menyangka doanya di kabulkan oleh allah.


" Ka kamu ngpain kesini " kata nisa gugup.


" Aku kesini ingin lihat putra kita nis " kata laki laki itu. Ia langsung berjalan ke arah box bayi yang berada di samping nisa.


" Untuk apa kamu melihat dia. Apa sekarang kamu menyesal huh. " tanya nisa.


" Aku aku menyesal nis. Aku menyesal semua yang aku perbuat sama kamu. Dan aku kesini juga ingin meminta maaf sama kamu " kata laki laki itu dengan sedikit gugup.

__ADS_1


Happy reading guys.


__ADS_2