KEPENTOK CINTA CEO BRONDONG

KEPENTOK CINTA CEO BRONDONG
Bab 10


__ADS_3

Fatira dengan sabar menunggu final dari bossnya. Ia sedang berimajinasi dengan jiwa psikopatnya untuk melakukan pekerjaan bersih - bersih yang akan ia lakukan lusa esok.


Setelah menimbang - nimbang akhirnya Darren menemukan solusi yang menurutnya sangat bagus dan tak akan mungkin di tolak oleh fatira.


" Ehemm!! Saya sudah membuat keputusan untuk syarat yang kedua saya tidak bisa sebagai gantinya bagaimana kalau saya ganti dengan mobil MINI cooper seri terbaru?" ucap darren.


Fatira pun memelototkan matanya mendengar tawaran big bossnya yang sangat menggiurkan itu.


Hampir saja ia meng-iyakan tawaran bossnya, tetapi ia langsung ingat dengan nasipnya jika tembok yang ia bangun runtuh, pasti akan sangat mengerikan. Hanya memikirkannya saja membuat ia bergidik ngeri.


" Maaf pak, kalau soal mobil mungkin setelah kasus ini terkuak Pak Pandu juga akan memberi saya mobil dengan series terbaru " Ucap Tira final.


' Gue masih sayang hati ' batin Fatira.


" Kamu kurang suka dengan mobilnya? bagaimana kalau saya ganti dengan yang lebih bagus" tawar darren.


" Bukan soal mobil pak tapi ini soal kenyamanan" tegas Fatira ia bodo amat kalau bossnya akan menganggap dia sombong atau apapun.


Menurut Fatira kalau masalah menjaga hati, keputusannya tidak bisa di ganggu gugat!.


Darren yang mendengar perkataan Fatira langsung membeku, ia merasa sedih karena apa yang ia usahakan ternyata membuat gadisnya tak nyaman.


' Apa segitu nggak nyamannya sampai kamu minta pindah' tanya Darren dalam hati menatap Tira yang sibuk dengan minumannya.


...****************...


Setelah obrolan yang terakhir Darren menjadi lebih pendiam dari pada biasanya.


Hening tak ada obrolan dari Darren dengan Fatira maupun sopirnya, keadaan di mobil menjadi sangat sunyi.


Fatira yang merasa bossnya berbeda pun sangat merasa tak enak hati, apalagi ia tadi menyinggung soal ketidak nyamanannya.


Ia takut kalau bossnya sakit hati dan menambahkan hukumannya bisa puyeng dia.


Sesampainya dikantor Tira hanya melakukan pekerjaan yang sempat tertunda dan langsung pulang karena sang big boss katanya sedang ada urusan di luar jadi hari ini ia tak kerja bakti.


*


Mood Darren hari ini sangat hancur karena Fatira. Ia memutuskan tak melanjutkan pekerjaannya alasan ada urusan diluar padahal ia hanya ingin menenangkan diri di apartementnya dan menghubungi sahabatnya ketemuan.


Ia kesal terhadap dirinya sendiri karena tak bisa menahan perasaannya lagi kepada Tira.


' Apa gue gak semenarik itu'


'Apa gue segitu gak buat dia nyaman sampai lebih milih jauh dari gue dari pada mobil mahal sekalipun' gumamnya frustasi .


Darren mengacak-acak rambutnya lalu bangkit keluar dari apartementnya menghampiri kedua sahabatnya.


Ia berfikir siapa tau para sahabatnya bisa memberikan pencerahan terhadap dirinya mengingat sepak terjang keduanya sangat jauh di banding dengan dirinya.


" Ngapa lo sibuk nelpon kita suruh ngumpul?" tanya Leon to the poin setelah melihat Darren masuk.


" Tumben banget lo kayak gini biasanya kita-kita yang ngajak duluan" tanya Farrel.


Malam ini mereka berkumpul dan menyewa salah satu private room di salah satu Bar milik Farrel.


" Kenapa masalah nyokap lo lagi?" tanya Leon.


" Lo di jodohin sama model agensi nyokap lo?" tambah Farrel.


Darren hanya menjawab gelengan kepala.


Farrel menoleh ke arah Leon mengedikan dagu sedangkan Leon hanya menjawab gelengan kepala sepertinya ia pun tak tau apa-apa.


" Fatira nggak nyaman sama gue" lirih Darren.


" Gimana?? " teriak Leon ia sampai mengorek telinganya takut salah dengar.

__ADS_1


" Dia nggak suka di deket gue"


" Menurut kalian gue menarik nggak sih?" tanya Darren lagi.


Leon dan Farrel saling memandang seperti tak percaya dengan kata kata yang barusan darren ucapkan.


" Emang lo nglakuin apa sampe si doi nggak nyaman sama lo?" tanya Leon.


" Lo nggak maksa dia nginep bareng sama lo kan?" tanya Farrel memandang Darren.


" Ck,,Ya enggak lah jangan samain gue sama kalian !!" pelotot Darren.


Leon dan Farrel hanya terkikik geli melihat ekspresi Darren.


" Baru aja tadi siang lo bucin sama tu doi malem udah galau aja " kekeh Leon.


" Buat kita aja deh, kayaknya doi gak suka sama lo" Canda Farrel, langsung menambah pelototan dari Darren.


" Mau mati ya kalian!!!" marah Darren.


" Ha Ha Ha Ha " pecah tawa Leon dan Farrel.


" Jadi gimana ceritanya sampai tu cewek bisa nggak nyaman sama lo? siapa nama dia Fa-Fa siapa sih?" tanya Farrel mode serius.


" Fatira " jawab Leon.


" Nah itu,, Fatira lo apain sampai nggak nyaman di deket lo, coba kalau cewek-cewek lain pasti seneng di deket lo" tanya Farrel lagi.


Darren mendesah berat mengingat ia selama ini terlalu gegabah mendekati Fatira.


" Jadi Gini~~" Darren menceritakan semua dari awal ia meminta Fatira seruangan dengan dia hingga masalah yang terjadi di perusahaan, bagaimana Fatira membantu dirinya untuk menangkap tikus-tikus pengerat di perusahaannya dan syarat Fatira yang minta pindah kembali lagi ke ruangan sekretaris sebelumnya dengan syarat jika ia bisa menjebloskan para tikus itu, Minus sifat kekanak-kanakan dirinya yang minta sarapan buatan tangan Fatira sendiri, Darren gengsi kalau teman- temannya tau ia pasti akan di ketawakan habis-habisan.


" Masa dia lebih milih pindah ruangan dan nolak mobil milyaran yang gue tawarin dari pada bareng sama gue" desah Darren frustasi.


Farrel tertawa melihat ke konyolan sahabatnya itu, ia sampai meragukan kepintaran Darren saat ini setelah melihat bagaimana frustasinya dia hanya karena satu cewek.


Darren yang mendengar ucapan Leon pun langsung merasa jijik.


" Keluar lo " Ucap Darren dengan nada dingin, sembari memberi cek Dua puluh juta untuk dua orang cewek yang di sewa para sahabatnya.


" Kok lo usir" pekik Leon.


" Gue mau bahas hal serius bukan liat lo tukeran saliva sama cewek bokingan lo itu" geram Darren.


" Ck.. Udah yon hari ini kita hibur aja CEO kita dulu, baru mikir si jago" ucap Farrel sambil menepuk bahu Darren.


Jago yang mereka maksud adalah pusaka anacondanya yang memang suka keluar masuk Goa kenikmatan.


Menurut mereka mumpung masih muda nakalnya di puasi-puasin keluar masuk Goa sepuasnya sebelum menetap di Goa yang sama sampai hari tua.


" Mendingan kita nakalnya sekarang dari pada setelah nikah"


" Yang penting kita main aman, nggak nyebarin kecebong di sembarang wadah" kata mereka di saat Darren mencoba menasehati kedua sahabatnya agar tobat karena umur manusiakan nggak pernah ada yang tau.


" Kalau menurut gue lo jangan gegabah deh, bukannya doi nggak pernah pacaran seperti apa yang di laporkan sama orang-orang lo waktu itu" ucap Farrel.


" Soal masalah perusahaan menurut gue lo punya pendukung yang baik deh,, Secara Fatira yang nawarin sendirikan apalagi kata lo dia juga punya bakatkan soal ginian " ucap Leon menambahi.


" Bener tuh kata Leon, kalau lo khawatir tinggal nambahin bodygurad aja buat ngawasin Fatira" tambah Farrel. Langsung mengundang senyum di wajah Darren yang sedari tadi mendung.


" Dan satu lagi biarin aja Fatira duduk di ruangannya sendiri, mungkin dia belum terbiasa sama lo, bener kata dia doi juga butuh privasi" ucap Farrel lagi.


" Si doi muak juga kali liat muka lo tiap hari" canda Leon.


Dan hanya mengundang decakan kesal oleh Darren.


" Kayaknya lo emang harus berjuang lebih buat dapetin doi".

__ADS_1


" Lo harusnya kasih perhatian sama dia, bukan kerjaan mulu yang dia dapetin dari elu" sinis Farrel seakan mengerti kebiasaan sahabatnya yang workaholic itu.


Darren yang mendengar sindiran dari sahabatnya hanya bisa menyengir kuda.


" Kalau kata Netizen +62 nih ya Ren, kalo mau dapetin anaknya harus deketin dulu orang tuanya baru minta restu" Cerah Leon.


" Gue belum kenal sama orang tuanya " lirih Darren.


" Ck stupid banget otak kawan kalau masalah cewek" decak Leon langsung mengundang kekehan dari Farrel.


" Fatira tu susah di deketi, dia itu kayak nggak ngasih gue kesempatan buat deket" jawab Darren.


" Ya lo kan bossnya basa-basi kek, kalau mau silaturahmi sama keluarga karyawan teladannya bawa buah tangan jangan lupa" titah Leon.


Darren langsung tersenyum cerah setelah mendapatkan beberapa tips dan trik dari sahabat-sahabatnya malam ini sepertinya ia bisa tidur nyenyak karena hati riang gembira.


*


Sedangkan di lain tempat Fatira baru saja selesai makan malam dengan keluarganya, ia langsung istirahat untuk melepaskan beban yang telah di lewatinya hari ini.


Kring kring kring.


" Hallo " jawab Fatira masih memejamkan mata.


" Kamu udah tidur" tanya orang itu.


" Udah, ini siapa" tanya Fatira.


" Ini saya " ucap seorang laki-laki.


Fatira mengerutkan kening mendengar suara pria di seberang telepon. Ia merasa familiar dengan suara itu. Perlahan ia membuka mata melihat nama si pemanggil.


Fatira yang masih setengah sadar itu langsung memelototkan matanya melihat user name di ponselnya.


'WHAT' pekik Tira dalam hati.


" Boss Ganteng" gumam Tira syok.


" Kamu mengakui kalau saya ganteng?" Kekeh Darren di seberang sana.


" Bu-Bukan saya hanya membaca user name bapak di ponsel saya" Jawab Fatira gelagapan .


" Ha ha ha " Darren tergelak mendengar suara panik Fatira.


" Bapakkan yang ngasih nama begini" omel Fatira.


" Nama apa? " tanya Darren pura-pura tak tahu.


" Ck Sudahlah,, Jadi ada apa bapak malem-malem nelfon saya?" tanya Fatira berusaha mengalihkan.


" Ehem,,, Saya setuju dengan tawaran kamu tadi siang" jawab Darren.


" Tawaran?" beo Fatira berusaha mengingat.


" Wahhh,, jadi bapak setuju" girang Fatira.


" Ya dengan syarat kamu harus selamat!" tegas Darren.


" Siapp bos" semangat Fatira.


" Satu lagi jangan kamu ganti nama saya di ponsel kamu, saya suka inisiatif kamu memberi nama itu" ucap Darren.


" Hahh Kan bapak sendiri yang- " jelas Fatira langsung di potong Darren.


" Ini perintah!!! Oke kamu selamat tidur jangan mimpiin saya" Potong Darren.


Tuttt

__ADS_1


" Boss B*ngke " teriak Fatira tepat di depan ponselnya.


__ADS_2