KEPENTOK CINTA CEO BRONDONG

KEPENTOK CINTA CEO BRONDONG
Bab 17


__ADS_3

Setelah fatira menyelesaikan makan siangnya iya lalu larut dengan pekerjaannya yang semakin menggunung karena masalah yang ditimbulkan oleh Pak Wira dan antek-anteknya.


Saat Jam sudah menunjukkan pukul 03.30 terjadi kehebohan yang luar biasa karena kedatangan polisi serta detektif dan beberapa berita yang menayangkan kasus asusila Pak Wira.


Pak Wira yang memang terkenal di dunia media sosial karena ia adalah salah satu suami dari artis senior yang bernama Amira Pitaloka pun langsung membuat heboh satu perusahaan dan dunia Jagat Maya.


Karena ia selama ini selalu dikenal sebagai sosok suami yang baik serta menjadi salah satu pimpinan perusahaan yang sangat disegani.


Fatira pun sudah tak kaget karena ia sudah memperkirakan akan terjadi kehebohan yang luar biasa apalagi ia menyewa Tian dan timnya untuk membuat berita seakan-akan selalu menjadi trending nomor Satu.


Hal ini bertujuan agar semua korban Pak Wira bisa melihat berita ini dan mau membuka luka lamanya untuk menjadi saksi supaya bisa memberatkan hukuman Pak Wira dengan seberat-beratnya.


Dan untuk kasus penggelapan dana ia sudah bekerjasama dengan polisi dan tim detektif untuk mengecek laptop serta komputer yang berada di ruangan Pak Wira.


Fatira yakin masih banyak kejahatan Pak Wira yang belum bisa ia ungkapkan karena beliau sangat pandai menyimpan Rahasia dan sangat licin.


Ia juga curiga kalau Pak Wira adalah salah satu orang yang terlibat dengan penyelundupan barang haram karena ia termasuk anggota mafia yang selama ini dicari oleh Polisi dan Fatira juga baru tau kemarin.


Ting!! Bunyi lift terbuka.


Terlihat seorang satpam dan diikuti beberapa orang berbadan tegap berjalan ke arah Fatira.


"Permisi mbak fatira" sapa seorang satpam yang ber-name tag Fahri yang Fatira perkirakan umurnya masih di bawa dia.


"Ya pak ada yang bisa di bantu"balas Fatira Sopan.


"Ini mbak polisi dan detektif ini ingin bertemu dengan Pak Darren beliau-beliau ini ingin meminta izin langsung kepada Pak Darren untuk mengecek ruangan Pak Wira secara langsung" jelas satpam tersebut.


"Oh baik Mas saya konfirmasi Pak Daren dulu ya" saut fatira ia langsung menekan tombol telepon.


"Pak ada tamu yang ingin bertemu dengan anda"


"polisi dan beberapa detektif Pak"ucap Fatira melirik ke arah polisi dan detektif.


"Oh baik Pak" jawab Fatira sembari menutup telepon.


"Mari Mas Fahri Bapak Kebetulan lagi nggak sibuk" ucap fatira sembari membukakan pintu untuk para polisi dan detektif.


"Silahkan Mbak Pak saya tunggu di sini saja"ucap Fahri mempersilahkan Fatira dan Para polisi serta detektif itu masuk keruangan CEO.


"Permisi Pak" sapa Fatira.


" Iya masuk" jawab Darren dengan nada tegas seperti sedang menahan amarah.


" Permisi pak kami dari kepolisian ingin meminta izin langsung kepada Bapak untuk memeriksa langsung ruangan kerja Pak Wira, selain tindakan asusila kami juga mencurigai beliau terlibat kasus penyelundupan barang haram dan penjualan obat-obatan terlarang" Jelas salah satu polisi.


" Saya sebagai pimpinan disini memberi izin kepada Anda untuk menggeledah ruangan Pak Wira, biar orang saya nanti yang akan mengantarkan Anda dan saya juga minta bantuan anda sekalian jika anda mendapatkan bukti tentang aliran dana perusahaan ini yang mencurigakan tolong beritahu saya karena saya juga mencurigai adanya aliran dana perusahaan yang di selewengkan oleh Beliau" ucap Darren berusaha menahan amarah yang membara.


" Baik pak kami akan bekerja sama dengan Anda"


" Terimakasih atas kerja samanya pak" jawab Darren.


"Orang saya sudah menunggu di depan" ujar Darren.


Setelah Para polisi pergi Fatira kembali menengok Darren yang terlihat tak baik-baik saja.

__ADS_1


"Bapak nggak baik-baik saja?" Tanya Fatira.


"Hemm" saut Darren dengan muka mendongak dan mata tertutup.


Fatira yang melihat raut wajah tak baik-baik saja pun berinisiatif ingin memanjakan lidah sang Boss.


Ia berjalan keluar ruangan dan menuju ke arah Pantry yang berada di lantai yang sama.


" Ehh mbak Fatira" sapa seorang Office Girl yang selalu bertugas di lantai Jajaran eksekutif.


"Sore Buk Rumi" balas Fatira mengangguk sopan.


"Mbak Fatira mau buat apa biar ibuk buatkan"


"Ehhh nggak usah buk, biar Tira aja sendiri ibuk pasti sibuk banget kan sekarang" tolak Fatira.


"Sebenernya nggak sibuk banget si Mbak, ibuk sekarang lagi lebih ke kaget aja"


" Kaget kenapa buk?"


" Itu yang soal Pak Wira, itu beneran ya mbak?"


"Emm.. kalau menurut bukti video dan pengakuan para korban sih kayaknya bener bu" Fatira sedikit berpura-pura tak tau, karena ia memang tidak boleh memancing kecurigaan orang-orang kantor kalau ia termasuk dalang dari semua ini, walau ia sendiri tau kalau wanita parubaya berlogat Jawa Medhok yang berumur lebih dari 40 tahunan ini termasuk orang yang sangat jujur.


" Aduhh Gustii piye mbak, kasian yang jadi korbanya kenapa orang yang udah banyak duit bukane banyak sedekah kok malah jahat gitu" Lirih bu Rumi sembari mengelap kearah sudut matanya.


" Itulah buk orang kalau sudah punya kekuasaan suka lupa diri" sahut Fatira seadanya.


" Ibuk jadi keinget anak perempuan ibuk mbak, ibuk nggak bisa bayangin kalau yang jadi korban salah satunya anak ibuk"


" Semoga keluarga ibuk di jauhkan ya dari mara bahaya" doa Fatira tulus, ia jadi teringat ibu-nya dirumah walaupun ibunya kadang kalau merepet suaranya akan melebihi suara knalpot RX-king yang lagi menggeber di jalanan, tetapi kasih sayangnya tak akan hilang terhadap anak-anaknya apalagi kalau ia sampai tau ada yang menyakiti anak-anak kesayangannya maka seorang ibu akan selalu maju pertama kali untuk menjadi Tameng bagi anak-anaknya.


" Iya buk, Fatira pasti bakalan selalu ingat nasihat ibuk" jawab Fatira tersenyum tulus.


'Fatira nggak bakal percaya lagi buk sama yang namanya lelaki, karena sudah banyak lelaki di samping Fatira yang berakhir mengecewakan' lirih Fatira dalam hati.


Setelah selesai membuat susu cokelat hangat untuk sang boss Fatira pun pamit kepada bu Rumi.


Ia membawa Cokelat hangat itu keruangan sang bos berharap setelah meminumnya mood sang boss akan membaik atau setidaknya bisa mengurangi beban Fikirannya.


Tok! Tok!


"Permisi pak"


Fatira melihat bossnya masih berada di posisi yang sama seperti terakhir kali ia meninggalkan-nya tadi.


"Silahkan diminum Pak cokelat hangatnya, semoga membuat semangat bapak kembali pulih" ucap Fatira meletakan secangkir cokelat.


Darren yang mendengarnya pun perlahan membuka mata,saat pertama kali membuka mata yang di lihat Darren adalah wajah manis putih bersih milik Fatira.


Fatira tersenyum melihat Bossnya mendengar kata-katanya.


'Suatu saat akan kujadikan kamu satu-satunya ratu yang akan menemani di setiap bangun dan tidurku'batin Darren.


Tanpa sadar Ia mengulurkan tangan ke arah wajah Fatira belum sampai ia menyentuh kulit halusnya Darren tersentak karena panggilan Fatira.

__ADS_1


Seketika buyar semua lamunan indah yang Darren impikan.


" Pak,, Tangan bapak mau ngapain ngeraih wajah saya"


" Hahh.." Darren linglung.


" Nggak panas kok" gumam Fatira menempelkan punggung tangannya di kening Darren.


" Kamu juga ngapain megang kening saya" tanya Darren berjingkat kaget karena wajah Fatira terlalu dekat dengannya.


"Saya lagi ngecek suhu bapak takutnya demam"


"Ck saya baik-baik saja" ucap Darren mencoba mengusir kegugupannya.


"Terus bapak kenapa melamun ditambah mau nyentuh-nyentuh wajah saya" berondong Fatira dengan pertanyaan menyelidik.


"Ehh itu, apa itu namanya" Darrensalah tingkah.


" Itu apa pak?"


" Itu tu,, Tadi ada nyamuk yang hinggap di kening kamu saya cuma mau bantu ngusir aja" Kilah Darren.


Fatira mengerutkan kening tak percaya dengan ucapan Big Bossnya.


" Pak ini lantai 20 loh masak sih ada nyamuk sampai kuat terbang ke atas begini"


" Ada buktinya tadi saya lihat" Darren masih bersikukuh.


" Kok bisa ya" gumam Fatira.


" Ya mungkin naik lift" celetuk Darren.


Fatira yang mendengar celetukan aneh bin ajaib dari bossnya di buat semakin bingung.


"Hemm,, Cokelatnya enak" puji Darren.


"Lima belas ribu pak"


"Haahh,,maksudnya?"


"Harganya lima belas ribu pak, saya bawa sendiri loh pak cokelatnya untuk stok saya, sekarang jadi berkurang deh" Fatira pura-pura merajuk.


" Astagaa kamu pelit banget ya"


" Hemat pangkal kaya pak" ucap Fatira tertawa seketika menular ke Darren.


Fatira yang melihat mood bossnya sedikit pulih pun ikut senang.


" Di habisin pak, biasanya saya kalau lagi bad mood atau banyak pikiran setelah minum cokelat fikiran saya jadi ke re-fresh mood saya langsung juga lebih membaik"


"Ohh Ya? Memangnya kamu punya Fikiran?" jail Darren.


" Iya punya dong pak, Bapak kira saya patung pancoran saya juga manusia punya hati punya rasa" ucap Fatira hiperbola menirukan salah satu cuplikan lirik lagu salah satu Band legend di indonesia.


"Kamu punya hati punya rasa tapi sayang nggak peka"

__ADS_1


" Hah maksudnya pak?"


"Nggak ada lupain aja"


__ADS_2