
Kenapa iyang dan sekertaris genit itu betah bekerja dengan orang ini. Aaaah iya sekertaris genit itu menyukainya. Apa kelebihan orang dingin ini sampai sampai dia terbuai. Dalam lamunanku.
Hari berganti hari
Bulan pun silih berganti
Begitu juga tahun
Tak terasa aku bekerja di perusahaan ini selama ini 2 tahun. Banyak luka liku yang datang padaku. Membuatku semangat menjalaninya karna itu banyak rintangan yang harus aku hadapi.
Toh hidup tidak semanis permen. Ada manis, pahit, asam pokoknya nano nano deh kehidupan sekarang.
Setelah bergulat dengan kertas kertas yang menumpuk jam sudah menunjukan jam makan siang. Aku langsung berberes beres untuk makan siang. Tanpa aku sadari si pria dingin itu tak berada di tempatnya. Aku mengabari lia apa dia mau makan siang bareng atau tidak.
__ADS_1
" Li, mau makan siang bareng tidak " mengirim wa. " Maaf nis. sepertinya tidak bisa. Aku tengah menyelesaikan pekerjaan ku. Karna sudah di tunggu dan deadline banget " balasan lia. " Iya sudah. Aku makan siang sendiri saja di kantor " sedikit kecewa.
" Maaf bangetnya nis. Aku harap kamu tidak kecewa dan jangan marahnya " balasan lia lagi. " Ya sudah lah. Aku makan sendiri aja. Toh lia sedang sibuk akhir akhir ini " berjalan ke arah kantin.
Sesampainya di kantin aku langsung memesan makanan. Seteleh makanannya tersedia aku mencari tempat duduk. Aku melihat meja kosong di sudut ruangan dan berpandangan keluar kantin.
Aku yang sedang menikmati makan siangku tiba tiba semua orang yang ada di kantin ramai. Aku tak menghiraukannya dan melanjutkan makananku.
" Eheem " deheman bos. " Bolehkan saya duduk disini nona cantik " kata pria itu. " Silahkan aja. Lagi pula sedikit lagi juga selesai makan siangku " kataku tanpa melihat pria tersebut.
" Ya ampun. Bapak seneng banget bikin saya kaget. Aaaaah makanan ini enak menurutku. Bapak mau " ku tawari dia. " Tidak, terima kasih aku tidak terlalu suka dengan sayur " katanya.
" Dia itu manusia apa bukan sih. Tiba tiba saja ada di depan muka. Untung aku tidak punya riwayat jantung. Kenapa siih pak harus dekat dekat dengan saya. Asal bapak tau saya itu risih di deketin begini. Karna wanita wanita disini memujamu dan menganggung anggungkan dirimu " lamunanku
__ADS_1
" Kenapa kamu melamun. Saya tahu kalau saya itu ganteng sampai sampai kamu terkesima dengan ke gantengan saya kan " Pedenya.
" Sumpah, ini orang pedenya sangat tinggi sekali. Siapa juga yang terkesima dengan ketampanan mu. Sudah sana pergi dari hadapanku. Merusak makan siangku saja " dalam hatiku yang sedikit kesal.
Para wanita wanita itu berbisik bisik melihat aku duduk berhadapa dengan bos tertinggi di perusahaan ini.
Entah mereka berbicara apa aku tidak memperdulikannya. Mungkin mereka iri denganku. Secara aku bekerja 1 ruangan dengannya.
" Oh nya nis, nanti kamu ikut saya. Selesaikan makan siang mu dulu terus keruangan saya segera " perintahnya dan berdiri dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan aku sendiri.
" Ikut kemana pak. Tapi saya masih banyak pekerjaan yang belum selesaikan " kataku. " Saya tidak suka PENOLAKAN nisa. Kamu harus tau itu " sedikit marah
" I..iya pak " gugupku. " Saya tunggu di ruangan saya " katanya sambil berjalan menjauh dariku
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir di novelku ini
tekan 👍 dan ❤ lalu beri komentar disini agar saya semangat menulis novelnya