
Naufal pov
Pagi ini aku yang baru sampai kantor dan berjalan arah rungan ku. Aku yang sedang melewati ruang hrd. Tapi seseorang menabrak ku.
Brruuggh
" Aaaaaauuuuuwww " dia sedikit meringis. "Maaf pak, aku tidak sengaja menabrak mu " kata wanita itu.
" Siapa kau ? sedang apa kau di sini sepertinya kau bukan pegawai di sini " kataku dengan menatap tajam kepadanya.
Dia pun mengulurkan tangannya " Perkenalan nama saya RAFA NISA ARDANI pak. Saya memang bukan pegawai di sini " katanya.
Uluran tangannya tak ku hiraukan dan sedikit mengingat sepertinya aku pernah dengar nama itu. Nama yang tak asing bagiku. " Siapa tadi namamu? " tanyaku ke dia " Nama saya RAFA NISA ARDANI pak " sedikit kesal.
Dia sedikit kesel karna tak di pedulikan olehku. Aku pun langsung berjalan ke ruangan ku tanpa menghiraukan nya. Yang masih berdiri diam.
Aku lihat wanita itu dari atas kenapa jam segini dia belum pulang juga.
Aku yang sedikit penasran dengannya meminta asisten ku untuk mencari informasi tentang nya.
1 jam kemudian. Iyang kembali ke ruangan ku dengan membawa map berwarna coklat itu. Aku yang masih sibuk dengan laptop ku meminta iyang agar map nya di taro saja di meja.
__ADS_1
Setelah selesai aku melihat isi map coklat itu. Betapa terkejutnya aku dengan isi nya. Gadis yang hampir di perkosa di waktu dia masih SMA.
" Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi. Setelah kejadian tak senonoh ku padanya " menatap ke map coklat.
" Apa kau tak mengenali wajah ku atau kau lupa dengan kejadian tidak enak itu. Tapi untung lah jadi aku bisa menebus kesalahan ku pada mu " menyesalinya.
Flashback on
Kantin sekolah SMA xxx
Empat laki laki tampan yang tengah asyik bersantai. Datang lah tiga gadis cantik yang sedang melewati mereka.
Aku yang sedang memperhatikan sampai para gadis itu memesan makanan dan duduk. Aku terpesona dengan salah satu para gadis itu.
Kamil dan najwan pergi pesan makanan lagi. Lagi lagi aku melihat ke arah tiga gadis itu. " Udah jangan di liatin mulu. Kalau penasaran samperin aja terus kenalan deh " kata putra.
Aku yang masih terdiam dan ragu enggan untuk menghampiri mereka. " CANTIK kan nisa " kata putra membuat ku tersadar akan lamunanku.
" Siapa yang kau maksud putra " kataku. " Gadis yang membuat mu terpesona itu namanya NISA " kata putra.
" Nama yang cantik seperti orangnya " lagi lagi aku menatapnya. " Kau benar. Dia emang cantik banyak laki laki yang ingin dekat dengannya. Tapi dia selalu menolaknya entah alesan apa. Aku kurang tau " membuatku melongo
__ADS_1
" Kau tau banyak rupanya. Tentang gadis itu " kataku. " Hahahaha. Tidak juga aku tau dari siswa siswa disini yang pernah mendekatinya " putra yang sedang menjelaskan.
Aku yang langsung terhipnotis akan kecantikannya, bulu mata yang lentik, bibir tipis tapi seksi, rambut lurus hitam. Aku ingin sekali memhampirinya dan berkenalan dengannya. Ku urungkan niatku. Kata kata putra membuyarkan keinginan ku.
Setelah pulang sekolah atau sedang di rumah pikiran ku tertuju dengan wajah nisa. Apa pun yang kulakukan d rumah atau sekolah selalu dia gang menghiasi pikkranku.
Setelah pertemuan kami di kantin itu membuatku ingin mendekatinya dan mencium bibirnya yang tipis dan seksi.
Mengingat nisa dan bibirnya membuatku bernafsu. Entah setan dari mana yang membuatku nafsu dengannya.
Bel pun berbunyi. Waktunya pulang aku yang tengah mencari teman teman ku yang entah di mana. Aku lihat nisa sendirian.
Aku pun perlahan menghampirinya dengan diam diam membuatku punya pikiran kotor padanya. Langsung aku membukam mulutmya dan membawa nya ke suatu rungan kosong di sekolah ini.
Sesampai di ruangan kosong. Aku mendorong tubuh nisa sampai terjatuh ke lantai. Membuat dia ketakutan dan tubuhnya gemeteran.
Aku yang tengah bernafsu dengannya tak ku buang sia sia waktu yang berharga ini. Aku memenganggi tangannya. Dia meronta ronta kepadaku.
Aku yang sudah tidak punya akal sehat tidak menghiraukannya. " Le le lepaskan aku " gugupnya dia. " Tenang aku tidak akan menyakitimu. Kalau kau diam dan menurut " kataku.
" Si si siapa kamu ? Apa maumu " katanya. " Tak perlu tau siapa aku. Apa mauku tentu saja tubuhmu yang aku mau " kataku membuat dia bertambah gemeteran
__ADS_1
" Ja ja jangan macam macam dengan ku. Nanti aku teriak " makin gugup. " Teriak lah. Disini tidak akan ada yang mendengarnya cantik " kataku dengan sedikit tersenyum.