KEPENTOK CINTA CEO BRONDONG

KEPENTOK CINTA CEO BRONDONG
Bab 7


__ADS_3

" Kamu gak ikhlas??" tanya Darren dengan nada polosnya.


' ENGGAK!!' jawab Fatira dalam hati, ingin sekali ia menjawab seperti itu, tapi tak bisa dia masih takut kerja baktinya di perpanjang, kan Repot!


" Ikhlas kok pak, tapi please satu menu aja ya pak" pinta Fatira dengan nada memelas.


" Kan kamu sendiri yang tadi nawarin " jelas darren.


" Pak tangan saya cuman dua loh" sengit Fatira.


" Saya juga lihat tangan kamu dua, masalahnya apa?" tanyanya.


" Au ahh" gerutu Fatira mengerucutkan bibirnya, yang langsung mengundang kekehan dari sang big boss.


'Jadi pengen cepet-cepet ngawinin Eh- nikah ' kekeh darren dalem hati.


Tok Tok Tok!


"Masuk" jawab Darren.


ceklek


Fatira mengernyitkan keningnya melihat orang yang baru datang.


' Ngapain si botak kesini?' tanyanya dalam hati.


" Bapak manggil saya?" Tanya Pak Burhan menghadap ke Big Boss.


" Hem" jawab darren dengan deheman.


' Waktunya eksekusi telah tiba' kekeh Fatira, ia baru ingat kalau ternyata si botak itu terlibat menerima suap menyuap dari calon karyawan Wijaya Group.


Dia menyalah gunakan jabatannya untuk kepentingan kantongnya sendiri.


" Baca ini" titah Darren kepada Pak Burhan.


" Ini apa pak" dengan tangan gemetar Pak Burhan mengambil berkas yang di kasih oleh Darren.


" Apa kamu tak punya mata?! " tanya Darren dengan nada dingin.


" I-Inii pa-pak ini gak bener pak" elak Pak Burhan.


" Apa kamu menganggapku buta?!" bentak Darren.


" Bu-bukan pak, Tapi ini bohong pak pasti saya di jebak disini dan ada yang suka sama saya " elak pak burhan sambil melirik ke arah Fatira.


'Lah Lah kok ngelirik gue, mau gue colok ' batin Fatira.


" Apa kamu fikir saya orang bodoh, sampai tak bisa mencari bukti aksi curang seorang tikus sepertimu!!"


" Ini semua bukti aksi keparatmu selama di perusahaan ku" Ucap Darren menyodorkan laptop yang berisi sebuah video yang berisikan aksi Pak Burhan yang sedang menerima gepokan uang dari salah satu laki-laki yang Fatira tak kenal, dan yang paling parahnya pak burhan terlihat sedang mengelus-ngelus paha dan mencumbu calon karyawati yang masuk lewat jalurnya.


" Astagaa!" ucap Fatira menutup mulut.

__ADS_1


" Kira-Kira hukuman apa yang pantas untuk orang yang tak tau diri sepertimu" desis darren.


Wajah pak Burhan sudah pucat pasi melihat semua bukti yang Darren sodorkan, ia terlihat mengepalkan tangannya sampai kuku-kukunya memutih.


" P-Pak saya bisa jelasin pak, saya pasti di jebak disini saya tak mungkin melakukan aksi bejat itu di wijaya group" Jawab Pak Burhan beralasan.


" Jadi kamu sendiri mengakui kalo aksimu itu bejat! " tekan darren dingin.


" Kelakuanmu Tak cuma bejat tapi juga sangat mencoreng Wijaya Group yang susah payah keluarga saya dirikan, Kira-kira hukuman apa yang pantas untukmu?!"


tanya Darren sambil berjalan mengelilingi Pak Burhan.


"P-Pak maafkan saya pak" pak burhan bersujud di depan Darren.


" Saya salah,, Saya berjanji tak akan mengulangi lagi" Lanjutnya.


" Apa dengan kata maaf saja bisa mengembalikan citra perusahaan ini?" jawab Darren tersenyum sinis.


" Ampun Pak, Saya tak akan mengulanginya lagi "ucap Pak Burhan.


" Saya tak perduli kamu mau melakukannya lagi atau tidak"


" Simpan tenagamu untuk di kantor polisi " lanjut Darren.


Tok tok tok


Fatira berjalan ke arah pintu lalu membukakan pintu tersebut dan munculah beberapa orang yang berseragam polisi, tenyata darren sangat bertindak cepat demi memberantas para tikus di persuhaannya.


"Bawa dia dan jebloskan dia di penjara yang paling mengerikan!! Dan pastikan dia mendapat hukuman yang setimpal" totah Darren dingin.


" Baik Pak" jawab seorang polisi lalu menyuruh anak buahnya memborgol Pak Burhan.


" Pak maafkan saya pak! Saya tak akan mengulanginya lagi jangan penjarakan saya!!"


"Di dunia ini ada Hukum supaya manusia tak saling bunuh-membunuh, tapi kalo bapak gak mau di hukum ya dengan senang hati saya membunuh bapak" sinis Fatira, ia sudah capek melihat live dramanya pak burhan dari tadi, Yakali orang yang suka *****-***** minta di ampuni- DIHH!!!.


Terlihat Darren terkejut dengan perkataan Fatira yang terucap barusan.


' Masa iya langsung tangkap polisi, siksa dulu kek minimal' Kesal Fatira dalam hati.


" Ehm,, Silahkan bawa dia pak!" perintah darren.


Polisi itu langsung membawa Pak Burhan yang meronta-ronta teriak-teriak minta ampun.


Fatira mendecakkan lidahnya kesal, sepertinya ia sangat kecewa dengan ending drama yang di buat pak burhan.


" Kamu ada dendam pribadi sama dia?" Tanya Darren.


"Banyak pak " Sahut Tira.


" Ohh ya?? Apa kamu juga salah satu korban dia" tanya Darren menahan amarah, seakan tak siap dengan jawaban yang membuat dia sakit hati.


" Kalo saya gak sampe segitunya sih pak" Ucap Fatira sambil menerawang.

__ADS_1


" Saya dulu juga pernah ditawari bakalan di loloskan wawancara di Wijaya Group, tapi ya dengan syarat gitu"


" Tapi saya menolak karena saya yakin dengan kemampuan sendiri"


" Tapi dia gak berhenti sampai disitu, sampai sekarang kalau dia ketemu saya pasti bakalan melotarkan godaan dengan kata-kata yang menjijikan " kesal Fatira.


" Saya dab masih banyak karyawan perempuan sudah di lecehkan oleh beliau" Geram Tira.


Terlihat Darren memgepalkan tangannya hingga urat-uratnya menonjol dan kukunya memutih.


' Harusnya gue buat mata dia buta dulu tadi' marahnya dalam hati.


" Kenapa kamu tidak melaporkan dia ke atasan??" Tanya Darren berusaha menekan amarahnya.


" Bukti kami belum kuat pak bahkan sangat minim, kalau hanya pernyataan dari para korban pasti dengan mudah dia membalikan fakta" jawab Fatira.


" Apa kamu pernah mencoba lapor ke atasan?" Tanya Darren lagi.


" Dekingan dia terlalu kuat pak" ucap Fatira.


" Siapa " tanya Darren.


" Direktur Operasional kita pak, saya dengar dia masih bersaudara" jelas Fatira.


" Pak Wira??" tanya Darren terkejut.


" Benar dan saya sudah menyelidikinya, ternyata dia juga suka memangkas budget proyek-proyek kita dan masuk ke rekeningnya sendiri" Jelas Fatira memberikan satu berkas dan sebuah Flasdisk yang bersangkutan dengan Pak Wira.


" Dari mana kamu mendapatkan ini?" Tanya Darren, sembari memijat keningnya.


Ia masih tak menyangka orang yang sangat papanya percayai ternyata malah menyemburkan api di belakangnya.


" Sebenarnya saya sudah lama curiga dengan kasus heboh yang terjadi Setahun yang lalu" Ucap Fatira beralih ke flashdisk lalu mencolokan ke laptop, lalu menunjukan sebuah video dimana ada seorang laki-laki yang sedang di pukuli.


" Lelaki itu adalah pak Budi Mantan asisten Pak Wira yang di tuduh korupsi setahun yang lalu pak" Jelas Fatira.


" Dia di paksa mengakui semua kejahatan yang sama sekali ia tidak dilakukan, demi menutupi semua kejahatan yang Pak Wira buat pak"


" Kemarin setelah saya menemukan kejanggalan oleh salah satu proyek kita, saya langsung melakukan pengecekan, dan saya menemukan semua ini" tunjuk Fatira ke


barang bukti.


" Lalu dengan ini?" tunjuk Darren ke sebuah video rekaman pak wira sedang bertransaksi di salah satu ruangan Bar.


" Saya mendapatkannya dari mantan asisten pak wira, kemarin saya menemuinya di penjara " jelas Fatira.


" Kamu tidak memikirkan keselamatanmu sendiri" ucap Darren mendelik tajam ke arah Fatira.


" Saya sudah berhati-hati pak, saya mengaku ke polisi kalau saya sepupunya Pak Budi " jawab Fatira, Ia terheran-heran melihat bossnya marah.


' Kok malah marah, bukannya dia harusnya seneng ya?' pikirnya.


" Iya tapi kamu harusnya tau kalau ada anak buah pak wira memotret kamu lalu melaporkan ke dia, kamu dalam bahaya!" marah darren.

__ADS_1


__ADS_2