Kerikil Hidup Aluna

Kerikil Hidup Aluna
Bakat Aluna


__ADS_3

Aluna tak mengatakan sepatah katapun, dia biarkan dirinya di permainkan oleh waktu dengan caranya sendiri.


“Ambilin kursilah, Akli buruuu…” Perintah Leo mengatur semuanya.


“Apa lagi nih bos” Alan selalu siap untuk semua perintah kapten basketnya tersebut.


“udah deh kayaknya” jawab Leo dengan tampang menyebalkannya.


“Gimana mau kedengaran kalau ga di hubungkan ke speaker” Kevin ikut campur dengan percakapan mereka.


“Hahahha, iya ya hamper saja lupa. Thanks bro” Leo menepuk bahu Kevin sambal tetawa licik.


Alexa dan teman-temannya hanya tertawa melihat Aluna yang bermuka masam karena suasana hatinya yang terlihat sudah sangat tidak nyaman dengan tingkah Leo dan teman-temannya.


“Udah-udah semuanya teman-teman panitia, mundur ya dari depan.. tuan putri kita mau menyumbangkan suara emasnya buat kita semua hari ini” Alexa memberikan ruang untuk Aluna mempermalukan dirinya sendiri.


Suasana ruangan kemudian menjadi hening banyak mata mengarah ke satu arah yang sama dan membuat Aluna gugup.


“Kasian Aluna, kita ga bisa bantu apa-apa” lirih Galuh menatap cemas sahabatnya yang mereka kenal belum lama ini.


“Gimana kalau ternyata Aluna gak tau apa-apa, kan kasian” Farah juga sama cemasnya dengan Galuh.


Jauh dari mereka, Tiku malah sibuk dengan ponsel ditangannya berniat untuk merekam Aluna saat bernyanyi dan memarahi kepala siapa saja yang menghalangi kamera handphonenya.


Aluna saat ini sudah duduk di kursi depan dengan menyandarkan gitar di tubuhnya, mickrophone di depan mulutnya.


“AYOK ALUNA KAMU PASTI BISA” Tiba-tiba suara Rachel menggema diantara ruangan Aula memberikan semangat bagi Aluna yang terlihat sangat gugup.


“YUK SEMANGAT” Tiku pun berteriak untuk memberikan semangat.


“ALUNA… ALUNA… ALUNA” banyak siswa yang mulai menyemangati Aluna yang sampai saat ini masih terdiam.


“Aku yakin siswa baru ini gak tau apa-apa” Ujar Resda yang ekor matanya terus mengamati Alan. Sebab pria yang dia sukai itu ternyata sedari tadi terus saja menatap Aluna dengan tatapan aneh.


“Aku juga mikir gitu, cewek itu cuman menang tampang doang, Alexa masih jauh lebih baik” Ujar Alan yang ikut bergabung dengan genk cewek-cewek ini.

__ADS_1


Ternyata Alan sudah sangat lama mencintai Alexa dan mengejar-ngejarnya tetapi tetap di tolak mentah-mentah oleh Alexa karena dia yang sudah menargetkan orang lain sebagai pacarnya dari dulu. Seseorang yang sama populernya dengan dia.


“Aku gak tau harus ngapain, Aku harus kayak apa” Aluna mulai berbicara dengan dirinya sendiri. Ada keraguan yang membuat dirinya menjadi lemas sekarang. Apalagi yang tidak terbiasa dengan keramaian seperti ini.


“Aku takut malah suaraku fals ditambah aku ga pernah ikutan les nyanyi.


Ditengah kekalutan hati Aluna inilah Rachel dan teman-temannya yang lain menyemangati Aluna. Sehingga dia berhasil sedikit demi sedikit mulai mengembalikan kepercayaan dirinya.


Aluna memetik tali gitar dengan pelan, nada mengalun dengan melodi yang indah ditengah Aula, semua mata tertuju hanya ke satu arah.


“Walaupun jiwaku pernah terluka”


“Hingga nyaris bunuh diri”


“Wanita mana yang sanggup hidup sendiri di dunia ini”


“WOW ……” Alan gak mampu berkata-kata untuk mendefinisikan tentang Aluna


“Parah, Perfect banget nih cewek” Leo menatap Aluna dengan rasa kagum di hatinya.


Ternyata Aluna cukup berbakat dan jari jemarinya begitu lihai memetic gitar, ditambah suara yang lembut dan syahdu. Telinga manapun mendengarnya akan dibawa ke alam meneduhkan


“Ku akan percayaaa”


“HO…. HO…. HO………..’


“UHHHHHHHH, KEREN” Para siswa bersorak untuk Aluna yang menyanyikan lagu tersebut dengan sangat keren.


Aluna bahkan berhasil mencapai nada tinggi lagu ciptaan Andi Rianto dan sedang hits di nyanyikan oleh aktris juara 1 lomba pencarian bakat Tarik suara disebuah stasiun TV.


“Ini Namanya cinta” Kevin menatap Aluna lalu tersenyum hangat tak disangka Aluna pun menatap ke arahnya dan membalas senyum Kevin dengan sangat manis membuat jantung kevin bergejolak.


Semenjak hari ini banyak mata siswa pria tertuju pada Aluna, seorang siswi cantik dan suara yang indah. Pria mana yang tidak akan terpesona dengan Aluna.


Tapi Alexa dan teman-temannya terlihat sangat tidak senang, mereka bertiga terlihat merancang sesuatu dan sepertinya akan terus menjahili Aluna dengan rencana jahat yang mereka susun.

__ADS_1


“Lihat saja, aku tidak akan membiarkan Aluna tenang sekolah di sini” Ujar Alexa dengan iktikad penuh kejahatan. Sepertinya ini barulah awal bagi Aluna.


Aluna menikmati penampilannya sendiri dengan sangat santai. Dia biarkan suara nya sesuai tempo dan ritme nada yang dia mainkan. Betapa lembut suaranya mendayu ditemani iringan para siswa yang bersorak kagum.


Perasaan yang tidak pernah dirasakan oleh Aluna selama ini. Perasaan di validasi untuk apa yang dia lakukan itu berharga dan tidak semua orang bisa melakukan hal yang sama.


Penampilan Aluna di tutup dengan tepuk tangan yang meriah dan tatapan penuh rasa tertarik dari para cowok di depannya.


Aluna pun menyimpan gitar di kursi dan berlari kecil ke tempat duduk dia semula.


"Kerennnn" ucap Farah dan Galuh ketika Aluna berlalu disampingnya.


Aluna juga membalas kedua temannya itu dengan senyuman manis dari wajahnya.


Tubuh mungilnya melewati baris demi baris sampai akhirnya sampai di samping Tiku.


"Gilaaa, kamu tuh perfect banget Luna!!!" Senggol Tiku ke bahu Aluna dengan penuh semangat.


Sepertinya Aluna sudah berhasil melewati mendung di hidupnya hari ini.


Sehabis Aluna menyanyi di depan dan berhasil menarik perhatian semua orang, Lunaxa dan teman-temannya semakin benci dan sentimen terhadap Aluna.


Kegiatan orientasi hari itu pun berakhir setelah kegiatan penyampaian kegiatan keesokan harinya akan seperti apa.


Kegiatan penerimaan siswa baru di sekolah 57 Jakarta bukan seperti ospek pada umumnya yang harus pakai pakaian lucu atau membawa barang-barang aneh seperti di sekolah lainnya.


Tapi lebih ke pertunjukan dalam hal perkenalan ke semua orang, tapi juga ditambah dengan uji mental oleh para senior yang ingin membalas dendam perlakuan senior mereka dulu terhadap mereka. Dan hal ini sudah menjadi hukum alam yang tidak bisa di tolak oleh siapapun.


"Rachel...." Aluna melambaikan tangannya kepada Rachel yang baru saja keluar dari kelasnya.


"Lunaeee .." balas Rachel dan beranjak menuju tempat Aluna berdiri.


Tapi tiba-tiba datang Farah, Galuh, dan Tiku yang langsung mengajak Aluna pergi dengan cara di rangkul.


"Lunaeee jangan langsung balik ya, kita jalan dulu" ujar Galuh santai dan tersenyum cerah.

__ADS_1


Sedangkan Rachel yang sudah setengah jalan ke arah Aluna harus menghentikan langkahnya dia menjadi tidak senang dihatinya.


"Rachel, aku duluan yaaa" Aluna hanya bisa melambaikan tangan dan berlalu dengan ketiga teman sekelasnya dengan tertawa. Rachel hanya bisa menarik nafas kesal menghadapi kesendiriannya saat ini.


__ADS_2