KEPENTOK CINTA CEO BRONDONG

KEPENTOK CINTA CEO BRONDONG
Bab 20


__ADS_3

Setelah bosnya memberi informasi yang sedikit tidak menyenangkan terkait Business Trip esok hari Fatira segera keluar dari ruangan CEO guna menyelesaikan semua masalah pekerjaan hari ini supaya besok Ia bisa tenang mencari solusi dan memecah masalah dari beberapa proyek yang mangkrak.


Sekarang ia mendesah melihat list pekerjaan hari ini yang harus benar-benar tuntas sebelum ia pergi dan harus memastikan masalah Pak Wira dulu dengan matanya sendiri supaya ia bisa dengan leluasa dan tenang meninggalkan kantor.


Saat Jam sudah menunjukkan jam makan siang fatira segera membereskan mejanya dan mematikan komputer siap-siap untuk makan siang ke kantin lebih awal karena ia paling malas untuk mengantri apalagi kalau sampai ia dapat bagian di belakang Para ladies pasti itu akan sangat memakan waktu yang tidak sebentar.


Kalian tahu kenapa?


Karena Para ladies pasti akan ghibah menggibah dahulu dan itu sangat menghambat para antrian di belakangnya.


Saat ini ia bisa makan siang lebih cepat karena bosnya sedang melakukan pertemuan antar kolega bisnis di luar dan katanya akan sekalian makan siang di luar juga.


Saat Fatira sedang sibuk dengan makanannya tiba-tiba ia mendengar celetukan di belakang mejanya Fatira melirik ke belakang mejanya dan memasang telinga lebar-lebar ia tak mau ketinggalan berita.


"Lo tau nggak sih berita Pak Wira kemarin?" tanya ciwi A.


"Taulah.. Satu indonesia sekarang juga udah pada tau juga kali" celetuk ciwi B.


"Gue syok banget tau.. Lo tau kan yang namanya Tiwi anak Admin?" lanjut Ciwi C.


"Tau.. yang anaknya cantik itu kan? dia kenapa emangnya?"tanya ciwi B.


"Lo tauu dia termasuk salah satu korban Pak Wira tau nggak!" heboh ciwi C.


"Hahhh serius Lo, jan ngadi-ngadi ntar jadi fitnahan ahh" ucap ciwi A.


"Gue serius cuyy gue kemarin liat sendiri, kemarin kan Admin heboh gitu kan liat si Tiwi tiba-tiba nangis usut punya usut ternyata tu anak dulu pas masih mau di angkat jadi KarTap harus mau di *****-***** gitu sama Pak Wira ternyata emang Pak Wira udah ngincer lama tuh anak" jelas Ciwi C.


"Trus plot twistnya si Tiwi ini emang lagi mau di angkat jadi KarTap makanya Pak Wira punya kesempatan nyobain gitu ya?" tanya ciwi B.


"Betolll banget" jawab ciwi C.


"Emang si ceweknya langsung mau gitu?" tanya ciwi A.


"Yahhh.. Gimana lagi dia juga lagi butuh-butuhnya kerjaan, sekalinya dapet langsung perusahaan gede sekelas Wijaya Group-kan, gue denger-denger sih nih anak juga lagi kehimpit ekonomi kata anak admin emaknya penderita ginjal bocor gitu makanya dia butuh banget kerjaan" terang ciwi C.


"Aduhhh kasian banget tu cewek mana gue liat tuh anak keknya anak polos banget lagi" ucap ciwi A.


Fatira yang mendengarkan cerita para karyawati di belakangnya ikut menahan amarah dan sesak ikut kasihan mendengar penderitaan salah satu korban Pak Wira.


'Lo emang pantes banget membusuk di penjara' geram Fatira.


Ia lalu melanjutkan makannya walaupun dengan hati yang terus menerus bersungut-sungut mengucapkan sumpah serapah kepada si pelaku.


"Laper apa doyan lo" tanya Dio sembari ikut duduk di hadapan Fatira.

__ADS_1


"Hemm laper pengen makan orang" celetuk Fatira.


"Ohh woww temen gue mau cosplay jadi Sumanto rupanya"


"Kalo lo mau gue jadiin korban pertama juga gak masalah" balas Fatira cuek sambil terus menerus memasukan makanan ke dalam mulutnya.


"Idiihh lo jan ngadi-ngadi ya, kalo gue lenyap lo gak punya lagi temen yang baik macem gue" sewot Dio.


"Tinggal order aja di Shopi masih bejibun bentukan kayak lo"


"Hehhh.. Gue piting leher lo kalo berani macem-macem sama anak mama papa gue" sengit Dio.


Fatira yang melihat ekspresi kesal di wajah Dio pun tak tahan untuk tidak tertawa, menurut fatira muka Dio itu sangat ekspresif apalagi di saat menunjukan raut kesal ia tak akan segan-segan untuk memajukan bibir merah mudanya sepanjang Sepuluh Senti membuat Fatira gemas ingin menaboknya.


"Dah puas ngetawain gue"


"Uluh-uluh anak mama ambekan ihh"


"Ada nggak sih jasa yang bisa tuker tambah temen stres banget gue punya temen modelan elo"


Fatira kembali tertawa mendengar kekesalan temannya itu.


"Hahaha.. Sorry sorry tadi gue lagi kesel banget soalnya" maaf Fatira.


"Udah gede baperan lo"


"Ck... emangnya kesel kenapa sih lo karena Boss Doi ya?"


"Boss Doi siapa sih maksud lo"


"Ya Boss lu yang paling ganteng dan rupawan" goda Dio sambil menaik turunkan alisnya.


"Ck.. Mulai deh gilanya" ucap Fatira menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Truusss kalo bukan karena si Bosss karena siapa?" tanya Dio mulai serius.


"Kasus Pak Wira" ujar Fatira sembari menghela nafas.


"Ohh ituu kek nya semua divisi sekarang juga lagi kesel deh nggak lo aja"


"Ya gue kesel aja kok bisa-bisanya Wijaya Group punya petinggi binal kek gitu"


Dio memperhatikan raut wajah kesal Fatira seketika langsung khawatir.


"Jangan bilang lo termasuk salah satu korbannya?" tanya Dio khawatir, dia tak akan rela jika teman terbaiknya termasuk salah satu korban kebejatan Pak Wira.

__ADS_1


"Syukurnya gue gak termasuk tapi gue tetep aja kesel sama penjahat kelamin kek dia itu"


"Gua aja kesel dengernya apalagi kalian para wanita" tambah Dio.


"Tapi yang bikin gue tambah kaget sih soal munculnya berita ini pas masa jabatan Pak Darren" lanjut Dio.


"Kenapa kaget?" tanya Fatira.


"Yaa baru awal-awal beliau menjabat aja udah berani bongkar kejahatan kelas kakap kek gini, padahal Ceo sebelumnya aja nggak bisa mencium sama sekali kebobrokan di perusahaannya sendiri gue gak bisa ngebayangin kalo wijaya group di pimpin sama Pak Darren dalam jangka waktu yang lama pasti bakalan maju pesat banget"


"Ahhhh gue makin terpesona deh sama Pak Darren" tambah Dio senyam-senyum tak jelas.


'Seandainya lo tau yang bongkar semua kejahatan itu gue, gue yakin lo bakalan arak gue keliling perusahaan' kekeh Fatira dalam hati.


"Kenapa lo ikut senyum-senyum juga udah jadi Fans garis kerasnya Pak Darren juga kan lo" tuduh Dio.


"Idihh tuduhan lo gak bermutu banget sih"


"Terusss lo ngapain ikutan senyum udah mulai kesemsem kan lo sama si Boss ngaku lo"


Fatira memutar bola matanya malas menanggapi tuduhan tak berdasar temannya itu.


"Gue seneng aja kalo kek gini terus kinerja si boss gue juga bakalan cepetan kaya insentif gue gak main-main soalnya" ucap Fatira tertawa.


Dio mendengus tak suka mendengar perkataan yang baru saja terlontar dari mulut Fatira.


"Dah lah gue ke atas dulu kerjaan gue banyak besok gue mau keluar kota ama Big Boss"


"Berdua aja" tanya Dio.


"Tau deh liat aja besok"


"Awas ntar lo kecantol lagi sama Boss Brondong"


"Gue lebih milih kecantol pohon mangga depan rumah aja deh bikin kenyang dan gak bikin sakit ati" ucap Fatira menjulurkan lidah.


"Kena tulah baru tau rasa lo"


"Gak bakalan, dah ah gue ke atas dulu udah sejam gue istirahat waktunya kerja"


"Dasar budak Korporat lo"


"Cita-Cita gue single kaya raya cuy makanya mendalami peran banget gue sekarang" ujar Fatira sembari berlalu keluar kantin.


"Bingung gue punya temen satu kok nggak peka amat kena tulah baru tau rasa lo" gumam Dio.

__ADS_1


__ADS_2