Kerikil Hidup Aluna

Kerikil Hidup Aluna
Ajakan Nonton


__ADS_3

Mimpi semalam membuat Aluna bimbang tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarganya. Dia juga ingin mencari tau tapi ah mana bisa sebuah mimpi dia jadikan sebagai petunjuk.


Mimpi bukannya hanya bagian dari tidur dan beban fikiran yang menumpuk lalu berubah jadi tumpul di otak. Semua hanyalah ilusi semata untuk membuat manusia merasa frustasi.


Entahlah...


Dan siapa sosok yang menggangguku itu. Aku berusaha menyalip fikiranku, agar bisa fokus dengan pelajaran hari ini. Aku tidak ingin sampai kehilangan konsentrasi karena masalah mimpi yang tidak jelas kebenarannya.


Kebetulan hari ini di jam pertama adalah pelajaran Olahraga. Aku belajar senam di lapangan sekolah dengan di pimpin oleh Pak Juan. Apa semua guru olahraga itu orang-orangnya pada santai yah.


Dia sangat energik dan sangat ceria, meskipun sudah berkepala 5 tapi beliau sosok guru yang sangat menyenangkan dan tidak bikin bosan karena juga lucu.


Banyak siswa yang mengidolakan sosoknya. Sepertinya Farah juga karena Farah selalu menunggu hari kamis di jam olahraga. Dia juga yang paling bersemangat diantara kami berempat.


Kami juga bisa bebas bersantai setelahnya, tidak ada beban fikiran seperti matematika, kimia, dan fisika. Meskipun itu bagi Aluna menyenangkan tapi tetap saja butuh ekstra lebih.


Tak sengaja Aluna menyadari seseorang sedang mengawasi dirinya diam-diam.


"Siapa ya" Aluna berusaha mengabaikannya.


"Bisa jadi ini hanya paranoid ku saja" Ucapnya membatin dengan dirinya sendiri.


"Alunae.. " Galuh menyenggol-nyenggol bahu Aluna pelan dengan mendekatkan diri.


"Apa" Jawab Aluna menatapp tajam kearah sahabatnya tersebut.


"Itu Kak Kevin perhatiin kamu"


"Ah manaa"


"Arah jam 9"


Aluna pun memastikan ucapan Galuh dengan memutar kepalanya ke arah yang Galuh tunjuk.


"Benar juga, ternyata Kak Kevin yang sedari tadi memperhatikanku"


"Ku kira siapa" Ujar Aluna lagi.


"Kayaknya dia suka deh sama kamu"Galuh terus memperhatikan Kak Kevin yang berdiri tidak jauh dari lapangan.


"Ga usah aneh-aneh deh kamu" Aluna berusaha mengabaikan dengan berkata seperti itu.


Mereka kemudian melanjutkan kegiatan senam dengan fokus sampai selesai dan juga semangat tentunya.


Sekarang Aluna duduk di bangku lapangan bersama ketiga teman setianya. Tentu saja Tiku, Galuh dan Farah. Mereka sudah seperti lem dan prangko yang tidak bisa di pisahkan satu sama lain.


Kak Kevin menghampiri mereka dengan gaya coolnya, dia memberikan sebotol air mineral dingin untuk Aluna dengan senyuman mengembang di wajahnya.


"Minum dulu Aluna, pasti kamu lelah" Ucapnya dengan menyodorkan air.


Ketiga temanku pun saling bertatapan, saling kode mengkode. Aluna paham sekali maksud teman-temannya jika sudah seperti itu.

__ADS_1


"Ga usah kak, aku udah bawa air" Sembari menunjukkan botol air minum yang sudah dia bawa dari rumah.


"Wah dingin ini, buat aku aja kak. Makasih yaaa" Tiku dengan cepat meraih air tersebut dari tangan Kak Kevin dan meneguknya.


"Ah segar sekali"


"Terima kasih Kak Kevin"


Ujar Tiku centil yang dibuat-buat, dan membuat kami tertawa melihat tingkahnya seperti itu.


"Aluna nanti ada kegiatan ga pulang sekolah? " Tanya Kevin lagi masih berusaha.


"Aku mau kerja kelompok di rumah Tiku kak" Jawab Aluna ngeles sebisanya.


"Kan bisa besok aja Aluna, aku juga mau tidur siang" Ujar Tiku menepis alasan Aluna dengan terkekeh.


Dengan segera Aluna menginjak kakinya sebagai tanda penolakan dan memberikan sinyal kepada teman-temannya untuk menghindar.


"Memangnya mau ajak Aluna ke mana kak? " Tanya Farah.


"Nonton sih" Kak Kevin sangat gugup mengatakannya.


"Oh nonton" Ucap Galuh mangut-mangut.


"Ikut saja Aluna, jarang banget kan kamu pergi nonton"


"Iyasih" Jawab Aluna berfikir.


Wajah Kevin terlihat sangat cerah dan mendapatkan semacam secercah harapan untuk pergi bersama Aluna hari ini.


"Jadi gimana Aluna? "


"Boleh deh Kak" Jawab Aluna tersipu.


"Kami ikut yaa" Ujar ketiga manusia menyebalkan ini disampingnya.


"Eh?"


"Ga mau ngajak yah kak" Ujar Farah dengan wajah memelas nya.


Kak Kevin sudah pasti tak punya pilihan lain selain mengiyakan permintaan mereka. Hanya itu cara agar dia bisa membawa Aluna ikut bersamanya.


"Ikut aja ga apa-apa kok " Ucapnya tersenyum manis.


"Kalau gitu aku ke perpustakaan dulu ya"


"Iya kak" Balas keempat gadis itu tersenyum setengah tertawa menertawakan gelagat Kevin yang tampak grogi.


"Tau ga Girls" Aluna bersamaan dengan yang lain melirik kearah Galuh yang akan membuka cerita.


"Kak Kevin itu di juluki apaan disini? "

__ADS_1


"Apa memang?" Tanya mereka bertiga hampir bersamaan.


"Google berjalan" Jawab Galuh tertawa.


"Hahaha, kok Google berjalan" Ujar Farah karena baginya lucu sekali.


Yah gitu, karena dia jenius banget. Apapun yang ditanyakan oleh siswa lain ataupun guru dia bisa jawab semua


"Garis bawahi, semua"


Dia juga ga neko-neko, tempat favoritnya cuman perpustakaan dan toko buku. Makanya teman-teman Aluna sangat mendukung banget kalau Aluna sama dia.


“Siapa tau kita bisa ketempelan kejeniusan kalian berdua.” Ucap Tiku semangat.


Yap Aluna juga terkenal cerdas di sekolah, karena selalu aktif dan bisa menyelesaikan tugas apapun dengan sangat mudah. Dia juga fasih berbahasa asing menambah nilai plus.


Walaupun jika dibandingkan dengan Kevin. Aluna sih masih tertinggal sangat jauh dari dirinya karena dia yang sudah memperoleh banyak penghargaan dan prestasi hingga tingkat international sedangkan Aluna masih merasa cetek sekali.


Kegiatan pelajaran hari ini cepat sekali selesai. Karena guru yang mengadakan rapat dengan komite sekolah. Yah kali ini Kevin sudah menunggu mereka di depan sekolah.


"Halo kak" Sapa Tiku ramah sekali. Sepertinya diantara yang lain ini anak aktif sekali kalau soal Kak kevin.


"Jadikan nontonnya" Ujar Kevin langsung bertanya.


"Jadi dong kak" Ujar Galuh riang,


"Kamu bareng Kak Kevin yah Aluna" Tawar Farah mencari celah.


"Aku lagi ga bisa bonceng orang nih" Tiku menambahkan dengan menatap kepada Aluna dengan tatapan yang sudah dia pahami maksud dan hatinya.


"Aku bawa motor kok" Ucap Aluna santai yang menggagalkan rencana mereka.


Kevin terlihat kecewa dengan perkataan Aluna, sepertinya dia ingin membonceng Aluna kali ini.


Tetapi sangat disayangkan Alun juga ga bisa ikut dia, karena membawa motor sendiri hari ini.


“Motor hasil nendang pintu?” Canda Galuh dengan lugas.


“Oh tidak mungkin, ini hasil tabunganku sendiri jadi mama ga punya hak untuk melarangku juga aku mahir menyetir motor setelah beberapa hari sempat kursus.” Jawab Aluna dengan bangga menjelaskan.


"Kapan kamu beli motor Aluna? " Ujar Tiku heran karena sewaktu kerumah dia hanya melihat koleksi mobil yang banyak tanpa ada motor satupun.


"Kemarin, heheh"


Tidak butuh waktu lama, mereka langsung bergegas ke parkiran bersama Kevin juga karena jadwalnya pukul 3 sore sedangkan sekarang sudah jam 1 lewat 45 menit.


"Motormu mana Aluna? " Tanya Tiku yang berjalan sejajar dengan Kevin.


"Ituu" Tunjuk Aluna kearah motor Nmx biru tua yang terparkir disamping motor Leo.


"Wih keren banget"

__ADS_1


Aluna bersusah payah ingin mengeluarkannya tapi sangat padat jadi kesulitan. Kevin juga di parkiran dalam mengambil motornya bersama anak-anak yang lain. Jadi Aluna tidak tau harus meminta tolong pada siapa.


__ADS_2