
Pagi ini Fatira sangat semangat menjalani kegiatan yang sudah lama ia nanti-nanti yaitu memberantas spesies manusia tak tahu malu.
Ia memakai Setelan warna hitam seperti laki-laki pada umumnya.
Setelah memasukan Menu sarapan serta Dessert yang tadi ibunya buatkan ia langsung memajukan motornya ke arah kantor guna menitip ke salah satu Ob kepercayaannya untuk menyiapkan sarapan sang big boss.
Dia lalu langsung melanjutkan ke arah tujuan yang ia rencanakan.
" Lo dimana??" tanya Fatira pada sahabatnya di seberang telepon sana.
" Gue di kantor, lo jadi kesini nggak?" tanya balik Cristian.
" Jadi,, ini gue lagi Otewe ke kantor lu" jawab Fatira.
" Oke udah gue tunggu sama tim gue" ucap Tian lagi.
Fatira memang sedang ada janji dengan Cristian untuk memperlancar misinya, karena ia memang sedang butuh bantuan sang sahabat yang kebetulan memiliki perusahaan yang bergerak di bidang Cyber security.
Sesampainya ia di kantor Tian, Fatira langsung mengeluarkan bukti-bukti yang sudah ia siapkan skenarionya.
Tadi Fatira sudah memastikan ke salah satu staff Hrd kalau saat ini Pak Wira sedang cuti liburan ke Bali.
' Anggep aja ini liburan yang terakhir kalinya pak' kekeh Fatira.
" Ini semua bukti-bukti dari mantan asisten Si Tikus"
" Gue bisa minta tolong nggak, buat retas laptop sama ponselnya si tikus?" tanya Fatira ke Tian.
" Gampang tinggal merem aja gini doang mah" sombong Tian.
" Ck lo hati-hati jangan sampai meninggalkan jejak" Cerocos Fatira.
" hisshh,, Lo tenang aja deh duduk cantik biar tim gue yang kerja" omel Tian, langsung mengundang kekehan Fatira.
Satu jam kemudian Cristian mendapatkan semua bukti-bukti penggelapan dana Wijaya Group dan beberapa foto video mesum Si tikus tua dengan beberapa cewek bokingannya serta korban karyawati di kantornya.
" BR*NGSEK dasar Tikus sialan" desis Fatira mengetatkan rahang.
" Ini sih cita-citanya jadi kaya raya hidup foya-foya mati di penjara " seloroh Tian dan langsung mengundang tawa dari beberapa anak buahnya.
" Lo kenapa dah sampai segininya?" tanya Tian ke Fatira.
" Emang lo nggak pengen pites tu si Tua bangka lihat kelakuan bang*atnya dia??" tanya Fatira menggebbu-gebu.
" Ya kalau di perusahaan gue ada yang berani beginian mah gak bakalan bertahan hidup lebih lama, kalau perlu gue suntikin racun aja biar dia cepet mati" ucap Tian sarkas.
" Gue sih pengennya juga gitu tapi nggak seru kali lihatnya, masa langsung mati gitu aja " Sebal Fatira.
" Gue mikirin mental cewek-cewek yang dia perkosa tanpa bisa nuntut itu, pasti mereka hancur banget, mau nyerah tapi mereka tulang punggung keluarga gak bisa buat apa-apa kecuali menekan rasa trauma" ucap Fatira sedih.
*
Di lain tempat Darren baru saja masuk ke dalam ruangannya langsung di sambut keheningan.
'Kemana Fatira?' tanyanya bingung.
Ia menoleh ke arah meja di sebelah kanannya yang tak ada tanda-tanda kedatangan sang gadis pujaannya.
Darren langsung merogoh ponsel guna menghubungi gadis cantik itu, lama terhubung akhirnya terangkat juga.
" Hallo pak"
Darren bernafas lega mendengar suara baik-baik saja sang gadis pujaan hati, tadinya ia sempat khawatir.
" Kamu dimana" tanya Darren.
" Saya di luar pak lagi nyelesaikan misi"
" Oh ya sarapan Bapak sudah saya siapkan, sebentar lagi akan sampai" jawab Tira.
__ADS_1
Darren menghela nafas ia memikirkan hari ini pasti akan kesepian tanpa gadis pujaannya.
" Kamu hati hati jangan sampai ketahuan kalau kamu terlibat" peringat Darren.
Fatira yang mendengar kata bossnya pun terkekeh.
" Tenang saja pak,, Mereka nggak bakalan tau kalau kita semua yang berada di balik semua ini"
" Bapak nikmati saja pertunjukannya senin besok"
" Oh ya siap-siap pak sepertinya Wijaya Group akan semakin terkenal" ucap Fatira masih terkekeh.
Darren yang mendengar ucapan Fatira pun ikut terkekeh, ia merasa lucu karena boss biasanya yang membuat strategi sedangkan ini? Ia malah ketergantungan dengan sekretarisnya.
' Cinta yang sangat tepat ' Gumam Darren tersenyum.
" Yaudah kamu hati-hati saya tunggu pertunjukan dari kamu" Jawab Darren.
"Siap pak!!" ucap Fatira semangat.
Tok tok tok!
" Masuk" teriak Darren.
" Mohon maaf mengganggu pak ini sarapan bapak" Ucap Ob itu.
" Ya taruh di sana" tunjuk Darren ke arah meja sofa, ia lalu bangkit menuju makanan yang wanginya sangat ia rindukan.
Maaf pak hari ini saya nggak sempat masak.
Ini buatan ibu saya, Tapi saya bisa jamin kalau bapak pasti bakalan suka.
Semangat kerja pak!
Darren yang membaca note dari Fatira itu pun langsung tersenyum.
" Gini kali ya rasanya di bekalin makanan sama istri"
*
" Siapa yang nelfon?" tanya Tian.
" Big boss" singkat Fatira.
Cristian terlihat mengangguk-anggukan kepala bibirnya membentuk bulat.
" Lo bisa kan hack Cctv di klub yang di datangi si tikus tadi malem?"
" Trus lo mau ngapain? " tanya balik Tian.
" Udah diem aje lo, bisa kagak?" tanya Tira lagi.
" Bentar" jawab Tian.
Sekitar Lima Belas menit menunggu akhirnya tim Tian berhasil membobol Cctv keamanan pihak Club .
" Udah tuh " ucap Tian menoleh ke arah Timnya.
" Lo ngapain deh repot-repot bikin rencana kayak gini tinggal kasih aja bukti-bukti ini ke Polisi" tanya Tian.
" Nggak seru dong " Sengit Fatira.
" Mana coba gue lihat" ia menggeser badan lalu melihat rekaman aktivitas Pak wira.
" Woww mereka party ****??? " tanya Tian menganga.
" GOTCHA kena kau " Seringai Fatira langsung membuat Tian ngeri-ngeri sedap.
"Tolong Hack in saya sosmednya biadab biadab itu dong" suruhnya kepada pria yang berkacamata.
__ADS_1
Dengan tangan gemetar pria itu mulai menekan keyboard.
Bukan apa-apa pria mana pun pasti akan gugup kalau ada perempuan yang spek dewi berada di sampingnya.
" Kamu belum makan ??" tanya Fatira kepada pria itu.
" Em be-belum mbak" jawabnya gugup.
" Yaudah setelah menyelesaikan ini nanti saya traktir makan" ucap Fatira.
Mendengar ucapan Fatira pria itu langsung berbinar senang.
" Dia aja nih mbak kita enggak ??" Rajuk tim Tian yang lain.
" Iya nanti kalian semua juga saya traktir" ucap Fatira terkekeh.
Pria yang dari tadi berada di samping Fatira pun membrengut. Ia tadi sudah sangat antusias makan berdua dengan Fatira, ternyata hayalan tetaplah hanya hayalan.
" Sudah mbak " ucap pria itu.
" Mana??" tanya Fatira, sembari mengeluarkan ponsel.
" Oke Done !!" seru Fatira.
" Udah selesai?" tanya Tian memastikan.
" Udah ntar tinggal gue tambah-tambah dikit, Makan yuk" ajak Fatira melihat jam tangan yang melingkar di tangannya.
Critian menganggukan kepala meng-Iyakan ajakan Fatira.
" Udah nelfon Shella?" tanya Cristian sembari menyetir menuju resto tempat mereka janjian.
" Udah sampe dia" jawab Fatira.
" Kok gue gak percaya ya, biasa dia juga yang paling ngaret" ucap Tian heran.
" Lo kayak nggak tau aja gimana padetnya jadwal dia" ucap Tira.
" Begitu Syusah punya temen artis, apalagi dia terkenal " nyanyi Tian menirukan video viral di tok tok.
Fatira yang mendengar pun langsung tertawa terbahak-bahak sampai mules melihat ekspresi Tian yang sok imut-imut menjijikan itu.
Tak sampai Sepuluh menit kendaraan yang di kemudikan Tian pun sampai restoran.
" Lama banget sih " sambut Shella mengerucutkan bibirnya.
" Hehh Markonah!! elu cuman nunggu Lima Belas menit bukan Lima belas jam, sok sibuk banget lo" semprot Tian ke Shella.
" Gue emang sibuk ya bambank merah" pelotot Shella.
" Gui iming sibik yi binbink mirih" tiru Tian menye-menye.
" Sumpah lo nyebelin banget " teriak Shella
Fatira menggeleng-gelengkan kepala, melihat kedua sahabatnya, untung saja Tian mereservasikan ruangan VIP coba kalau di meja biasa, auto jadi skandal besok pagi.
" Udah salam kangen-kangenannya??" tanya Fatira sambil memilih menu.
" Ihhhh,, Beb ngapa lo bawa cecunguk itu" ucap Shella menghambur ke arah Fatira dan menunjuk ke arah Tian.
" Apa lo bilang!!" pelotot Tian.
" Cecunguk wleee" ejek Shella.
"Bener-bener minta di ketekin ni anak" geram Tian berusaha mendekati Shella.
" Mau sampai kapan kalian berantem??" Tanya Fatira menghentikan perdebatan mereka.
" Dia duluan!!" ucap Shella dan Tian berbarengan.
__ADS_1
" Gue laper kalau kalian mau lanjut berantem gue pergi!" ancam Fatira langsung membuat sahabatnya kicep.
Fatira yang melihat keduanya telah mengheningkan cipta pun langsung memesan makanan untuk mereka bertiga, tak lupa memesankan makanan untuk tim Tian dengan jasa delivery karena sebentar lagi telah memasuki jam makan siang Fatira tak mau kalau mereka telat makan siang cuma karena dirinya.