
Pagi hari di sekolah setibanya Aluna dia sudah di cerca dengan pertanyaan beragam dari teman-temannya.
"Kamu dari mana sih?"
"Iya seharian ngilang gitu aja”
“Kak Leo juga nelfon aku semalam”
“Aku juga”
“Akupun”
“Kak Leo bilang apa?”
“Yah nyariin kamu, katanya kamu ngak ada dirumah dan bikin panik”
“Aku bahkan tidak mengucapkan terima kasih kepada Kak Leo”
“Jika tidak ada dia bagaimana nasibku kemarin, mungkin saja aku sudah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa”
Aluna mengutuk dirinya sendiri yang begitu tidak peduli terhadap orang lain dan tidak pandai membalas jasa
“Terkutuk kau Aluna” Ujarnya membatin terhadap diri sendiri
“Cerita Aluna kamu dari mana …”
Suara galuh membuyarkan lamunannya dengan cepat
“Eh iya?”
“Lah kamu Aluna cerita, dari mana saja?”
“Huum, jangan bikin kita khawatir”
“Kalau kamu sampe di culik terus dibedah, diambil organnya dijual,ihhh”
“Ah ngak gitu juga markonah” Jawab Aluna menanggapi ketiga temannya tersebut
“Jadi kemarin itu, aku kan ke toilet”
“Terus”
“doorrrrr…”
“Arghhhh” Ketiga teman Aluna yang sedang serius malah dikagetkan begitu saja
“Gak seru Aluna” ucap Farah yang memegangi dadanya
“Jantungku sampai berdenyut-denyut” Galuh pun sama dengan Farah
“Kalau ga denyut lagi, kamu dah wafat Gal” Tiku malah membalas santai padahal tadi dia juga sama kagetnya dengan Farah dan Galuh
“Jadi gini, kemarin aku kan ke toilet. Nah pas aku mau keluar ternyata ke kunci dari luar. Terus aku coba teriak-teriak kan. Tapi gak ada respon dari orang lain.
“Kan emang toilet disini di desain kedap suara”
“Emang iya?”
“Iya aku tau dari ayah aku, kan dia salah satu arsitek sekolah ini” Ujar Farah menjelaskan detail
“Terus gimana Aluna?” Ucap Tiku memastikan
“Terus anehnya nga ada Langkah Kaki kedengaran ataupun suara air tiba-tiba ada yang nyiram air ke aku dari kamar mandi sebelah
“Terus aku pastiin dan memang sepi banget”
“Jangan – jangan ada yang sengaja iseng Aluna”
“Kan harusnya tetap ada suara gal” Tiku melirik galuh pelan
“Iya juga sih”
“Ada hantu penunggu kali yang gentayangan di toilet Wanita” Farah menatap tajam kearah tiga temannya”
“Hustt”
“Udah ah jangan bahas hantu aku merinding dengarnya” Galuh ingin segera menghentikan percakapan mereka
“Tapi nih aku penasaran tau sosok hantunya” Tiku malah terlihat penasaran
“Gimana kalau kita pulang sekolah uji nyali” Ajak Tiku
“Emang ada gitu uji nyali siang-siang, hahah”
“Aku takut ih, ga mau ikut” Galuh mengangkat tangan sebagai tanda tak setuju
“Ga ada istilah, intinya kita harus pergi yaa girls” Tiku merangkul ketiga temannya dengan erat
“gimana?” Tanya Tiku memastikan lagi
“Aluna kamu ikut?”
“Hmmm, iya”
__ADS_1
“Far?”
“Oke, aku juga penasaran”
“Gal?”
Aluna, Farah, dan Tiku melirik kearah Galuh bersamaan
“Iyaaa”
“Okedeh girls”
“Jadi fix kelar sekolah kita ke toilet pas sepi yaa”
“Oke”
“Ini udah bereskan”
Tepat jam 3 lewat 17 menit bel berbunyi menandakan pelajaran berakhir hari ini. Keempat sahabat inipun menunggu Ibu Rahma menyelesaikan pelajaran Bahasa Indonesia hari ini dengan cepat.
“Anak-anak silahkan buat jurnal berita harian dan kumpulkan ke Farah hari kamis dan bawa ke ruangan ibu”
Farah sebagai ketua kelas mengemban Amanah yang cukup banyak untuk mengatur teman-teman kelasnya.
“Baik bu” Semua siswa menjawab dengan serentak sekaligus menutup pelajaran hari ini
“Girls Cuss” Lirik Tiku cepat
Ketiga yang lainnya hanya mengangguk memberi tanda setuju
Tepat ketika keluar kelas mereka bertiga segera ke toilet Wanita
“Yakin nih, kok aku ragu yaa” Tutur Galuh yang berjalan mendempet ke tubuh Farah
“Njir jangan deket-deket, lutut aku udah lemes duluan ini”
“Kita harus uji nyali gaes, untuk hancurin harga dirinya hantu yang udah berani ganggu teman kita”
Aluna tersipu melihat Tiku yang sangat bersemangat menangkap hantu yang sudah menyiramkan air kepada Aluna kemarin
Siswa lain mulai pulang satu persatu, hingga sekolah menjadi sangat sepi, hanya ada dua security di pos penjaga
Mereka berempat memasuki toilet dengan mengendap-endap, mana kala masih ada siswa yang belum pulang
Rupanya sangat sepi hanya ada gemericik air kran yang jatuh satu persatu.Tiku mulai Melihat-lihat pintu toilet yang berderet, tidak ada sesuatu pun yang aneh.
Tiba-tiba pintu di belakang Aluna menutup dengan sendirinya, sedangkan tak ada angin sekalipun
"Arghhhh"
Galuh berteriak histeris memeluk Farah erat, demikian pula Aluna yang berlari kearah mereka
Sedangkan Tiku dengan beraninya menghampiri pintu tersebut
"Krekkkkk"
"Cuman angin doang"
"Ga usah panik girls"
Baru saja Tiku membalikkan badan, kembali pintu itu tertutup dengan sendirinya sangat keras
"Sialan, keluarlah"
"Jangan bermain-main dengan kami"
"Tawa menggema dari sudut ruang"
"Hihihihi"
"Hihihiiiiii"
"Suara kuntilanak tuhhh" Galuh semakin frustasi
"Aku akan memakan kalian semua"
"Hihihihi"
Suara mengerikan itu terus mengaungkan gema dan mempermainkan emosi mereka berempat
"Ayok pulang, buka pintunya Tiku"
"Ini udah berusaha dari tadi, tapi ga bisa Aluna"
"Sini aku bantuu"
"Tetap ga bisa"
"Kan aku udah bilang ga mau ikut"
"Hiksss, hiks"
Tangis Galuh dan Farah hampir bersamaan merengek
__ADS_1
"Hihihi"
Tawa itu terus saja menghantui mereka
--------
"Sudah tidak ada" Ucap Tiku memastikan ketika suara tawa itu menghilang
"Coba pintunya siapa tau udah bisa"
"Tetap keras" Lirik Aluna resah
Tawa yang tadinya begitu riuh dan berisik berubah menjadi tangis yang menyayat hati
"Hikssss... Hiksss... Hiksss... "
"Kuntilanak cengek" Ledek Tiku kesal.
Suara tangisnya semakin kencang dan berhasil membuat Tiku yang dari tadi paling berani juga menciut
Lampu seisi ruangan seketika padam
"Ahhhhhhhh"
"Tolonggggg"
Keempatnya langsung berkumpul di sisi ujung paling belakang saling berpelukan
Ditambah pintu toilet utama yang terus di gedor-gedor kuat meski begitu tangis memilukan itu juga tidak berhenti
"Aku takuttt" Farah menangis sesegukan disusul Galuh yang tak kalah histerisnya
"Kita harus keluar dari sini" Farah terus mendesak
"Tunggu"
"Apalagi Aluna"
"Sepertinya ada yang aneh"
"Anehh"
"Dengar deh suara itu, seperti sound film-film horor umumnya"
"Bentar deh"
Tiku mulai fokus dan mendengarkan dengan seksama
"Benar, gua familiar banget ini"
"sialan kayaknya kita cuman di kerjain ini"
Farah dan Galuh saling menatap lalu saling melepaskan pegangan satu sama lain
"Aku akan buat perhitungan sama orangnya"
Pake Flashmu dulu Aluna cepat biar bisa liat jelas nih.
"Hpmu masih ada cass kan"
"Iya masih"
Suara tangis itu terus saja di perdengarkan
Tapi mereka sudah tidak takut lagi kali ini
"Astagaaa Galuh kenapa bisa pingsan"
"Astaghfirullah"
"Galuh Galuh bangunn"
"Galuhhhh"
Semuanya memainkan peran yang epik pasti akan membuat orang di luar menjadi panik
Benar saja seketika terdengar orang yang membuka pintu kamar mandi cepat
Dan terdengar langkah Kaki lari menjauh yang sepertinya tidak hanya satu orang
"Benar-benar payah" Teriak Tiku setelah berhasil keluar karena telah kehilangan jejak orang yang mengisengi mereka
"Ayok pulang saja."
"Aku juga sudah sangat pusing sekarang" Galuh tak bisa menyembunyikan rasa takutnya yang masih tertinggal
"Sama Aku juga" Ucap Farah.
"Kamu pulang sama siapa Aluna? "
"Aku anter yaaa" Tiku dengan senang hati menawarkan diri mengantarkan Aluna.
"Makasih"
__ADS_1
Mereka berempat pun berlalu menyelusuri Koridor sekolah. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata menyala yang mengawasi mereka dari jauh.