KEPENTOK CINTA CEO BRONDONG

KEPENTOK CINTA CEO BRONDONG
Bab 24


__ADS_3

Malam ini sesuai dengan permintaan Tuan Muda Darren, Fatira sedang bersiap-siap pergi mengingat jam sudah menunjukan 18.50 ia pun bergegas stand by di depan kamar sang boss. Sesuai dengan permintaan sang boss yang memintanya memakai baju santai akhirnya setelah pening memilih outfit ia pun memutuskan memakai atasan Blouse putih di padukan dengan celana jeans tak lupa pula sepatu kets dan rambut cepol andalannya jika malas berdandan, dengan outfit seperti ini Fatira tidak terlihat seperti umur 27 tahun tetapi malah terlihat seperti siswi SMA yang baru lulus sekolah. Sungguh ajaib sekali bukan?


Inilah keuntungan mempunyai wajah Baby Face pemirsa, sungguh ciptaan tuhan yang sangat membuat para wanita iri termasuk Duo Kunti yang suka mencari masalah dengan Fatira di divisi sebelumnya.


Ceklek!


Tepat jam 7 malam Darren keluar dari kamar hotelnya.


Darren terperanjat kaget melihat wanita yang ada di depan matanya. Bukan kaget karena manakutkan melainkan ia sangat terkesima seolah melihat dewi baru turun dari langit karena melihat Fatira yang beda dari biasanya.


IYA!! Darren akui kalau ia sangat terkesima melihat penampilan Fatira malam ini yang sangat jauh dari Fatira biasanya.


Walaupun ini bukan kali pertama Darren melihat Fatira mengenakan baju santai karena ia sudah beberapa kali melihat foto Fatira kiriman dari orang suruhannya yang ia suruh menjaga Fatira dari jauh pun masih tak percaya bila ia jatuh cinta dengan perempuan sememikat Fatira.


Kalian pasti tau kan kapan Darren menyuruh beberapa bodyguard untuk melindungi Fatira? Itu bukan hanya sekedar bodyguard teman-teman, Darren memperkerjakan mereka yang awalnya hanya sebagai bodyguard sekalian merangkap penguntit yang akan melaporkan kegiatan Fatira sehari-hari atau bahkan tak segan-segan menjauhkan Fatira dari para lelaki yang ingin mempersunting Fatira.


Darren sungguh tidak peduli jika ia di bilang posesif atau penguntit yang jelas ia sudah terdeteksi virus bucin next level dan tak ingin kecolongan sebelum ia memulai Start!.


Mau di ejek posesif sama para sahabatnya? Ya Bodo Amat! Yang jelas ia tak ingin kehilangan cinta pertama dan terakhirnya.


Soal umurnya yang lebih muda 2 tahun dari Fatira sungguh ia tak peduli karena menurutnya Age is just a number!


Tak perduli orang berkata apa yang jelas ia akan menjadikan Fatira satu-satunya Ratu di hatinya dan tak akan segan-segan mendeklarasikan perang jika ada yang berani mengganggu, menentang atau merebut Fatiranya.


Karena sungguh ia semakin jatuh cinta untuk yang kesekian kalinya dan keinginan untuk mendapatkan Fatira semakin menggebu-gebu setelah melihat Fatira kali ini.


Jika Darren sudah pernah melihat Fatira memakai setelan santai walaupun hanya lewat dari sebuah Foto lain halnya dengan Fatira, ini kali pertamanya melihat boss-nya memakai pakaian santai seperti sekarang ia juga tak munafik kalau ia juga terpesona dengan Bossnya.


Walaupun ia tak mempunyai ketertarikan untuk menjalin kasih dengan seorang pria tapi ia masih normal seperti wanita pada umumnya yang sangat mengagumi lelaki tampan apalagi saat ini ia berdiri di depan Fotokopi oppa-oppa korea yang biasanya hanya ia halukan lewat hp ataupun laptop tentu saja ia tak akan melewatkan kesempatan emas kali ini.


Kapan lagi ya kan lihat Fotokopi oppa-oppa ganteng di depan mata.

__ADS_1


Selagi gratis ya nikmati aja sepuasnya hehe.


Setelah puas dan tersadar dengan ketidak sopanannya karena telah terang-terangan menatap mata sang boss, Fatira akhirnya menyapa Darren seperti biasa ia bekerja walaupun saat ini bukan termasuk jam kerja tetapi ia wajib menghormati boss nya dimana pun kapan pun bukan?


"Malam pak" sapa Fatira sembari membungkuk-kan badan.


"Ehem! Malam" saut Darren dengan suara tercekat, ia kaget tiba-tiba Fatira memutuskan pandangan dan menyapanya padahal ia sendiri masih ingin mengagumi paras wanitanya.


Masih di temani dengan deguban jantung yang masih berdetak dengan keras Darren pun akhirnya memutuskan beranjak keluar hotel bersama Fatira di sampingnya.


Tanpa mereka sadari sedari tadi jika outfit yang Fatira dan Darren kenakan ternyata sangat mathching seperti pasangan yang sedang liburan bersama. Bagaimana tidak jika saat ini mereka sama-sama mengenakan pakaian yang atasannya berwarna putih, Fatira dengan blouse putihnya dan Darren dengan kaos polo putih berlengan pendek celana chino pendek serta sepatu kets putihnya tak lupa jam tangan mahal yang bertengger di tangannya, bahkan jika dari radius 5 meter saja masih tercium wangi-wangi mahalnya.


Maklum Horang kayaa~


...****************...


"Pak, saya tadi sudah survey di google katanya 15 menit dari sini lagi ada pasar malem yang lumayan besar bagaimana kalau kita kesana itung-itung refreshing otak, saya bakal traktir bapak sepuasnya deh" ujar Fatira percaya diri saat mereka baru sampai mobil.


"Pasar malem pak.. Pasarnya tuh di adain setahun sekali gitu pak itu pun kalau mau panen tebu atau selametan sebelum pabrik gula beroprasi gitu.. Kita termasuk beruntung loh pak pas dapat momen penting seperti ini" jelas Fatira menggebu-gebu.


'Wait wait penting? Pasar malem? Sepenting apa pasar malem baginya sampai ia berbinar-binar seperti itu' pikir Darren sembari menukikkan alisnya.


"Pak? Hallooo~" panggil Fatira sembari melambaikan tangan di depan Darren.


"Haa iya" beo Darren.


"Jadi gimana pak, anda setuju tidak?" tanya Fatira memastikan ia sudah harap-harap cemas menanti jawaban sang boss.


"Memangnya di pasar malam ada apa sih?"


"Haa maksudnya?" bingung Fatira.

__ADS_1


"Puffttt.. Jangan bilang bapak belum pernah ke pasar malam?" tanya Fatira.


Melihat Darren yang diam saja pun semakin membenarkan jika tebakan Fatira tepat sasaran Fatira pun semakin tertawa ngakak sambil menepuk-nepuk dashboard depannya.


"Ehemm! Memangnya aneh kalau saya belum pernah ke Pasar malam, sepertinya tidak" elak Darren ia gengsi jika ketahuan belum pernah pergi ke pasar malam.


"Ya aneh aja gitu pak zaman sekarang masih ada orang yang belum pernah ke pasar malam" jelas Fatira di sela-sela tertawanya.


"Mungkin saya termasuk limited edition, makanya nggak tau bentuk pasar malam itu seperti apa" balasnya cuek.


"Ck..Ck.. Sepertinya emang beda ya pak Horang kaya seperti Bapak" ucap Fatira geleng-geleng kepala.


"Begini pak biar saya jelaskan" Ujar Fatira memposisikan badan menghadap ke arah Darren yang duduk di balik kemudi.


"Pasar malem itu udah kayak Disneyland-nya para rakyat biasa seperti saya pak, saya yakin bapak pasti udah seringkan bolak-balik ke Disneyland biasanya para horang kaya macam Bapak ini ke Disneyland udah kayak jarak Tangerang ke Jakarta, beda sama saya baru liat harga tiket masuknya aja udah bikin ginjal saya bergoyang"


Darren tertawa lepas mendengar lawakan Fatira sampai air matanya keluar.


'Ahhh kapan ya gue terakhir kali tertawa lepas kek gini, semenjak ada dia sepertinya suara tawa akan selalu menemaniku setiap hari asal ada DIA' batin Darren menatap lembut Fatira.


"Oke kita kesana " putus Darren, Fatira yang mendengarnya pun langsung terlonjak girang.


"Tapi ada syaratnya" lanjut Darren.


"Syarat apa Pak?" tanyanya penasaran.


"Saya mau kalau diluar pekerjaan kamu ngga usah bersikap Formal sama saya" pinta Darren.


(Halloooo... Sepertinya babang Darren sudah gencar modus ke Fatira nih gimana ya kelanjutan ceritanya? Yang pasti akan semakin seru dan terus dukung Darren dan Fatira sampai mereka sampai ke pelaminan ya jangan kelain hati duluu!! )


[Love you Guys!]

__ADS_1


__ADS_2