KENANGAN BURUK

KENANGAN BURUK
Part 24


__ADS_3

Naufal melirik ke arah samping dimana baju dan celananya berada. Ia menginggat kalau dia menyuruh putra untuk menelepon nisa untuk menjemputnya.


Berarti yang membawa dirinya ke sini adalah nisa. Tapi siapa yang mengemudikan mobilnya. Setahu naufal kalau nisa tidak bisa menyetir.


Cleeek pintu kamar mandi terbuka. Naufal sangat sangat sangat terpana dengan keindahan nisa mulai dari ujut rambut hingga ke kaki.


" Mmmmm. Pak naufal dah bangun rupanya. Maafnya pak saya bawa ke apartemen bapak tanpa izin. Saya di beri tahu oleh teman bapak yang bernama putra untuk membawa bapak ke sini " kata nisa.


Sedangkan naufal tak menghiraukan ucapannya nisa. Ia masih memandangi ke tubuh nisa yang saat ini di hadapannya.


Indah sekali tubuh kamu nis. Asal kamu tau nisa dari dulu saya menginginkan tubuh kamu. Sampai sampai saya kehilangan kendali dulu. Lagi lagi saya harus berhadapan dengan kamu dengan situasi seperti ini. Dan jangan salahkan aku kalau terjadi apa apa


" Pak naufal pak? Bapak tidak apa apakan " melambai lambaikan tangan ke depan muka naufal

__ADS_1


"Bisa tidak kalau hanya ada kita berdua panggilannya jangan bapak? Saya belun terlalu tua untuk di panggil bapak " kata naufa.


" Maaf. Saya kan bawahannya pak naufal. Masa iya menanggil atasanya dengan sebutan nama. Rasanya gimana gitu pak " kecanggungan nisa


" Saya bilang hanya ada kita berdua jangan panggil begitu. Kamu panggil saya dengan sebutan MAS " Kata naufal


" Apa itu tidak apa apa saya panggil dengan mas " kata nisa yang sedikit risih memanggil atasannya.


" Tidak. Itu lebih baik dari pada dengan bapak. Nisa kemarilah ada yang mau saya bicarakan dengan kamu " kata naufal dengan menepuk nepukan kasur di sampingnya


" Itu terlalu jauh sayang. Kemarilah aku tidak akan macam macam kok sama kamu. Jadi kamu tenang aja. Paling cuma 1 macam doang " kata naufal yang menaikkan sebelah alisnya.


Nisa menghampiri naufal dan duduk di sebelahya tanpa rasa curiga sedikitpun. Naufal yang melihat nisa duduk di sebelahnya tidak membuang kesempatan berharga ini.

__ADS_1


Ia langsung mencium bibir nisa. Mulai dengan lembut hingga kasar. Nisa pun kaget dan berusaha memberontak. Tapi apa lah daya tenaga naufal jauh lebih kuat darinya.


" Eeeeeuuum. Euumm " kata sambil memukul dada naufal.


Naufal yang sudah kehilangan kendali pun langsung melancarkan aksinya tanpa henti. Mulai dari melumat bibir nisa. Menjelajahi setiap inci mulut nisa. Hingga turun keleher nisa dan terus turun hingga sampai ke gundakan gading yang kenyal.


" Kamu milik ku nisa. Sampai kapan pun kamu akan tetap milik ku. Setiap inci di dalam maupun di luar " kata kata naufal.


Nisa yang mendengarnya pun menangis dalam diam. Ia tidak bisa melakukan apa apa hanya bisa diam dan menangis.


" Jangan seperti ini mas. Aku mohon jangan mas. Tolong lepasin aku. Hiks hiks hiks " Tangisan nisa pecah


" Tenang sayang. Aku akan melakukakannya dengan lembut dan pelan. Mungkin akan sakit sedikit. Aku kangen dengan tubuhmu ini sayang " suara sensual naufal.

__ADS_1


" Ma.. Ma.. Maksud mas apa?" pertanyaan nisa yang keranan


" Kamu lupa apa gimana sayang dengan kejadian beberapa tahun lalu di ruangan kosong. Baiklah kalau kamu lupa akan hal itu. Maka tugasku adalah mengingatkan mu kembali " kata naufal


__ADS_2