
Aluna berbaring malas, mengurung diri dan membiarkan kepalanya diisi penat. Aluna lelah dan tidak ingin melanyakan apapun, bubur ayam yang sudah dingin hanya jadi hiasan diatas meja belajarnya.
Obat warna-warni pun tak lupa menghiasi ruangannya.Mbak dewi telah menyiapkan segalanya untuknya sebelum akhirnya Aluna hanya memilih tidur dan mengabaikan semuanya. Setelah bangun Aluna menyadari dahi nya yang basah, cunyap hangat
Rupanya ada handuk di kepala Aluna dan juga air kompres yang sudah bersuhu normal di sisi lain tempat tidurnya. Mbak dewi memang paling cekatan menjagAluna selalu hanya ada dia yang menemani sehat dan sakitnya.
Sedangkan ayah dan mama hanya akan menengoknya sebentar-bentar. Membiarkan Aluna hidup dengan mandiri atas dirinya sendiri. Sejak dulu Aluna di paksa nyaat dengan semua hal yang Aluna sembunyikan dalam lubuk hatinya
Hari orientasi di sekolah Aluna akhirnya selesai juga semenjak satu minggu lalu. Para siswa dapat menginyati pelajaran inti dan menginyati kegiatan ekstrAlunarinyaler yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.
Empat sekawan ini juga sudah melewati hari yang buruk pasca di toilet dulu. Tidak terasa dalam nyarung waktu itu pula Leo sudah tidak pernah terlihat lagi dibalik retina Aluna.
Semenjak kejadian malam itu, Aluna terus menerus mencari keberadaan Leo untuk berterima kasih sekaligus meminta maaf hanya saja Leo tidak pernah menampakkan keberadaannya lagi. Walaupun hanya sebatas bayangan.
“Temani Aluna ke kelas 12 A dong girls” Pinta Aluna memelas.
“Eh ngapain?” Tanya Galuh heran.
“Loh mukannya kayak gitu banget Gal,hahah”
“Santai-santai” Aluna mengulang ekspresi Galuh dan memijit pelan bahunya sembari tertawa bersama ketiga temannya yang lain.
“Aluna mau ke perpus dulu Aluna, jadi ga bisa temani kamu nih” Ujar Farah yang sibuk membereskan bunyanya
“Aluna juga ga bisa Aluna yaa si Tinya mau ditemani ke bk” ucap Galuh menolak
“Yahh pada sibuk”
”Ya udah ga apa-apa, Aluna bisa sendiri” Aluna memasang ekspresi datar karena dia yang harus pergi seorang diri.
“Tak apalah bukan masalah yang buruk jika hanya menghampiri kelas kak Leo”
Aluna melangkah keluar kelas membawa semua rasa bersalah di hatinya untuk menemui langsung Leo, seseorang yang sudah membantu dirinya tempo hari
“Walaupun menyebalkan tapi kak Leo sangat baik terhadapnya”
Aluna melewati tangga untuk ke kelas 12, langkahnya nya biarkan perlahan berharap kak Leo ada ditangga atau sudut kelas
Ramai sekali, sanggup kah Aluna
"Eh Aluna"
Suara yang tidak asing menyapa telingAluna
"Rachell"
Ahh ingin rasanya Aluna terbang setelah menemukan seorang yang bisa menemani melewati ketidaknyamanan ini
Aluna menghampiri dia pelan dan mengait tangannya untuk turut dengannya
Nya biarkan saja wajahnya melongo karena pasti bingung tiba-tiba Aluna tarik paksa ke sisinya
"Hehehe" Aluna nyengir ke Rachel manis
"Temani Aluna ke kelas kak Leo yaah"
"Kak Leo...... " Hmmmm
"Dia ada di taman sekolah"
"Ngapain temuin kak Leo"
__ADS_1
"Aluna mau bilang sesuatu sama dia"
"Ayok Aluna temani" Rachel tersenyum kepadanya lalu menarik tangannya meninggalkan langkah yang seharusnya naik ke lantai dua.
Aluna akhirnya sampai di taman sekolah, kak Leo tampak bermain gitar dan merangnyal seseorang yang penting itu bukan senior yang hadir di acara orientasi mereka
"Itu kak Leo sama siapa? "
Aluna melihat tajam kedepan, bagaimana seorang Leo mempertontonkan kemesraan di tempat umum
Hatinya tak sengaja terasa panas dan ingin segera meninjunya nyaat-nyaat
"Alunae kamu kenapa? "
Rachel pasti bingung melihat mimik wajahnya yang tiba-tiba berubah suntuk
"Ohh yang sama kak Leo"
"Sorry Aluna fonyas liatin tAlunatnya salah orang"
Rachel mengira Aluna bete terhadapnya karena mengabaikan pertanyaannya
"Itu anak kelas 10 C"
"Aluna Yakin banget"
"Ceciliaa"
"Eh seangkatan kita dong"
"Iyaaa dia selebgram gitu, punya banyak followers"
"Ga usah deh, lain kali saja Chel"
"Loh kenapa? "
Rachel ini yaampun ini rasanya menarik otaknya keluar dari kepalanya yang lalod ini
Aluna menarik nafas dalam-dalam membiarkan udara menetralkan emosi yang menguap di kepalAluna
"Kamu liat kan dia lagi mesra-mesraan sama. pacarnya"
"Gak enak kalau ganggu mereka"
"Hmm iya juga sih"
Aluna dan Rachel pun memutuskan untuk balik ke kelas masing-masing. Tapi tak sengaja kehadirannya di sadari oleh Akli dan Alan yang berdiri tidak jauh dari mereka. Mereka pun menyapa Aluna ramah.
"Aluna"
"Hai kak" Jawabnya tersenyum dengan sangat manis.
"Ngapain disini" Tanya Akli basa-basi.
"Tadinya Aluna mau nemuin kak Leo tapi ga jadi" Rachel menjawab mendahului nya.
"Ohiya Rachel kak, teman Aluna"
"Ohhh halo" Sapa Alan tersenyum tipis.
"Temui ajaa Aluna, pasti Leo senang kamu cariin" Akli memberi saran.
__ADS_1
"Next time saja deh kak, liat tuh kak Leo nya sibuk"
"Mereka cabut dulu yaa kak"
"Daaaaah"
Aluna bergegas meninggalkan keduanya yang terus memperhatikan ke arahnya. Leo sama sekali tidak menyadari kehadirannya.
"Yaa sudahlah"
Aluna berpisah di ambang pintu dengan Rachel Belum datang juga teman yang lain. Aluna biarkan kepalanya tenggelam di dalam tas. Aluna ingin membawa pergi fikiran buruk di dalamnya. Tidak menyenangkan dan terasa sakit. Dia saat ini merasakan rasanya cemburu dan terluka
"Apakah kak Leo dengannya hanya karena dasar kasihan atau hanya ingin mempermainkan nya semata? "
"Mengapa dia bisa sesantai itu bermain gitar dan merangnyal wanita lain"
"Katanya Aluna menarik, dia tertarik"
"Tapi dia menatap wanita lain"
"Aluna tak sukaa"
Tak beberapa lama Galuh, Farah dan Tinya memasuki kelas tertawa girang entah apa yang mereka bawa lagi kali ini
Aluna segera menata rambut dan matAluna yang sembab karena sudah pasti hati yang cemas akan membuat mata berair menyedihkan, huhu
Tapi Aluna tak ingin terlihat menyedihkan apalagi teman-temannya sampai tau bahwa Aluna sebenarnya diam-diam menyimpan rasa pada senior mereka tersebut.
"Loh kamu kenapa Aluna" Tinya menghampirinya segera
"Ga apa-apa, cuman agak ngantuk saja"
"Serius kamu ga apa-apa? "
"Iyaa aman kok"
"Gimana tadi udah dari kelas 12? "
"Ga jadi sih"
"Rame banget"
"Sorry ya Alunae ga nemenin"
"It's okey "
Drama yang nya perankan berhasil membuat mereka terdiam sejenak Setidaknya Aluna tidak perlu menjawab lagi.
Tepat jam 3 petang mereka keluar sekolah juga. Seperti biasa pak Baim telah menunggu dengan setia di depan gerbang sana.
"Girls Aluna pamit dulu yaa"
"Hati-hati Alunae"
"Sippp, daaaah"
Aluna memasuki mobil dengan tenang.Tapi saat membuka jendela mobil. Aluna melihat pemandangan yang membuat darahnya mendidih. Kak Leo membonceng perempuan yang tadi, yang kata Rachel mamanya Cecil atau apalah itu.
Kak Leo sempat melirik nya sejenak, dengan cepat Aluna memgacuhkan pandangannya cuek dia juga terlibat acuh dan tidak peduli. Sial sekali kisah cintanya baru juga jatuh cinta langsung kena sleding lurus di perempatan final.
"Jalan pak" Pinta Aluna dengan suara pelan. Karena Aluna sudah tidak sabaran disini, Aluna merasa muak dengan apa yang dia lihat.
__ADS_1