Kerikil Hidup Aluna

Kerikil Hidup Aluna
Teman Baru


__ADS_3

"Loh kan teman saya sudah minta maaf ini kak" bentak Tiku garang tak lupa matanya melotot ke arah pria yang terus memaki Aluna.


"Iyaaa nih, ga boleh gitu dong. Mentang-mentang senior udah sok berkuasa" Galuh juga tidak ingin tinggal diam dia biarkan amarah yang tidak bisa Aluna sampaikan dia wakilkan.


"Cuman bocah kemarin sore berani ya sama gua" bentar pria tersebut lagi.


"Bacot banget parah, gua ga bisa melihat ketidakadilan di dunia ini" Farah meraih kerah baju pria itu dengan tegas.


"Ada apa ini ribut-ribut" Pak Densu yang ingin ke ruang guru tidak sengaja melihat keributan yang terjadi dari kejauhan.


"Kamu ini Leo bukannya memberi contoh kepada adik-adikmu, malah bertengkar disini"


"Iya bener pak" tambah Tiku


"Kalian juga ini bakal dengar dan lihat jelas bagaimana kalian juga berteriak ke Leo"


"Bapak ga mau tau, kalian harus berdamai sekarang juga!!"


"Baik pak" mereka pun bersalaman sebagai tanda saling memaafkan.


Segera Leo menghembuskan nafas kesal, dia melihat keempat gadis itu berlalu di belakang kepala sekolah.


Aluna pun menoleh ke arah Leo yang masih bertikai dengan emosinya. Ia tersenyum hangat ke arah Leo. Nampak matanya menatap dia lembut dibalik masker putihnya itu. Leo pun nyengir kaku ke arah Aluna.


Diruang Aula semua siswa baru dari semua kelas sudah berkumpul. Para panitia orientasi sekolah bagi siswa baru yaitu para senior memperkenalkan selayang pandang SMA 57 Jakarta dengan tayangan dokumenter yang sangat estetik dan keren.


Aluna tak sengaja bertatapan mata kembali dengan Leo yang berdiri di depan bersama para senior yang lainnya.


Begitupun Leo yang terlihat masih marah kepada gadis yang membiarkan dirinya diamuk oleh gadis lainnya.


"Kenapa sih bro, liatin cewek itu mulu?" Akli mengagetkan Leo yang sedari tadi mengawasi Aluna.


"Itu cewek yang bikin gua udah emosi" jawab Leo emosi.


"Wah parah nih bos" tambah Alan mengompori emosi ketua basket terkenal itu.


"Liat aja, gua bakal buat cewek itu menyesal" Leo menyeringai merancang rencana untuk balas dendam kepadanya.


Setelah menampilkan sejarah dan selayang pandang SMA 57 Jakarta, ketua OSIS pun naik podium untuk menyampaikan selamat datang dan membuka kegiatan orientasi.


Tampak seorang siswa pria dengan pakaian seragam rapi, sepatu hitam putih yang bersih, dan cara jalan yang tegap bak seorang pemimpin yang bijaksana dihadapan rakyatnya.

__ADS_1


"Wahhhhhh .." siswa perempuan bersorak melihat ke arah Kevin. Pria yang sudah pasti pintar, berwawasan luas, dan bisa diandalkan untuk semua rekor prestasinya.


Aluna pun turut menatap ke arah podium, tapi mengalihkan pandangannya dengan cepat. Leo yang dari tadi memperhatikan Aluna dari kejauhan melihat dengan jelas bagaimana Aluna melepaskan pandangannya dari Kevin sedangkan siswa perempuan lainnya sudah sangat fokus melihat wajah tampan Kevin ditambah kata-kata luar biasanya.


"Unik ya" tak sadar senyum merekah di wajah Leo


"Dihh, ngapain bos senyam senyum"


"Kesambet kali"


"Apaan oii, kagaklah gua cuman merhatiin coba deh liat ke semua siswa cewek itu matanya udah kek mau keluar liat si Kevin"


"Kan emang bukan rahasia umum lagi bos"


"Gua juga kalau jadi cewek pasti naksir berat sama Kevin"


"Hustt tapi liat deh" Leo mengkode kedua temannya untuk melihat ke arah lirikan matanya.


"Wadaw, malah sibuk tidur" Aluna terlihat acuh dengan semua hal disekitarnya dia malah memilih mengangkat kedua lututnya untuk menopang dagunya untuk kemudian memejamkan mata.


"Kok dia menarik ya" kata itu lolos begitu saja dari mulut Leo.


"Hahhaha, katanya tadi mau balas dendam ini malas tertarik" ledek Alan.


"Leee, Aluna" Tiku mulai mendorong-dorong tubuh Aluna agar segera bangun. Dia takut akan sahabat barunya itu kena marah lagi.


Sekaras apapun Tiku berusaha Aluna tetap saja tidak bangun Karena Aluna yang memang susah untuk di bangunkan ketika sudah tidur.


Ternyata suara Tiku yang cukup keras berhasil menarik perhatian senior perempuan di sisi ruang. Dia bergegas meraih mikrophone dari tangan kevin dengan cepat dan mengutuk gadis yang tertidur di hari pertama orientasinya.


"Semuanya coba liat cewek yang duduk di barisan ketujuh, cewek yang dengan santai tertidur, itu ga sopan sama sekali" Gadis bernama Alexa itu menahan amarah di dadanya, di cukup emosi.


Sedangkan di sisi lain Leo hanya mengamati dan tersenyum puas.


"Alunaaa. Lunaaa" Tiku berusaha lagi.


Farah dan Galuh yang duduk di barisan depan pun tak bisa membantu karena baru saja akan beranjak sudah ditahan oleh senior lainnya yang masih satu circle dengan Alexa.


"Ini anak mati apa gimanaaaa, Alunaaaa" tiku mulai semakin panik.


Sampai akhirnya Aluna pun terbangun karena merasakan kalinya yang sudah mulai kram.

__ADS_1


"Akhirnya yaAllah" sambut Tiku melihat Aluna sudah membuka matanya.


Alexa masih menatap tajam ke arah Aluna.


"Gimanaaa, enak tidurnya tuan putri?"


"Siapa?" Tanya Aluna ke tiku dengan polos


"Kamuuuu, kamu ketahuan tidur Ale" bisik Tiku.


"Tidur tuh dirumah tuan putri bukan disini, pake masker lagi, buruk rupa ya? hahaha" tawa Alexa mengundang tawa yang lain dari siswa baru dan para senior yang bertindak sebagai panitia.


"Kamu yang kayak tuan putri, maju siniii kita mau tau sehebat apasih tuan putri kita ini, sampai tidur di hari pertama dia sekolah"


Dua orang senior pun mendekat ke arah Aluna. Yaitu Clara dan Resda.


"Ayok buruan, jangan buat Alexa marah lagi"


Aluna pun tidak punya pilihan lain, selain menyeret kakinya pelan kedepan siap menerima hukuman dan di permalukan di depan 500 orang siswa baru dan 30 orang panitia yang hadir dalam ruangan aula.


"Halo semua, inilah tuan putri kita semua"  sambut Alexa dengan nada meledek.


"Kamu kenalkan diri dong, nama kamu siapa, hobby, cita-cita, dan bakat"


"Resda ambilin mick dong, masa biarin tuan putri nunggu"


Tawa menggema di seluruh ruang merasa lucu Aluna di olok-olok. Kevin hanya duduk santai di depan sejajar dengan Leo dan teman-temannya.


"Ini tuan putri" Resda bergegas memberikan mikrophone ke Aluna


"Ayo buruan kita penasaran ini, cepatt" Alexa mulai tak terkendali


"Perkenalkan nama saya...."


"Stop .... "


"Masa mau kenalan, tapi ga buka masker, gimana sih" ujar Leo menahan suara Aluna yang tertahan di tenggorokan.


"Lu dengar kan, buka cepetan apa gua gunting tuh masker"


Aluna dengan pelan meraih tali masker dari kedua sisi telinganya lalu menunduk malu.

__ADS_1


"Waaaaahhhhhh...." Suara siswa cowok bersorak bersamaan melihat wajah Aluna yang bahkan di zoom lewat layar besar di belakangnya.


 


__ADS_2