
" Maaf kenapa kamu menitikan air mata" kataku kepada pelayan itu. " Aaaah tidak nona saya terharu baru kali ini ada yang bilang terima kasih kepadaku " katanya dengan muka sedih.
" Memangnya ada yang salah dengan ucapanku yang bilang terima kasih kepadamu " tanyaku lagi. " Selama saya bekerja di sini belum pernah mendengar kata itu di rumah ini. Begitu pun dengan lainnya juga " jawabnya.
" Aku mau tanya di rumah ini tidak orang lain selain pak naufal " tanya ku dengan sedikit kepo. " Tidak ada nona. Ini rumah pribadi tuan muda. Tuan tidak tinggal 1 rumah dengan orang tuanya. Kalau begitu saya pamit dulu nona mau bekerja kembali. Tidak enak kalau ketahuan sama tuan" jawabnya sedikit takut dan melirik ke kanan dan kiri.
" Tu...Tunggu bolehkan aku membantumu. Aku sedikit bosan di sini. Tidak ada kegiatan apa apa. Selain duduk sendirian di sini. Entah apa yang dia kerjakan sekarang dan kenapa begitu lama " kataku dengan memohon.
" Maafkan saya nona. Nanti saya bisa di marahin tuan kalau nona ikut saya " katanya sambil berjalan meninggalkan ku.
Iya di sini lah aku menunggu dan menunggu pria dingin itu. Bosan, jenuh, kesel tak ada yang bisa aku lakukan di sini selain menunggu sambil memainkan ponselku.
Tak lama kemudian naufal menghampiri nisa yang tengah asyik memainkan ponselnya. " Maaf. Membuatmu menunggu lama. Tadi aku mengechek email masuk dari iyang tentang perusahaan " tanya naufal.
__ADS_1
" Tidak apa pak. Sebenarnya kita mau kemana pak sih. Kenapa saya di bawa ke rumah bapak " tanya ku dengan penasaran. " Kamu ganti pakaianmu dulu. Sudah ku siapkan di kamar sebelah kamarku. Biar pelayan mengantar mu ke kamar " tanpa melihatku.
" Mari nona ikut saya " kata pelayan. " Dasar orang aneh. Di tanya bukannya di jawab kenapa di suruh ganti pakaianku. Emang ada yang salah dengan pakaianku ini " Ucapanku dengan suara pelan.
Membuat pelayan itu tersenyum bahagia kepadaku. " Baru kali ini saya melihat tuan membawa gadis kerumah ini. Biasanya nyoya besar yang membawa gadis gadis cantik ke sini untuk di kenalkan kepada tuan. Tapi tuan menolaknya " ucap pelayan itu.
Aku pun sampai di kamar tersebut. Aku takjub dengan interior ruangan ini. " Astaga kamar ini cantik sekali. Coba kalau kamarku seperti ini di rumah " lamunanku. " Nona.. Nona tidak apa apa " tangannya melambai membuat lamunanku buyar semua.
" Ini baju anda nona. Tadi tuan sudah memperintahkan kami untuk menyediakan 1 set pakaian wanita. Disini ada high heels, aksesoris dan di sebelahnya ada meja rias. Semuanya telah tersedia untuk nona " sambil menunjukkannya kepadaku.
25 menit kemudian
Aku menuruni anak tangga dengan pakain dress selutut riasan yang sedikit natural dan sedikit lipstik di mmbibirku membuat aku tambah cantik.
__ADS_1
Di sisi lain naufal yang tengah asyik memandangi bidadari tak bersayap menuruni anak tangga rumahnya membuat dia melamun dengan khayalan khayalannya.
" Eeeehhhheeem " dehemanku membuatnya terkejut. " Kamu cantik sekali nis dengan pakaian itu. Mari kita sudah terlambat " katanya dengan pipi sedikit memerah.
" Terima kasih pak. Terlamat kemana " membuatku keheranan. " Sebenarnya aku di suruh menghadiri pesta koleganya papi. Sebenarnya saya tidak mau ikut cuma papi memaksaku untuk ikut. Saya tak suka pesta pesta seperti itu membuat bosan saja " jelasnya yang sedikit panjang.
" Nah dari pada saya bete mendingan ajak kamu biar ada temannya di sana. Pasti mami dan papi akan sibuk berbincang bincang dengan temannya. Pegang tanganku " sambil mengulurkan tangannya.
Next partnya.
Berikan 👍 dan komennya.
Dan di usahakan update tiap hari.
__ADS_1
Semoga suka dengan ceritaku
TERIMA KASIH 😊😊😊