Kenangan Seribu Tahun

Kenangan Seribu Tahun
[The Tale Of....]


__ADS_3

Apa yang kau lakukan di waktu senggang?


Apa yang kau lakukan selama lima belas tahun kedepan atau lima belas tahun yang lalu?


Sungguh itu waktu yang sangat panjang. Terutama untuk beberapa orang yang penuh dengan penantian.


Sebagian orang tenggelam dalam rasa bersalah. Sebagian lagi termotifasi untuk menjadi lebih baik. Sebagian lainnya terkubur dalam harapan yang entah kapan dapat terkabul.

__ADS_1


Terlihat Haris mondar mandir di lapangan pondok pelatihan keluarga Wijaya. Melatih murid murid yang baru saja di rekrut. Tahun itu banyak yang mendaftar untuk menjadi murid di pondok itu. Beberapa tahun setelah peperangan Pondok itu menjadi semakin terkenal. Haris menjadi semakin kuat. Dia seorang kepala keluarga sekaligus pemimpin di pondok itu.


Seorang bocah berlari menghampirinya. Haris memarahi bocah itu karena kabur pada saat jam pelatihan berlangsung. Galih - Adik se-Ayah dengan Haris. Bocah itu sudah semakin besar. Semakin cerdas namun juga semakin nakal. Anak anak memang seperti itu. Tapi perangai mereka sangat jauh berbeda. Perangainya itu selalu mengingatkan Haris kepada Bayu. Namun sejak saat itu Bayu benar benar tidak pernah menampakan diri.


Di sebuah Istana yang megah berhias lentera berwarna warni. Sebuah pesta sedang berlangsung. Meriahnya pesta itu tidak banyak tamu yang datang. Hanya orang orang penting saja. Boris tertawa bersama para tamu. Bersulang dan bersenang senang. Dyah Berdiri di sebuah balkon menatap langit yang berhias bintang. Bahkan bulan pun benderang seakan menemani semua irang berpesta. Pakaian kebaya penuh dengan manik menghiasi cerah cantik wajahnya. Kain Lengan terompetnya berayun seraya mengikuti gerakan tangannya. Tuan Wilis tidak terlihat di Pesta meriah itu. Beberapa tahun setelah perang dia meninggal. Sesuai dengan sumpah yang di ucapkan Rinaya. Saat itulah semua orang mengetahui bahwa Giok yang selama ini dia miliki bukanlah giok cahaya. Giok itu melebur menjadi abu seiring berakhirnya hidup sang Mandalika. Tapi apa yang bisa mereka lakukan. Rinaya sudah lenyap. Jatuh di sebuah tebing. Pada akhirnya Rumor beredar bahwa Rinaya menyembunyikan giok itu.


Keadaan tidak selalu berjalan dengan aman. Sesekali wilayah perbatasan menerima serangan dari pihak luar. Perselisihan dengan Mataram pun terkadang semakin Memanas. Belum lagi perampok daerah masih berani beraksi bahkan hingga ke Ibukota. Pradhika Wiriya semakin mantap mengabulkan keinginan Ayahnya. Salah satu harapan yang di ucapkan sebelum Ayahnya Wafat. Pradhika Wiriya menghargai itu. Mengubur keinginannya sendiri. Bergabung dengan dengan satuan pengawal kerajaan di ibukota. bahkan mendaftar sebagai calon Puragabaya. Terkadang pergi ke berbagai tempat. Membereskan permasalahan di kota lain. Semakin lama Namanya Semakin dikenal. Namun sifat dan karakternya berubah. Pradhika Wiriya menjadi seorang yang lebih dingin. Sedikit Bicara. Tidak banyak bersosialisasi. Lebih tegas dan lebih berhati dingin. Semua orang menjadi semakin segan dengannya. Bahkan dia ditakuti murid muridnya sendiri.

__ADS_1


Berbeda dengan kedua sahabatnya. Rinaya hilang entah kemana. Lenyap tanpa jejak sedikitpun. Jatuh di ketinggian itu tidak ada satu orangpun yang berujar dia masih hidup. Begitupula dengannya. Bahkan dia melihat sendiri. Rinaya memanglah lenyap. Memudar seperti kunang kunang yang beterbangan lalu menghilang. Hal yang membuat Pradhika Wiriya bersedih bukan hanya itu. Setelah Rinaya jatuh, Bayu menyerang Boris dan semua Pasukannya. Dia seperti kehilangan dirinya. Dia memanggil semua serigalanya dan menghabisi semua orang yang dia benci. Tapi Dhika selalu menyadarkannya. Membuatnya kembali menjadi dirinya. Bayu merasa marah dengan dirinya, marah dengan takdir nya, marah dengan semua keadaan ini. Dia berlari meninggalkan Dhika di tempatnya.


Beberapa hari kemudian Boris datang ke pemukiman itu lagi. Beberapa luka di wajahnya tergambar jelas. Luka itu dibuat oleh serigala milik Bayu. Rumor Beredar Bahwa Bayu semakin sesat dan sengaja menyerang Boris. Tapi dia Memang sengaja melakukan itu. Hanya saja rumor beredar sangat berlebihan. Seakan Bayu bisa menelan bumi. Membuat ketakutan di segala penjuru negeri.


Bayu berdiri di tengah Pemukiman Halimun. memandangi sebuah Patung Dewi yang sudah usang. Boris dan pasukannya datang kesana. Bahkan warga Dan beberapa Keluarga Besar datang bersama pengikutnya. Pertempuran terjadi tapi semua tidak menduga satu hal. Bayu tidak bisa mengendalikan Serigalanya. Mereka balik menyerang Tuannya. Namun Bayu seperti sudah mengetahui itu. Dhika datang terlambat. Dia hanya menyaksikan Bayu diserang Serigalanya sendiri. Bayu hanya diam mengalirkan air mata. Lalu lenyap bersama Hilangnya serigala itu.


Semua orang bersorak menuai kemenangan. tapi Dhika hanya diam. Matanya layu. Dia tidak mengerti apa yang terjadi. Tidak ada Mayat, tidak ada jejak kehidupan. Kedua temannya benar benar lenyap.

__ADS_1


Pradhika Wiriya menahan semua rasa penasaran itu. Semua yang dialaminya seakan banyak hal yang salah. Selalu merasa ada hal mengganjal. Dia berusaha mencari Bayu. Mencari pembenaran mengapa semua terjadi padanya begitu mengerikan. Namun bertahun tahun terlewat pun tidak ada yang bisa dia temukan.


__ADS_2