KENANGAN BURUK

KENANGAN BURUK
Part 5


__ADS_3

Aku yang masih memengang tangannya dengan satu tanganku. Tangan yang satunya menarik rok nya ke atas. Ku lihat celana dalam berwarna merah muda membuatku makin bernafsu.


" ja ja jangan. Aku mohon lepaskan aku " sedikit menangis. Aku langsung membuka resleting celana ku dan membukanya. Aku sudah bernafsu dari tadi. Entah setan datang dari mana yang membuatku begini.


Yang aku inginkan sekarang ialah memasukannya ke dalam rumah yang indah. " Tenang cantik. Aku akan membuatmu menikmati surga duniawi. Mungkin akan sedikit sakit tapi nanti akan terbiasa " kataku dengan membuka celana dalamnya dan menuntun juniorku untuk pulang ke rumahnya.


" ja ja jangan. Ku mohon jangan lakukan itu hiks hiks hiks " tangisnya pecah. " Aku tidak akan menyakitimu. Aku akan pelan pelan nanti juga kau akan keenakan " kataku yang memajukannya.


" Aaaaaaaaaaaaaaaah sakit hiks hiks hiks " Jeritnya. Mendengar dia menjerit membuyarkan nafsu ku. Baru kepalanya yang masuk belum sepenuhnya dia sudah menjerit.


Seketika langsung ku tarik keluar dan merapikan celana ku. Dan aku pun keluar dari rungan kosong itu. Tanpa memperdulikan dia yang masih menangis.


" Aaaaaaaah apa yang aku lakukan. Kenapa aku berbuat begitu padanya " Menjambak rambutku karna frustasi. " Mudah mudah tidak ada yang melihat kejadian ini. Cukup aku dan dia saja yang tau " kata naufal.

__ADS_1


Nisa pov


Laki laki itu langsung berhenti melakukan pelecehannya ke padaku. Aku berdiri merapikan rok ku dan langsung keluar dari ruangan kosong itu.


" Kejadian ini tak akan aku lupakan sampai kapan pun. Semoga aku tidak akan pernah bertemu dengan laki laki bejat, brengsek dan mesum itu. " gerutuku sambil berjalan keluar sekolah.


Setiba nya di rumah " Nis, tumben pulangnya telat " tanya ibu. " i i iya bu. Angkotnya lama jadi pulang telat deh. Bu nisa langsung ke kamar ajanya " kata ku dengan gugup. " Ga makan siang dulu sayang. Ibu udab masak ke sukaan kamu loh " tanya ibu lagi. " Engga deh bu. Tadi nisa udah makan sama lia dan tia " kata ku sambil berjalan ke kamar ku.


Naufal pov


Aku pun segera pulang ke rumah. Setiba nya di rumah aku langsung masuk ke kamar. Memikirkan kejadian tadi.


Ke esok kan harinya di rumah naufal.

__ADS_1


" Pagi mah pah " sapaku ke orang tuaku. " Pagi juga sayang " kata mamah dan papah. Aku langsung mengambil selembar roti dan mengolesan selesai ke roti.


" Pah, naufal boleh minta sesuatu tidak " kataku. Mamah dan papah melihatku dengan sedikit keheranan " Boleh. Kamu minta apa " kata papah.


" Aku pengen pindah sekolah ke luar negeri " dengan menatap ke dua orang tuaku. " Kok tiba tiba saja kamu minta pindah sekolah. Ada masalah apa di sekolah sehingga kamu pengen pindah " kata papah sambil menatapku kebinggungan.


" Aaah tidak ada masalah apa apa kok pah. Pengen pindah saja aku pengen belajar bisnis dari sekarang jadi suatu saat nanti aku akan meneruskan perusahaan papah sudah punya bekal dan pengetahuan tentang bisnis " meyakinkan mereka.


" Baik lah kami setuju kalau itu alasan mu. Kami tak akan menghalangi mu ". kata mamah. " Akhirnya di setujuin juga. Dengan aku pindah bisa sedikit menghilangkan perasaan bersalah ku pada gadis itu " dalam benak ku.


Aku berpamitan dengan teman teman ku dan keluarga ku. Karna akan pergi jauh beberapa tahun. Semoga aku tidak pernah bertemu dengan nya lagi. Setelah aku pulang nanti.


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2