Kerikil Hidup Aluna

Kerikil Hidup Aluna
Rumah Om Mario


__ADS_3

Pelan-pelan aku memeluk tubuh Leo, dingin sekali ternyata tubuhnya


"Gimana sekarang? "


"Hangat kayak disauna" Jawabnya tertawa kecil


Akupun meletakkan Kepala ku di bahunya membiarkan angin malam membelai lembut wajahku


Entah dari mana kedekatan aku dan Leo terjalin begitu saja dan tak biasa. Perasaan yang pernah hancur kini utuh kembali dan kembali ke tempat semula.


Untuk apa bersusah payah patah hati kalau ujung-ujungnya tempat pulang tetap kamu


Katanya dekat tapi dari tadi kami belum juga ssmpai dasar Tiku aku tau betul jalan fikiran anak itu. Dia pasti mengatakan dekat agar anak-anak cowok ga mikir banyak buat nganter kami. Yah walaupun pada akhirnya tetap dianterin sih


Kami akhirnya sampai di sebuah rumah bertingkat dua di kawasan sebuah perumahan.


"Stop" Tiku menepuk bahu Alan saat sampai di rumah dengan cat warna biru tua dan pagar besi yang dilengkapi kawat bagian atasnya


Rumahnya terlihat sederhana saja. Tidak ada sesuatu yang menyiratkan kemewahan. Tapi aku suka melihat desainnya yang unik sehingga walaupun sederhana tetap nampak elegant


Tiku segera mengambil inisiatif turun, dan memencet bell rumah di depan pagar tapi tak juga ada respon dari empunya rumah


Kami juga tidak mungkin berteriak , takut jika dianggap anak nakal yang mengganggu ketertiban di perumahan ini. Rasanya akan double kill kalau sampai hal itu terjadi


Ada 15 menit kAmi memunggu dan bergantian memencet bell rumah sampai akhirnya seorang pria datang membukakan pintu gerbang


"Ah Pria ini... "


"Benar dia Om Tiku, Om Mario"


Orang yang sama, yang aku lihat tadi saat melihat wajah Om Mario


"Aluna kamu kenapa? " Tanya Leo saat melihat wajahku berubah pucat


Tapi aku tidak ingin gegabah aku takut sebenarnya itu bukan petunjuk dari Nando melainkan hanya sebuah halusinasiku seperti biasa


"Ga kenapa-napa kak"


"Mungkin karena efek angin malam"


Tiku pun menghampiri Om nya bercerita singkat yang inti pembicaraannya adalah m


Untuk mengizinkan kami menginap sementara waktu dirumahnya


Wajah Om Tiku itu terlihat sangat adem sekali, seperti ubin masjid kalau kata Galuh biasanya ketika melihat artis favoritnya


"Astaga, silahkan masuk.. Rumah Om berarti rumah Tiku juga"


"Jangan pernah sungkan rumah Om selalu terbuka lebar untukmu Nak"


"Kan Om sudah bilang dari dulu juga, tinggal disini saja. Dirumah kamu tidak aman sendirian"

__ADS_1


Aku melihat perubahan ekspresi tiba-tiba dari wajah Tiku entah apa yang dia fikirkan saat ini tapi ada yang menganggu fokusnya


"Silahkan masuk nak semuanya"


"Gak Om, makasih. Kami cuman nganterin cewek-cewek ini. Kami mau pulang dulu" Jawab Leo sigap. Tau saja kalau mereka akan menyusahkan saja kalau tidak inisiatif pulang


Saat akan pulang tidak lupa aku mengembalikan jaket Leo untuk dipakainya pulang.


"Hati-hati kak" Ucap kami bersamaan


Kami juga diantar masuk kerumah Om Mario.


"Silahkan masuk gadis-gadis"


"Maaf yah tante Tiku masih tidur jadi kita pelan-pelan dulu jalannya"


"Iya Om, Terima kasih"


Lalu kami di suruh istirahat di kamar tamu ternyata ruangannya kamar ini sangat luas lengkap dua kasur king six dan satu kamar mandi yang bisa digunakan bersama


"Ah rasanya pas sekali"


"Alhamdulillah ya Allah" Galuh merebahkan tubuhnya nyaman begitu pun disusul oleh kami


Aku tidur disamping Farah, sedangkan Tiku dengan Galuh. Tak butuh waktu lama kami tidur dengan pulas semuanya. Membayar rasa lelah kami hari ini ditambah ini sudah mau pagi tapi baru bisa berjumpa dengan kasur.


Lelah sekali rasanya, mata ku tak kunjung aku buka. Benar-benar rasa kantuk masih menguasai diriku sempurna tapi aku berusaha meraih ponsel untuk sekedar melihat jam


"Jam 11, astagaa"


Aku melihat yang lain masih tidur pulas, setidaknya aku tidak sendirian ucapku bernafas lega


"Girls, bangun"


"Girls"


Aku menggoyangkan tubuh anak-anak ini satu persatu yah tentu saja mereka sama lelahnya denganku karena semalam yang begitu ajaib dan mendebarkan


Tapi mereka tak juga mau bangun, aku pun memutuskan masuk ke kamar mandi dan segera mandi. Berusaha mengusir kantuk yang tersimpan di mataku


Tak lama aku dengar suara Galuh yang juga ikut terbangun


Setelah selesai mandi aku lihat Galuh yang sedang mengucek matanya tanpa mengatakan apapun langsung masuk ke kamar mandi sepertinya nyawa dia belum terkumpul sepenuhnya


Aku duduk dekat jendela, mengamati seorang wanita yang kemungkinan adalah tante Tiku sedang duduk santai di depan rumahnya yang ada pohon beringin besar yang teduh


Tentu saja itu akan sangat nyaman dan begitu indah jika duduk dibawah sana sembari makan snack, ujarku dalam hati


"Udah mandi kamu Gal" Aku menoleh ke sumber suara pintu kamar mandi yang baru terbuka, rambut Galuh yang setengah bahu itu sudah basah


"Iya ini, karena badanku udah lepek banget" Jawab Galuh menjelaskan

__ADS_1


"Liat apaan sih Aluna? "


"Itu" Tunjukku ke arah luar


"Itu siapa, cantik banget ya"


"Iya bener"


Tak lama Farah dan Tiku akhirnya bangun juga dari tidur nyenyak mereka


"Pada fokus liatin apasih"


Mereka berdua pun hendak menghampiri kami bersamaan dengan itu Om Mario yaitu paman Tiku mengetuk pintu hingga langkah keduanya tertahan. Tiku pun berinisiatif membuka pintu dan bercakap-cakap dengan pamannya tersebut


"Nak kenapa belum turun makan"


"Om sudah berkali-kali mengetuk tapi tidak ada respon"


"Maaf Om karena terlalu capek jadi tidur kami nyenyak banget. Ditambah kasur empuk banget" Jawab Tiku tersenyum di wajahnya


"Yasudah kalau begitu, kamu turun yah makan ajak teman-temanmu juga"


"Iya Om, Terima kasih"


Om Mario pun berlalu di pelupuk mata, aku dan Galuh akhirnya kembali melihat kebawah tapi perempuan tadi sudah tidak ada disana


"Kira-kira kemana ya"


Farah memutuskan untuk mandi lebih dulu dari pada Tiku jadi Tiku ikut bergabung dengan kami


"Pada liat apa sih"


"Tadi itu ada perempuan rambutnya cantik banget duduk dibawah pohon itu" Tunjukku mulai bercerita


"Iya tapi sekarang udah ga ada disana" Tambah Galuh


"Mungkin itu tante kamu ya"


Tiku ikut melihat kebawah dan mulai termangu sendirian.


"Kenapa Tiku? "


" Aku juga ga tau pasti tapi nih yaa, tante Sinta istrinya om Mario itu hilang secara misterius"


"Om Mario udah berusaha nyari ke mana-mana tapi tetep ga ketemu"


"Kasian Om Mario, dia sayang banget sama istrinya"


"Anak satu-satunya om Mario juga meninggal tahun lalu karena usus turun"


"Iya kasian banget yaa, padahal om kamu keliatan baik banget orangnya" Ucap Galuh penuh penekanan.

__ADS_1


"Terus yang kita liat tadi itu siapa ya? "


 


__ADS_2