Kerikil Hidup Aluna

Kerikil Hidup Aluna
Ketidakmampuan Maaf


__ADS_3

POV ANDRE


Anita memutuskan pergi keruang kerjanya saja. Setelah itu aku sudah tidak tau apapun. Karena aku memilih untuk tidur saja dan mengabaikan istriku tersebut. Meskipun tidak se nyenyak saat di pelukan Naura aku tetap bisa tidur dengan aman saat ini.


Keesokan harinya aku bukannya ke kantor aku malah ke rumah sakit. Membawakan bunga dan juga buah untuk Naura


Dia tampak murung, tapi setelah melihatku wajahnya tersenyum cerah kembali


"Kenapa kamu bisa melakukan hal senekat ini? "


"Bukankah aku sudah bilang, aku akan membantumu? "


"Aku kira om hanya berbohong saja, karena tidak mengunjungi ku lagi"


"Aku hanya frustasi om" Jawabnya sedih


Aku pun meriah tubuh mungilnya dalam pelukanku untuk menenangkan dia yang sedang terisak


"Semua akan baik-baik saja" Ucapku menenangkan.


Tiga hari Naura di rawat akhirnya bisa pulang ke rumah. Tapi aku tidak membawanya ke rumah dia yang dulu. Aku membawanya ke apartement yang terletak di sebelah kamarku yang dulu. Karena kamar itu sudah ditinggali oleh Riki dan juga keluarganya.


Pun Riki juga sudah tau tentang Naura. Dia seseorang yang amanah, sudah pasti akan menjaga rahasiaku dengan baik.


Semenjak Naura di Apartement aku selalu menghabiskan waktu bersamanya. Aku seolah punya kehidupan kedua yang jauh menyenangkan. Rumah yang besar itu hanya aku jadikan rumah singgah saja. Sedang aku nyaman disisi Naura sepanjang hari


Aku merasa ingin selalu bersama Naura saja. Tapi harus tetap kembali ke rumah untuk sekedar melihat Aluna juga Zeus. Lalu pergi lagi.


Aku juga sengaja beralasan ada kegiatan dinas di luar kota padahal aku hanya menghabiskan waktu bersama Naura disini


Hubungan kami terjalin harmonis, dan aku mencintainya. Sampai satu hari..


"Mas, aku hamil" Ucap Naura sedih


Aku diam saja tak menanggapi, karena walaupun aku mencintai Naura aku tidak mau menyakiti anakku terutama Aluna. Pasti dia akan sangat sedih dengan keadaan yang terjadi saat ini


Naura mengancam akan bunuh diri jika aku tidak menikahinya. Dia tidak mau anaknya lahir tanpa ayah.


Aku tak punya pilihan lain, selain membawa Naura ke gereja dan melangsungkan pernikahan di depan Tuhan dan pendeta.

__ADS_1


Akhirnya kami sah menikah dan Naura ingin aku mengenalkan dirinya kepada keluargaku. Aku tidak punya pilihan lain selain mengikuti keinginannya.


Aku membawa Naura ke rumah tepat ketika Anita baru saja pulang kerja.


"Mas sudah pulang? "


"Oleh-oleh mas" Ucap Anita dengan memasang wajah manis.


Tak lama berselang Naura turun dari mobil. Ekspresi wajah Anita berubah seketika


"Kamuuuuu.... " Ucap Anita seolah dia mengenal Naura sebelumnya


"Halo Tante, lama tidak bertemu" Sapa Naura kembali. Rupanya ada hubungan antara Anita dan Naura sebelumnya tapi apa


"Ngapain bawa wanita ini kerumah kita" Bentak Anita, dia tidak pernah terlihat semurka ini sebelumnya


"Kita ngobrol di dalam saja yah. Ga enak di sini"


Aku menarik tangan Anita masuk ke dalam rumah, sedangkan Naura ikut saja kedalam rumah mengikuti kami berdua.


Kami duduk bertiga di ruang tamu. Hanya ada hening. Aku bingung harus mulai dari mana. Sedangkan Anita tampak menunggu penjelasan dariku


Anita tampak sangat terpukul ditambah Aluna yang juga datang menangis histeris lalu pergi entah kemana


Aku tak punya kekuatan apapun mengulang waktu, aku hanya bisa diam ditempatku.


Aku yang memulai semuanya, jadi harus bertanggung jawab untuk semuanya. Anita seolah berusaha tegar demi kedua anaknya tapi aku yakin Anita akan mengorbankan apapun untuk apa yang sudah menjadi miliknya.


Aku juga tak bisa gegabah begitu saja, aku tak mungkin membiarkan Naura terancam dan juga anak yang ada dalam kandungannya


"Kamu tinggal milih mas, mau sama anak tidak tau diri ini, atau sama aku dan anak-anak dirumah ini? "


"Aku tidak bisa milih" Jawabku


Anita kembali diam, aku juga diam, terlebih Naura.


POV NAURA


Tua bangka ini akhirnya masuk kedalam jebakan ku. Hanya perlu berdrama sedih dan memilukan dia bisa bertekuk lutut dengan mudah. Tidak butuh waktu lama akhirnya Om Andre berhasil masuk kedalam perangkat yang aku buat.

__ADS_1


Aku sudah merencanakan semua ini dengan sangat matang. Aku telah menyiapkan semua berkas keluarga orang lain atas namaku. Aku yakin Andreomos akan mencari tau tentangku. Walaupun kakak terus saja membantuku, tapi aku juga harus bermain cantik


Yah kakakku tidak lain adalah istri dari Andre sendiri. Aku tidak paham dengan jalan fikiran kakakku sehingga merencanakan hal konyol seperti ini.


Mana ada kakak yang rela berbagi suaminya sendiri dengan adiknya sendiri. Aneh tapi nyata tapi itu benar adanya di lakukan oleh mbak Anita.  Tapi aku paham betul jalan fikiran mbak Anita. Dia pasti ingin membawakan dendam ibu kepada keluarga Andrelios.


Padahal mbak Anita sudah berhasil menjadi istri sahnya, menghancurkan keluarganya tapi dia tidak juga puas. Entahlah tapi kalau jadi Mbak Anita aku sudah pasti melakukan hal yang sama. Aku ingin melakukan banyak hal untuk mbak Anita.


Ayah dari Om Andre yang telah membunuh abah dan membiarkan anak buahnya memperkosa ibu, sampai akhirnya hati ibu cukup terguncang. Dia depresi dan memilih untuk bunuh diri dengan cara gantung diri. Aku saat itu masih sangat kecil jadi belum tau apa-apa. Sedangkan mbak Anita masih belasan tahun, dan menyaksikan semuanya dengan jelas


Semua orang pasti akan mengira mbak Anita hanyalah gadis desa yang jatuh cinta dengan seorang yang kaya raya lalu menjadi pelakor


Tapi nyatanya tidaklah semudah itu. Mbak Anita selalu merancang strategi yang matang untuk menghancurkan apapun yang berhubungan dengan Andre


Awalnya mbak Anita merasa bahwa om Andre tidak bersalah karena kejahatan itu atas ulah ayahnya. Tapi belakangan mbak Anita memperoleh informasi bahwa Om Andre lah yang menginginkan mempunyai bisnis rumah toko di pedesaan jadi meminta ayahnya membeli tanah yang strategis.


Lahan sawah milik bapak lah yang paling bagus. Berada di pinggir jalan dan banyak di lewati pengendara dari berbagai desa.


Itulah sebabnya Pak Justin ayah Om Andre menemui bapak untuk membeli tanahnya


Tentu saja bapak tidak akan setuju. Mau bagaimana pun kadang itulah satu-satunya yang bapak punya.


"Saya tidak bisa menjual satu-satunya harta yang saya milik pak Justin"


"Kalau Kamu tidak mau aku membelinya, biar aku dapatkan dengan cara gratis,, hahaha"


"Segera paksa si angkuh itu menandatangani surat alih kuasa"


"Baik Bos"


Segera preman yang beranggotakan 5 orang itu membawa kami paksa


Bapak,ibu, aku dan juga mbak Anita disekap di sebuah gudang gandum yang cukup jauh dari desa. Jadi warga desa tidak akan tau keberadaan kami


"Bagaimana sekarang Hasbi, kamu tetap tidak mau menandatangani surat ini"


"Walaupun dengan darahku sendiri aku tidak akan mau kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan"


Padahal jelas sekali bapaklah yang dulu membiayai modal usaha pak Justin saat dia diambang ke bangkrutan karena belum punya pengalaman kerja yang cukup untuk mengelola perusahaan kecilnya.

__ADS_1


 


__ADS_2