
Fatira meringis melihat bossnya yang sedang adu mulut dengan temannya.
'Orang kaya kalau berantem jadi ilang aura kayanya ' pikir Tira terkekeh melihat ke absurd an bossnya itu.
" Eh Cantik mau pesan apa hari ini aku gratisin deh buat kamu" ucap leon.
" Saya udah pesan tadi " jawab Tira tersenyum.
" Gausah Gatel bisa" sengit Darren ke Leon.
" Enggak bisa! Cewek secantik ini gak bisa gue anggurin" balas leon tak kalah sengit.
" Ehemm,, Jadi anda Owner di caffe ini?" tanya fatira ke leon.
" Bisa dibilang begitu cantik " jawab leon memamerkan giginya.
" Wow anda hebat ya " puji tira.
" Ck, Kenapa sih kamu formal banget sama aku" ambek leon.
" Ma-Maaf leon belum terbiasa " ucap Tira salah tingkah.
Darren terlihat mengetatkan rahang tak suka dengan cara leon yang terus-terusan menggoda gadisnya ia takut fatira akan lebih dekat ke leon daripada dirinya.
' Awaas lo habis ini bakalan abis sama gue ' batin darren sembari memelototkan matanya ke arah leon.
Leon yang sadar akan amarah Darren pun bergidik ngeri dengan ia segera menghentikan godaannya terhadap fatira.
Leon masih ingin hidup damai bersama tiga pacarnya. Setidaknya untuk saat ini baru tiga, entahlah tiga bulan kemudian kemungkinan ia akan nambah lagi.
Dengan cara leon yang terus-terusan menggoda dirinya membuat fatira sedikit paham kalau teman boss nya ini bisa dibilang playboy spesies biawak.
Setelah Leon mendapat teguran dari Darren, ia pun langsung memulai topik yang memang harus di bahas dengan darren.
Fatira yang merasa mereka butuh privasi pun pamit ke kamar mandi.
" Itu cewek yang dulu lu taksir kan?" tanya Leon setelah memastikan fatira menutup pintu.
" Iya dia cewek itu" jawab darren menatap pintu.
" Pantesan aja lo kesemsem, orangnya bening gitu"
" Gue kemarin sampe penasaran banget sama cewek yang udah bikin lo jadi lelaki sejati kayak gini " ucap leon yang langsung mengundang tatapan sinis dari Darren.
" Gue kalau ketemu Doi duluan juga bakalan jatuh cinta " jail leon mengedip-edipkan mata.
Bukkk
" Udah gue bilang jangan ganggu dia, dia milik gue" marah Darren.
__ADS_1
" Aww ssshhh,, Gila ya lo sakit tau nggak! belum apa-apa aja udah posesif gini, apalagi udah gue tikung" jawab Leon dengan tengilnya.
" Lo mau mati Hahh!"marah darren.
" Wuihh kalo jomblo abadi lagi jatuh cinta ngeri emang" ucap leon bergidik ngeri.
" Lo berani nikung gue, gue masukin lo ke kandang buayanya kakek gue" sengit darren.
" Anjiirrr mati dong gue" ucap leon.
" Tapi itu beneran Fatira lebih tua dari kita Dua Tahun? " tanya leon.
" Hemm" sahut darren malas.
" Tapi gak keliatan tua, masih imut gitu apalagi sama gue cocok banget" seloroh leon dan langsung membuat emosi Darren sampai di ubun-ubun.
" Udah gue bilang jangan macem-macem lo sama dia " bentak darren sambil mencekik kerah baju leon,
" Uhuk uhuk Anjir gue cuma bercanda " Ucap leon menepuk-nepuk bahu Darren.
Hampir saja dia mati di tangan darren gara-gara menjahili sahabatnya itu.
" ****** emang ya lo jadi temen" gerutu Leon sambil mencebikkan bibir seksinya.
" Cewek lo udah banyak jadi jangan ganggu dia, dia punya gue! " ucap Darren.
Mereka sudah bersahabat lama sedari Smp jadi leon maupun farel sudah khatam dengan sifat masing-masing apalagi sifat darren.
Memang di antara Darren, Farel dan Leon yang paling pendiam adalah Darren. Jadi mereka kaget melihat sahabat yang paling pendiam jatuh cinta dengan seorang wanita dan lebih tua dua tahun dari Darren.
Tak berselang lama fatira datang bersamaan dengan makanan pesanan mereka, sedangkan leon sudah pamit setelah urusannya dengan darren sudah selesai.
" Jadi apa rencana bapak untuk menangani kasus Pak Wira?" tanya Tira setelah memastikan bossnya dan dia selesai makan.
Darren menghela nafas memikirkan masalah perusahaan yang ternyata sangat complicated membuat kepalanya berdenyut nyeri.
" Kita harus bergerak cepat pak, sebelum lawan mengetahui langkah kita" lanjut Fatira berapi-api.
" Kenapa kamu sepertinya semangat banget? " tanya darren menyelidik.
" Pak, Membersihkan orang kotor dan jahat itu pahala loh" jawab Tira menggebu-gebu.
Darren mendengar kata-kata fatira tak tahan untuk tidak tertawa.
" Nggak sesederhana itu fatira" ucap darren tersenyum.
" Apa yang membuat bapak berfikiran rumit? " tanya fatira menatap lurus darren.
' Keselamatanmu'batin darren.
__ADS_1
" Saya mikirin perasaan papa saya" bohong Darren.
" Ck, bukannya lebih cepat lebih baik ya pak?"
" Bagaimana kalau bukan kita yang nyebarin? tapi orang lain ?" tanya Fatira tersennyum miterius.
" Maksudnya? " tanya Darren bingung.
" Bapak nggak mau bongkar kebusukan pak wira karena pak wira teman sekaligus sahabat pak pandu kan??" tanya tira.
Walaupun darren masih bingung tetapi ia langsung menganggukan kepala.
" Kalau bukan bapak yang ngelaporin, saya rasa nggak ada masalah " ucap fatira tersenyum licik.
Fatira memang hobi sekali dengan yang namanya membersihkan hal - hal yang memang menurutnya sangat perlu di bersihkan.
Darren menepuk dahinya ia merutuki kebodohannya kalau sudah di dekat fatira.
" Jadi apa rencanamu?" tanya darren penasaran.
" Serahkan saja sama saya " jawab tira sembari meminum jusnya, di sela - sela minumnya ia tersenyum licik memikirkan rencana yang membuat pak wira langsung mendekam seumur hidup di penjara.
" Oh iya saya lupa, Bagaimana kalau kita barter pak?"
Darren mengerutkan kening menunggu kelanjutan fatira.
Ia was-was semoga saja gadisnya tidak memberi persyaratan yang sulit misalkan resign atau apapun yang membuat ia jauh dari gadisnya.
" Kalau saya berhasil mengungkap semua kejahatan pak wira dan menjebloskan beliau ke penjara saya mau bapak hapus hukuman saya, dan saya mau kerja di ruangan saya tidak seruangan lagi dengan bapak" lanjut fatira dengan tegas.
" Enggak bisa!! Kalau soal hukuman saya setuju kalau pindah ruangan saya tidak setuju!!" bantah darren dengan tegas.
" Yaudah saya bakal buat kalau bapak yang melaporkan pak wira, sekaligus yang memberikan bukti-bukti" ucap fatira licik.
' Anak kemarin sore mau ngibulin gue gak bakalan bisa saayy' ejek fatira.
" Silahkan saja, kamu fikir saya takut?" tantang darren.
" Oh iya? Bagaimana nanti kalau Wijaya group bakalan di hancurin sama komplotan pak wira? kita belum tau loh pak siapa saja yang berada di balik pak wira, apalagi saya dengar pak wira berteman baik dengan Mafia"
" Bapak pasti tau kan resiko wijaya group kalau bongkar kasus ini??" tanya tira menakut-nakuti.
Darren memijit kepalanya pusing memikirkan jalan keluar dari masalah ini, apalagi pekerjaannya juga sangat menumpuk tak bisa ia tinggalkan untuk mengurus masalah tikus - tikus di perusahaannya, kalau dia menyerahkan masalah ini ke fatira, ia juga khawatir tentang keselamatan gadisnya itu apalagi persyaratannya tadi yang membuatnya uring-uringan.
Ia menarik nafas dan menghembuskannya berharap ia bisa berfikir jernih dan menemukan solusi yang tepat tanpa harus berjauhan dengan gadisnya itu.
Fatira yang melihat big bossnya frustasi itu bahagia, sepertinya rencananya untuk punya ruangan sendiri akan segera terealisasikan, mengingat dia yang selama ini selalu membentengi diri dengan lawan jenis karena takut ke bawa perasaan.
Fatira tak mau munafik ia juga mengakui kalau boss nya itu sangat tampan apalagi suka skinship ia juga perempuan normal punya hati yang lembut dan kenyal, maka dari itu sebelum tembok yang ia bangun susah payah runtuh lebih baik ia mundur teratur dan alon - alon.
__ADS_1