
Semenjak hari dimana Aluna hilang hingga dia dirawat di rumah sakit, banyak kisah memilukan didalam keluarga kecil ini walaupun telah di lalui denga baik. Sampai akhirnya musim semi datang dan membawa pelan-pelan kebahagiaan.
Aluna mulai membuka diri kembali, terlihat senyuman kembali lagi ke wajah mungilnya. Gadis kecil ini memilih mengubur semua bebannya tanpa melibatkan siapapun, ia memilih tak menceritakan apapun kesulitan, ancaman, dan teror yang dia hadapi.
Hingga waktu berlalu cepat, semesta berbaik hati menyuguhkan kedamaian dan tiada celah yang mengundang ceMas lagi dalam keluarga ini. Ditambah sekarang dengan kehadiran anak kedua Andre dan Anita.
Ditengah-tengah keluar mereka, yang mereka beri nama "Zeus Farlanta Andreomos" Dia merupakan anak laki-laki yang sangat lucu dan menggemaskan.
Aluna pun turut bersuka cita akan kehadiran adik lelakinya tersebut, dia berjanji pada keduaorang tuanya bahwa dia akan menjaga adiknya tersebut dengan sangat baik, dan Zeus akan aman bersama perlindungan dari Aluna.
Dua tahun berlalu dengan cepat, sekarang Aluna telah harus melanjutkan ke jenjang sekolah menengah atas. Dia pun ingin merasakan dunia luar dan merasakan punya teman.
Aluna tahun 2023 ini sudah genap 15 tahun itu berarti sudah 15 tahun juga Aluna tak bersosialisasi dengan orang-orang yang seusia dengannya dengan interaksi langsung. Sebab dia hanya berselancar lewat sosial media untuk bisa mengikuti tren dan mengenal orang-orang lewat gawainya.
Dia menjadi seorang gadis yang cukup interaktif di sosial media, sudah banyak komunitas yang dia ciptakan untuk menjalin komunikasi dengan banyak orang bahkan dengan orang-orang dari luar negeri karena kemampuan bahasa Inggrisnya yang cukup mumpuni.
Tepat di hari akan menjelang ulang tahunnya, Aluna sudah merancang keinginan terbesar di hidupnya hal ini juga yang akan mengubah hidup Aluna kedepannya, tanpa memikirkan konsekuensinya lagi, keingin terbesar Aluna hanya satu ia ingin bersosialisasi dengan banyak orang.
"Aluna kan bentar lagi ulang tahun nih"
"Maaa, Aluna boleh ga minta sesuatu?"
"Mau apa nak?" Tanya Anita melirik putrinya itu dengan lembut
"Aluna boleh ga ya ma, sekolahnya di sekolah umum saja?"
"Maksudnya Aluna, udah ga mau homeschooling ya sayang" celetuk Andre yang ikut bergabung di tengah mereka
"Iya Ayah"
"Orang-orang di luar itu berbahaya sayang" kata Anita yang menanggapi permintaan putrinya itu dengan serius.
"Eh, berbahaya gimana ma?" Selidik Aluna untuk memvalidkan pernyataan dari Mamanya tersebut.
"Ah, jangan dengerin Mama mu" Kata Andre menyela.
"Kamu sudah besar, sudah waktunya untuk menentukan pilihan sendiri, mau sekolah di sekolah internasional, mau sekolah umum, mau homeschooling, terserah"
"Bener Ayah?"
"Iya sayang, emang wajah Ayah ada muka bercandanya?"
"Coba Aluna liat lagi deh"
"Ga ada kan"
"Yeyy... Yeyy" jawab Aluna girang dan bersemangat
Aluna pun memeluk erat Ayahnya tersebut dengan rasa bangga, sebab Ayahnya sangat memahami dirinya.
"Ga, Mama ga setuju. Pokoknya Aluna dirumah saja" ujar Anita sembari membanting majalah Fassion yang dia baca lalu meninggalkan Aluna dan Ayahnya diruang tamu dengan perasaan kesal dan tidak senang
"Tapi.... Maaaaa" Aluna terdengar terisak menahan kecewa di dadanya yang terasa sesak.
Rupanya memang benar luka yang di pendam tidak akan memberikan kesembuhan tapi hanya akan membuat siapa saja yang melakukan hal tersebut tersiksa.
"Ga apa-apa sayang, biar Ayah yang bicara sama Mama mu"
"Tolong ya Ayah" ucap Aluna memelas
"Iya sayang" Andre mengelus pelan kepala putri kesayangannya tersebut.
Aluna pun Masuk kedalam kamarnya, ia menatap kaca besar di kursi riasnya.
__ADS_1
"Liat deh, Aluna udah bisa liat dunia luar"
Bayangan di depan cermin hanya tersenyum lalu membelakangi Aluna dengan pundaknya yang terdapat luka bakar disana.
Akhirnya Aluna memilih untuk segera tidur, tak lupa ia membaca harapan sebelum tidur, dan siap menyelami dunia mimpi yang ia harapkan indah kali ini.
Sedangkan di ruang kamar tidur Anita dan Andre. Andre berusaha mendekati Anita untuk meluluhkan hatinya.
"Sayang"
"Gaada, Aluna pokoknya dirumah saja"
"Sayang, sampai kapan kamu mau ngurung anak sendiri, tanpa teman, dan ga pernah nikmatin Masa mudanya"
"Di dalam rumah lebih aman buat Aluna, Mas"
"Ini namanya kamu posesif sayang"
"Aku takut Mas" tangis Anita pecah di sudut matanya mulai banjir
"Iya sayang, aku tau tapi coba deh fikir bagaimana perasaan Aluna" Andre segera meraih tengkuk Anita agar bisa ia benamkan dirinya dalam pelukan Andre.
"Aku paham Mas, tapi aku ceMas untuk keselamatan Aluna"
"Aku akan sewa bodyguard yang akan stand by jaga Aluna selama di sekolah, kapan pun, 24 jam"
"Bener ya Mas"
"Iya sayang"
"Jadi izinin Aluna ya"
"Umm, iya Mas"
"Iya Mas"
"Good night sayang"
"Good night Mas"
Merekapun memilih mengakhiri diskusi dan berniat tidur, tentunya sebelum itu mereka akan mengambil posisi nyaman mereka Masing-Masing.
Anita memilih memeluk bantal dan membelakangi Andre. Sedangkan Andre memilih memeluk Anita dari belakang.
Walaupun usia pernikahan mereka telah hampir 10 tahun, tapi mereka tetap mesra dan harmonis.
Kebahagiaan diantara mereka begitu lekat dan saling menawarkan rasa aman.
Pagi harinya di awal bulan februari, cuaca kota Makassar begitu teduh, tidak panas juga tidak dingin. Andre sudah duduk di meja makan lebih dulu, ia hari ini berpakaian santai. Begitupun Anita hanya memakai dress selutut. Sedangkan Zeus ditemani berjemur oleh suster Eka di halaman.
"Zeus kenapa harus di jemur gitu sust" tanya Dewi yang membawakan susu kepada suster Eka
"Dengan menjemur bayi, sinar matahari pagi dapat membantu memecah bilirubin dalam darah bayi, sehingga kadarnya menurun dan kembali normal. Selain itu, cahaya pagi juga mengandung spektrum cahaya biru yang dapat mengurangi kadar bilirubin yang berlebihan di dalam tubuh. Gitu Mbak Dewi"
"Ohiya Suster" Dewi hanya mengangguk-angguk mendengarkan penjelasan dari babysister Zeus tersebut.
"Paham kan ya Mbak Dewi" tanya Eka sambil tersenyum
"Iya paham, ya udah lanjut ya. Saya Masih banyak kerjaan di dapur"
"Silahkan Mbak, makasih susunya"
"Iya Sust"
__ADS_1
"Itu tadi ngomong apaan ya,hihi" Dewi terkekeh pelan sambil terus melangkahkan kakinya.
Dimeja makan telah Dewi siapkan beraneka makanan untuk sarapan. Ada omelet rice, nasi goreng seafood, nasi goreng biasa, roti bakar, dan berbagai kue-kue tradisional yang biasa di jajakan.
"Dewi, tolong bangunin Aluna dong" perintah Andre
"Baik pak"
Dewi hanya bisa menyeret kakinya ke lantai dua, bagaimana pun untuk usianya yang sekarang stamina tubuhnya juga sudah tidak stabil
"Non Aluna"
Tok ... Tok ... Tok
"Umm Mbak, 5 menit lagi"
"Bangun Non, sudah ditunggu sama bapak dan Mama dibawah"
"5 menit lagi Mbak"
"Cepetan Non"
Dewi terus menerus meneror Aluna dengan ketukan pintu tiada henti, hanya Dewi yang berani melakukan ini. Pasalnya bahkan Andre sekalipun tidak akan berhasil membangunkan Aluna dengan cara ini.
"Iya Mbak tunggu, Aluna cuci muka dulu"
"Oke Non, Mbak tunggu disini"
Tak ada suara sahutan Aluna lagi, hanya ada suara air yang Dewi dengar di balik pintu. Dulu Aluna tidak pernah mengunci pintunya jadi Dewi bebas Masuk ke kamar Aluna. Tapi semenjak dia berusia 15 tahun ia mulai menjaga privasinya.
Tak membiarkan siapapun Masuk ke dalam kamarnya tanpa izin. Tapi Dewi tak pernah khawatir sebab Aluna adalah gadis yang sangat rapi sehingga kamarnya tidak perlu di bereskan ia akan akan menata, menyapu, dan mengepel kamarnya sendiri.
Jelang beberapa saat, Aluna pun keluar kamar dengan dress sampai betisnya dengan motif bunga Krisan, ditambah dengan lengan pendek di kedua sisi dress yang menampilkan bahu mulus milik Aluna. Tak lupa rambutnya ia ikat dengan pita.
"Wah MasyaAllah, harum sekali Nona cantik ini" puji Dewi
"Ah bisa saja Mbak"
"Non, habis mimpi apa semalam, kok bisa cepat mandi gini, biasanya juga kalau ga siang, ga mandi"
"Hustt, jangan berisik Mbak"
"Cantik kan aku Mbak"
"Uhh cantik banget Non" ujar Dewi dengan menanggkat kedua jari jempolnya.
"Makasih Mbak, nanti deh kalau Aluna udah kerja gaji Mbak Dewi aku naikin"
"Masih lama Non, arh" gerutu Dewi dengan senyum memelasnya.
"Hahahhahaha" Aluna tertawa melihat Mbaknya itu.
"Ayok turun Non, keburu Mama sama bapak ngabisin semuanya"
"Mbak Dewi, nasi goreng seafood Aluna ada kan ya"
"Ada dong, makanya cepat sebelum Mama ngabisin Non" goda Dewi
Tanpa ba-bi-bu, Aluna berlari menuruni tangga agar mencapai dasar lebih cepat
"Hati-hati Non, yaAllah" ujar Dewi dengan memegang kepalanya, merasa pusing menghadapi tingkah anak tuan rumahnya itu. Tapi ia tetap bersyukur sebab Aluna bisa berubah menjadi lebih ceria, tidak murung lagi.
"Selamat pagi Ayahhh, Mama" Aluna berlari.
__ADS_1