
Tuuuuuut tuuut tuuuuut.
" Halo. Assalamualaikum " suara ayah nisa. " Walaikumsalam. Ini nisa yah. Nisa telepon ke rumah cuma mau meminta izin ke ayah. Kalau nisa mau menginap di tempatnya lia. Boleh tidak yah " jawabnya nisa.
Ayah nisa masih binggung memberi jawaban apa. Pasalnya nisa tak pernah menginap di rumah orang.
Ibu nisa yang melihat sang suami berdiri dengan memegang telepon nampak sedikit melamun. " Ada apa yah. Kok teleponnya di diemin aja. Emang siapa yang telepon??? Apa nisa mengabari ayah tidak. Ibu khawatir sama nisa " kekhawatiran ibu nisa.
" Ini yang lagi telepon nisa bu. Nisa bilang mau menginap di tempatnya lia. Cuma ??? " ayah nisa berhenti bicara sejenak. " Cuma apa yah? Jangan bikin ibu khawatir doong yah "
Mereka takut akan kejadian yang menimpa nisa dulu. Semenjak itu nisa tidak pernah lagi untuk menginap di tempat orang. Walau pun bisa akrab dengab mereka.
__ADS_1
" Ayah binggung bu. Kasih izin atau tidak. Ayah takut kalau nisa kenapa napa bu. Perasaan ayah engga enak" giliran ayah nisa yang mengkhawatirkan.
" Sudah kasih izin aja yah. Ibu yakin nisa bisa jaga dirinya di sana. Apa lagi itu tempat lia. Mereka tidak akan kenapa napa kok yah. Mungkin itu firasat ayah aja. Kita berpikir positif aja yah sama nisa. Semoga yang ayah pikirkan tidak terjadi " kata ibu nisa yang menyakinkan suaminya.
Di ujung telepon nisa masih menunggu jawaban dari ayahnya perihal menginap di tempat lia. Akankah ayahnya memberikan izin untuk kali ini. Semenjak kejadian tidak enak ayahnya tidak memberikan izin nisa untuk kemana
" Mudah mudahan aja firasat ayah tidak terjadinya bu. Tapi hati ayah sungguh tidak enak " kata ayah.
Ayah nisa pun melanjutkan telepon dengan nisa. Benar saja yang di kata istrinya kalau nisa sedang menunggu jawabannya.
" Nisa, apa kamu masih disana " kata ayah. " Ya ampun ayah kemana aja. Nisa nungguin tau dari tadi jawaban ayah " kataku dengan kesal.
__ADS_1
" Ya sudah ayah izinkan. Cuma jangan kemana mana. Inget jaga sikap di rumah orang. Ayah ga mau terjadi sesuatu dengan putri ayah ini. Ya sudah ayah tutup dulu teleponnya. Ingat pesan ayah. Assalamualaikum " penjelasan ayah nisa dna menutup teleponnya.
Nisa yang mendapatkan izin menggenggam tangan sahabat sahabatnya. Dua sahabat nisa melihat ekspresi muka nisa menatap binggung akan ekspresinya.
" Iya ayah. Nisa akan ingat baik baik pesan ayah ini. Insya allah tidak akan terjadi sesuatu sama nisa. Kan ada lia dan tia yang menemani nisa. Iya ayah. Walaikuksalam ayah " jawaban nisa
" Gimana gimana di izinin ga sama ayah. Kok aku jadi deg deg degan gini siih " kata lia. " Aku yang minta izin kr ayah kenapa kamu yang deg deg degan sih " kataku.
" Si lia lebay dah aaah. Pasti mereka khawatir lah sama nisa. Kita tau kan apa yang menimpa lia dulu. Mungkin dari sana ayah nisa membatasi nisa. Itu untuk kebaikan nisa " soo bijak si tia.
Tiga gadis itu melanjutkan perjalanan menuju rumah lia. Karna besok hari libur dan tia dapet praktek sore harinya. Jadi mereka memanfaatkan waktu yang jarang jarang ini.
__ADS_1