KEPENTOK CINTA CEO BRONDONG

KEPENTOK CINTA CEO BRONDONG
Bab 12


__ADS_3

" Jadi lo ada masalah apa sampai nanya kenalan media sama gue?" tanya Shella setelah selesai makan.


" Mau gue kasih berita hot " jawab Fatira terkekeh.


" Serius lu berita apaan?7?" tanya Shella antusias.


Fatira pun menceritakan berita hot yang ia maksud kepada Shella, mereka antusias akan membantu sama lain supaya beritanya tetap trending.


" Eh Lo tau kan Bini dia itu gimana sombongnya? mentang-mentang dia senior selalu bertingkah bak dewi yang minta senantiasa di sembah tau" kesal Shella.


" Oh yang suka meranin sosok teraniaya itu ya " ucap Tian.


" He'em,, Padahal mah aslinya antagonis banget" cerocos Shella.


" Gue pernah pa-pasan sih waktu di acara Anniversary perusahaan tahun lalu, emang agak judes kalo sama bawahan, kayak maunya gabung di circle bini-bini Ceo gitu" ucap Fatira.


" Bukan agak judes tapi emang JUDES banget!!"


" Lo tau nggak di agensi itu kalau dia punya ide atau saran maunya langsung di Acc, kalau ada yang berani bantah rencana dia , udah di pastiin tu orang besok pagi udh nggak kerja lagi"


" Padahal nih ya menurut tim-tim kreatif ide dia itu enggak banget tau, udah ketinggalan jaman di tambah rating acara selalu jelek dan yang lebih membagongkan lagi kalau dapat rating jelek Tim produksinya yang kena semprot bukan dia" jelas Shella menggebu-gebu.


" Dia punya orang dalem kali" celetuk Tian.


" He'eum,, katanya sih sahabatan sama salah satu pemegang saham agensi gue" jawab Shella.


" Ck ck mereka belum tau aja Shella Calista itu anak siapa, kalau tau kejang-kejang deh tuh orang" kekeh Tian.


" Idihh gue juga nggak mau kali kalau buat panjat sosial doang, males gila anjirr!" Gerutu Shella.


" Jadi rencana kita gimana nih??" tanya shella semangat.


" Enaknya gimana kalau menurut lo?" tanya Fatira balik.


" Gue ada kenalan orang media yang bener-bener bagus banget" jawab Shella.


" Gue bisa bantu supaya tetep trending" ucap Tian santai.


Fatira memandang santai kedua sahabatnya lalu tersenyum penuh arti.


" Siapa orang media yang mau lo kenalin" tanya Fatira.


" Ceo Daily News, kebetulan dia Sepupu gue" Ucap Shella.


" Prok prok prok emang bukan kaleng-kaleng temen gue" Heboh Tian.


" Gue bukan temen lo ya " sengit Shella.


" Gue rukiyah lama-lama mulut lo tuh, nge Gas mulu kalau sama gue heran deh" geram Tian.


" Wleee" ejek Shella.


Fatira terkekeh melihat kedua sahabatnya yang suka berkelakuan absurd itu.


" Syukur deh kalau dia Ceo seenggaknya gue gak perlu capek-capek mastiin kesalamatan dia" ujar Tira.


" Heuem,, Gue udah mikirin sampai kesitu juga kali beb" jawab Shella.


" Tumben lo pinter" ejek Fatira, Shella yang mendengarnya pun langsung mendelikkan mata.


" PETIRR!! Mulut lo minta di korbanin ya lama-lama!" pekik Shella.


" Gue emang pada dasarnya pinter, cuman tertunda aja" tambah Shella sengit, dan langsung menjadi bahan tertawaan Fatira dan Tian.


*


" Lo pulang sama siapa? " Tanya Tira saat mereka bserjalan keluar resto.


" Gue di jemput sepupu, ada acara keluarga habis ini sekalian lo kenalan gih" ujar Shella.


" Buat apa? " Tanya Tira heran.

__ADS_1


" Lo lama lama ketularan begonya si Cristian deh" ucap Shella gemes.


" Nistain aja terosss" cerocos Tian.


" Berisik lu bayangan udah diem aje!" sengit Shella.


" Fatira sayang kalau ada sepupu gue lo kan bisa langsung diskusiin rencana lo ke dia" ujar Shella.


" Kan bisa lewat email" ucap Fatira malas.


" Emang lo punya kontaknya?" tanya Shella.


" Kan ada elo yang serba guna " ucap fatira Terkekeh.


" Ck kan lebih enak kalau ketemu langsung, gue udah capek desak-desak dia buat jemput gue, kalau lo nggak mau ketemu gue gak mau bantu lo lagi " ancam Shella.


" Oke oke gue nebeng lo sampai kantor Tian" ucap Fatira menyerah ia kalah kalau sahabatnya yang satu ini sudah main ancam.


" Terus nasib gue gimana? " tanya Tian yang sedari tadi menjadi patung.


" Balek aja lo sono" suruh Shella.


" Ck emang nggak ada adab ya lo " kesal Cristian.


" Sorry ya gue bareng Shella lo duluan aja" ujar Fatira.


" Oke! Lo ntar mampir dulu keruangan gue nggak?" tanya Tian.


" Enggak gue langsung ambil motor trus balik" jawab Fatira.


" Tuh sepupu gue udah dateng, Yok!" ucap Shella.


" Tian gue duluan" ucap Fatira langsung di angguki oleh Tian.


Mereka masuk ke dalam mobil, Fatira masuk ke kursi belakang sedangkan Shella langsung duduk di kursi depan.


" Dah lama nunggu?" tanya sepupu Shella.


Sepupu Shella yang mendengar lawakan sepepunya pun langsung terkekeh.


Sedangkan Fatira? Gadis itu hanya memutar matanya jengah, karena sedari dulu sahabat Fatira yang satu itu selalu takut dengan sinar matahari yang katanya akan membuat kulitnya gampang gelap.


" Oh iya kenalin nih Sahabat gue dia mau kerja sama ama Daily News" ucap Shella mengenalkan Fatira dengan sepupunya.


" Raja Pamungkas " Ucap Raja memperkenalkan diri menghadap ke belakang.


" Fatira Ayunda " ucap Fatira membalas jabatan tangan.


" Saya sambil nyetir aja ya ceritanya" ujar Raja.


" Oh iya silahkan" ucap Fatira.


" Kharismatik" Itu adalah satu kata yang melintas di benak Fatira saat berkenalan dengan pria berjas rapi dengan potongan rambut korean style di tambah kaca mata semakin menggaris bawahi kalau ia bukan pria yang sembarangan.


' Kim Min Kyu versi indo ini mah' kekeh Fatira dalam hati.


" Jadi ada hal apa yang membuat kamu ingin kerja sama dengan perusahaan saya" Tanya Raja.


" Jadi begini..." Fatira langsung menceritakan rencana ia dan Shella dari A sampai Z.


" Jadi kamu ingin memberi bukti-bukti itu ke saya secara percuma?" tanya Raja memastikan.


" Iya, karena perusahaan kami juga nggak akan mungkin mengungkap kasus ini secara terang-terangan, akan berdampak besar ke saham nantinya" jelas Fatira.


Raja terlihat mengangguk-anggukan kepala.


" Lo bisa kan bantu?"


" Ini bakalan nguntungin banget tau buat Daily News" ucap Shella meyakinkan.


" Kenapa kamu juga ikut-ikutan?" tanya Raja ke Shella menyelidik.

__ADS_1


" Jangan bilang kamu salah satu korban dia" lanjut Raja.


" Idihhh Amit-amit" pekik Shella mengetukan kepala dan dashboard mobil bergantian.


" Bismillah dulu lo kalau ngomong, Kebiasaan banget deh" omel Shella lalu mengundang gelak tawa Raja.


" Terus kenapa kamu segitu semangatnya sama kasus ini?" lanjut Raja bertanya.


" Gue kesel banget sama Bininya, sok berkuasa banget jadi orang" gerutu Shella.


" Gitu Doang? " Tanya Raja mengangkat salah satu alisnya.


" Isshh,, Nggak sesederhana itu sebenarnya, si Amira Pitaloka nih udah bikin temen seperjuangan gue Depresi sampai sekarang dan ada juga junior-junior gue yang pada ngundurin diri gara-gara dia" jelas Shella berusaha menceritakan garis besarnya saja.


" Serius lo karena dia bukan karena orang lain, ntar jadinya lo Fitnah loh" Tanya Fatira memastikan.


" Gue serius soalnya terakhir mereka ketemu cuma sama Amira Pitaloka itu aja, besoknya mereka kayak langsung menyendiri terus pada berakhir depresi"


" Yang bikin gue tambah curiga, kalau ada yang nyebut nama Dia temen gue nih kayak langsung ketakutan nggak ke kontrol gitu" Jelas Shella.


Fatira yang mendengar itu pun langsung di buat geram oleh kelakuan pasangan suami istri itu.


' Bener bener iblis versi manusia' pikir Fatira.


" Oke saya setuju untuk mengunggah kasus ini"


" Ini kartu nama saya, silahkan hubungi saya nanti untuk mengirimkan bukti" ucap Raja sembari menyerahkan selembar kartu nama ke Fatira.


" Baik, nanti akan segera saya hubungi, terima kasih tumpanganya"


" Shell gue duluan ya" pamit Fatira karena mereka sudah sampai di kantor Tian.


" Oke beb hati-hati ya" jawab Shella.


" Mari pak Raja" pamit Fatira ke raja. Raja langsung membalas anggukan dan senyuman manis.


*


" Eh itu temen kamu tadi kan" tanya Raja ke Shella sembari menunjuk ke arah motor yang barusan mengklakson mobilnya.


Shella yang sedang fokus ke ponsel pun langsung menoleh ke arah tujuan yang di tunjuk oleh Raja.


" Iya itu Fatira" jawab Shella menganggukan kepala.


" Woww!! Keren banget!" ujar Raja Takjub.


" Kenapa?? lo terpesona?" tanya Shella terkikik geli melihat ekspresi takjub sepupunya.


" Takjub banget ada ya jaman sekarang cewek secantik dia masih mau naik motor, Trail lagi" ujar Raja.


" Gue boleh nggak deketin dia" Izin Raja ke sepupunya.


" Ha ha ha, susah Brother jinakin hati bebeb gue dia udah nggak percaya sama yang namanya laki-laki lagi soalnya" tawa Shella sambil berusaha menjelaskan.


" Eh kenapa, dia masih normalkan?" tanya Raja nyeleneh.


" YA MASIHLAH " sengit Shella.


" Terus kenapa?" tanya Raja penasaran.


" Ck bukan kapasitas gue buat nyeritain masalah dia" ucap Shella judes.


" Tapi lo mau bantuin gue kan?" tanya Raja masih berharap.


" Sorry brother gue pihak netral, lo harus berusaha sendiri kalau masalah ini" ucap Shella terkekeh.


" Eh,, Btw lo adalah orang ke sekian kali yang minta gue buat nyomblangin sama si doi"


" Semangat bersaing bro" ujar Shella menepuk-nepuk bahu Raja.


" Gimana dong gue udah FALL IN LOVE sama Doi" Frustasi Raja.

__ADS_1


__ADS_2