
POV ANDRE
Hari ini aku begitu suntuk pekerjaan kantor membludak sekali. Kembali ke rumah aku hanya menemukan putriku bermain dengan adik laki-lakinya sedangkan ibunya sendiri sibuk dengan banyak hal yang entah apa karena dia akhir-akhir ini sangat sibuk
Aku seolah tidak punya siapapun saat ini. Aku rindu Dahlia yang setiap aku pulang kerja akan selalu bertanya bagaimana pekerjaanku, bagaimana perasaanku, dan ingin melakukan apa saja?
Rasanya benar aku yang telah menyembunyikan rasa rinduku sampai bertahun-tahun dengan sosok Dahlia membuatku kehilangan akal sehat
Aku kembali keluar, menuju club untuk menyalurkan bebanku.
Ku teguk minuman beralkohol di antara kerongkongan ku. Rasanya pahit sakali tapi aku terus membiarkan minuman ini menguasai ku
Entah kenapa Anita menjadi tidak menarik lagi di mataku. Aku sudah berusaha mencintainya seperti dulu tapi aneh dasar hatiku tidak menemukan jejak tertinggal soal cinta kepada perempuan yang telah membuatku meninggalkan istriku dulu
Aku juga sudah bosan dengan ulah Anita yang terus melakukan hal-hal aneh yang membuatku sangat muak dengan tingkahnya. Dia juga kadang jadi orang yang berbeda, entahlah.
"Om sendirian saja" Suara asing menyapu telingaku
"Mau aku temanin ga" Ucapnya lagi sedangkah aku hanya memilih terus diam dan acuh
Wanita muda tanpa aba-aba menghampiri ku dan terus memainkan tangannya di leherkuĀ karena tak merespon dia langsung duduk di pangkuanku, dan terus tersenyum centil di depanku saat ini
Wanita ini lucu sekali, dia juga masih seusia Aluna putriku. Tapi sudah bekerja di tempat hiburan malam seperti ini
"Kenapa kamu disini? "
"Harusnya dirumah saja belajar"
"Aku harus kerja om, aku juga udah ga sekolah, harus membiayai sekolah adikku"
Wanita ini cantik sekali. Sentuhannya juga berhasil buatku hangat kembali
Dia tak bicara banyak langsung saja memeluk tubuhku dan menyilangkan tangannya ke leherku lalu menempelkan bibirnya ke leherku. Rasanya geli sekali. Makin lama aku tidak tahan dengan wanita ini.
Aku pun melepaskan tautan tangannya, agar anak ini tidak bertingkah gegabah. Bagaimana pun akun tidak mau merusak masa depannya
"Ayo aku antar pulang" Ajakku
"Biar aku yang membiayai hidupmu"
"Tapi"
"Ayo" Aku menariknya cepat meninggalkan club yang sangat ramai ini wqeqe
Dia akhirnya mau ikut denganku pulang ke rumahnya
__ADS_1
Rumahnya cukup terpencil, di sebuah gang kecil dengan penerangan yang minim.
"Didepan saja om"
"Umm baiklah"
"Singgah dulu ya om"
"Iya"
Aku ikut turun dengannya memarkirkan mobil yang tidak bisa masuk kedalam.
Dia meraih tanganku untuk ikut dengannya. Dia juga membimbing ku masuk kedalam rumahnya. Membawaku langsung ke kamarnya. Meskipun kecil tapi kamarnya cukup estetik dan rapi.
Aku merebahkan diriku di kasur busa yang lumayan empuk, tak lama dia juga denganku
*Adikku ada di panti asuhan om"
"Aku gak bisa ambil gak asuh dia karena tak punya pekerjaan layak. Dan dianggap komite perlindungan anak ga punya kredibilitas untuk menjaga anak 5 tahun sama sekali"
Aku melihat wajahnya yang cantik, tapi tampak menyembunyikan lukanya
"Orangtuamu mana? "
"Sudah pisah om"
"Aku akan membantumu tenang saja"
"Terima kasih om" Jawabnya lembut. Dia sekarang menyandarkan kepalanya di dadaku. Tak lupa memeluk tubuhku untuk menghangatkan dirinya sendiri
"Om sendiri ada masalah apa, kayaknya suntuk banget"
"Aku bosan sama istriku" Jawabku jujur. Entah apa yang ada di fikiranku sampai se gamblang ini terlebih pada gadis yang baru saja aku temui
"Rasa bosan hanya sekejap om, penyesalanlah yang akan berkepanjangan nantinya jika tidak berhasil keluar dari masalah itu" Ucapnya menasehati ku
Anak ini memang di hidupi oleh keadaan yang memaksanya untuk kuat. Dia dewasa sebelum waktunya
Malam semakin larut, udara hampa membawa terbang suasana yang dingin. Ditambah hujan rintik-rintik yang menyeduh malam lebih dramatis
"Kamu punya selimut gak? " Tanyaku karena merasakan dingin di sekujur tubuh
"Ada om, tapi yang praktis saja"
Dia membuka bajunya, lalu memeluk tubuhku
__ADS_1
"Ini selimut praktis om"
Aku tak punya daya untuk menolak, karena nyatanya aku juga membutuhkannya
Dia juga terus mengelus-elus rambutku, menepuk bahuku sesekali. Dan membantuku tertidur
Ini adalah tidur nyenyak yang paling aku rindukan sekian waktu lamanya. Aku sangat sulit untuk tidur di malam hari
Wanita ini rupanya sangat istimewa, dia berhasil menyiram hatiku yang kering keronta selama ini
Setelah kejadian malam itu, aku tak hentinya memikirkan sosok wanita itu yang bahkan walaupun hanya nama. Aku tidak mengetahuinya
Aku meminta Riki untuk menyelidiki semua hal tentangnya, harusnya hari ini sudah ada hasil
Benar saja sudah ada amplop diatas meja kerjaku. Ini pasti ulah Riki
Aku membuka amplop coklat di hadapan ku saat ini.
Ada foto anak itu dengan semua Identitasnya. Riki memang selalu bisa diandalkan
Namanya ternyata Naura, umurnya baru saja genap 20 tahun. Sudah di tinggal kedua orang tuanya sejak 6 tahun lalu.
Dia harus bekerja sendiri karena tak punya siapapun, maupun kerabat lainnya. Dia tak di tinggalkan apapun oleh orangtuanya selain rumah ini
Sedih sekali hidup wanita muda ini, aku dengan segera ingin menemui dia lagi.
Sesampainya di rumah Naura, tampak sepi sekali. Tapi rumahnya dalam keadaan stengah terbuka
Aku dengan lancang masuk saja. Terlihat Naura yang terluka di pergelangan tangannya dan pingsan.
Gila sekali, anak ini pasti berusaha bunuh diri.
Cemas sekali rasanya, aku langsung menggendongnya ke mobil dan segera melakukan mobilku untuk ke rumah sakit
Naura sedang ditangani dokter, aku memutuskan untuk mengurus semua administrasi
Keadaan anak ini membuatku iba sekali. Aku berniat untuk mengangkat dia sebagai anak saja. Tapi kenapa aku malah mencintainya
Sadarlah Andre kamu sudah punya istri dan dua anakku. Jangan mengulangi kesalahan yang sama lagi
Sadar Andre, sadar...
Bukannya sadar aku malah berfikiran pendek untuk menikahi Naura saja. Bagaimana pun aku masih pantas untuk bersamanya karena penampilan ku yang masih keren dan fashionable ditambah aku sangat mapan dan kaya raya.
Aku tidak perlu restu siapapun untuk menikah lagi. Malam harinya aku kembali ke rumah, mengobrol sebentar dengan Aluna, dan juga Zeus yang baru bisa auau saja, anak ini memang sedang lucu-lucunya, dia selalu ditemani oleh susternya. Sedangkan ibunya bahkan jam segini belum juga pulang ke rumah. Sibuk sekali dia mencari uang
__ADS_1
Tepat pukul 1 malam, Anita baru pulang. Dia terlihat kacau dengan semua dandanannya yang norak.
Terjadilah pertengkaran malam ini, walaupun hanya sekedar adu mulut. Anita yang baru saja pulang dan merasa lelah bersikap bodoh amat dengan semua pernyataan ku yang menyudutkan dirinya sebagai seorang ibu yang tidak baik.