
Wajah Aluna cukup mungil, tak ada noda sama sekali di wajahnya, kulitnya mulus dan putih bersih, hidungnya mancung, alis mata bagai ulat bulu beriringan, bulu mata yang panjang, ditambah mata bulat, dan lesung pipi sangat jelas di kedua pipinya bahkan walau dia hanya tersenyum tipis.
"Gilaaa, cakep benerrr" Alan tak bisa tahan untuk tidak berkomentar melihat cewek secantik Aluna. Bahkan Kevin yang terkenal dingin dan hanya fokus pada pelajaran terus menatap Aluna dengan rasa aneh di hatinya.
Melihat situasi yang menghancurkan rencananya Alexa dan teman-temannya tidak berhenti disitu saja.
Alexa melirik tajam kearah Aluna. Tidak ada senyum ataupun rasa bahagia di wajahnya. Semua hal tentang Aluna begitu memuakkan di mata Alexa dan teman-temannya.
“Apa salahnya menjadi cantik?” bisik Farah pelan ke Galuh setengah kesal.
“Tapi nih ya, kalau aku jadi Alexa pasti bakalan kesal juga karena akhirnya ada cewek yang bakalan nyaingin dan bahkan menggeser posisi ku sebagai seorang cewek tercantik di sekolah selama dua tahun terakhir di sekolah” Galuh menjelaskan pendapatnya dengan sangat serius dan menatap lurus kedepan. Mengamati betapa cantiknya Aluna meskipun dia hanya terdiam memainkan jarinya.
“Iya sih, coba saja aku secantik Aluna pasti udah songong aku tuh”
“Itulah mengapa Allah ga bikin kamu jadi cantik” ejek Galuh sinis.
Kedua teman sebaya ini terus bertukar pandangan dan pendapat terus menerus, membaca situasi yang semakin tidak terkontrol. 500 kepala melihat kearah Aluna lurus dengan tatapan yang tidak bisa di prediksi oleh siapapun lagi.
Masa orientasi yang awalnya di kira akan Aluna akan menyenangkan dan membuka peluang dia menemukan dunia yang lebih baik malah harus dia tepiskan dengan suasana hati tidak nyaman.
“Cepetan kenalin nama kamu siapa?”
“Halo semua, perkenalkan nama saya Aluna Margaretha Calphenia Andrelios”
“Andrelios?” Ucap Resda yang saat ini berdiri tidak jauh dari sisi Aluna.
“Bukannya itu nama Mall besar di kota Jakarta yaaa” Alan berbisik menatap Leo dengan setengah terkejut. Bagaimana tidak Andrelios adalah pusat belanja kebutuhan nomor 1 di kota Jakarta, dan bisa di tafsirkan omsetnya menyentuh ratusan juta setiap harinya.
Pusat perbelanjaan milik Andre adalah Mall besar yang dibangun atas 7 lantai dan menawarkan banyak ketersediaan kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan sehari-hari. Masyarakat juga bisa berbelanja banyak hal disini, seperti aneka gadget, laptop, servis barang elektornik pun bisa.
Tak lupa Mall ini juga diisi juga oleh stand-stand dari merk-merk terkenal. Tak cukup hanya sampai disitu saja, mall ini juga diisi dengan aneka ragam barang electronik kebutuhan rumah tangga, makanan dan minuman untuk kebutuhan pangan dan juga berbagai jenis barang yang dibutuhkan oleh masyarakat dapat di temukan dalam toko Andrelios.
__ADS_1
Sehingga toko ini cukup terkenal di berbagai kalangan tak hanya para orang tua tapi juga menjadi tempat bagi remaja hunting di sana dengan spot foto-foto yang berkelas dan elegan.
“Ibumu se-ngefans itu ya sama seorang Andrelios sampai pake nama beliau di belakang namamu, hahahaha” Alexa tertawa geli melihat Aluna yang dengan percaya diri menyebut nama lengkapnya.
“Itu memang nama ayah saya kak” Jawab Aluna yang tidak terima di anggap mengaku-ngaku dihadapan semua orang”
“Mana buktinya, jangan Taunya ngaku dong” Leo yang sedari tadi hanya menyimak membiarkan Aluna di tertawakan mulai angkat bicara dan ikut bergabung ditengah-tengah mereka.
“Paling gak ada bukti kalau kata-kata kamu itu benar, seenggaknya foto deh”
Aluna hanya diam, dia tidak ingin membalas apapun, baginya kebenaran yang utama cukup diam dan tidak melibatkan diri dalam sok bergaya ataupun bersembunyi dari nama besar ayahnya.
Bahkan Aluna juga tidak sadar betapa terkenal ayahnya di kalangan remaja, dan ketika Namanya disebut semua orang seolah kerabat beliau.
“Cek Instagram Andrelios coba, kamu kan follow tuh Clara”
“Oh iya ya, wait”
Clara terlihat sibuk menggeser layar ponselnya dari atas kebawah terus menerus.
“Yap dapat”
“Dasar penipu” Clara menatap kearah Aluna dengan tatapan cermat dan tidak percaya gadis sepolos Aluna bisa memanipulasi namanya dan bahkan mengatakan semuanya dengan bangga”
“Masa iya, siswa tengil ini anak seorang yang kaya raya, yang bahkan ayah aku saja yang yang punya Hotel gak mampu kalau di bandingin sama seorang Andrelios”
“Apa ini yang mama khawatirkan?”
“Perasaan tidak nyaman di ejek dan di rendahkan”
“Perasaan pedih tidak terlihat ada dan dihargai”
__ADS_1
“Perasaan menyedihkan di tatapan semua orang, perasaan tidak nyaman itu membuatku sadar ma"
Aluna sekarang paham mengenai semua khawatir Anita terhadap dirinya, sampai ngotot untuk tidak mengizinkan Aluna sekolah di luar rumah. Sekarang bagi Aluna rumah adalah tempat pulang yang segera dia ingin tuju saat ini.
“Cantik-cantik penipu” teriak seorang siswa pria dari arah barisan tengah, disusul oleh tawa semua orang.
“Sudah, sudah… berhenti mengolok-olok nama orang lain. Nama itu adalah doa dari orangtua kepada anak.
“Terlepas dia anak dari pemilik mall terbesar di kota kita atau bukan, kita ga punya hak menjudge dia dengan tatapan tidak suka seperti ini” Kevin berdiri di depan Alexa untuk membela Aluna karena sudah tidak tahan dengan tingkah sewenang-wenang Alexa.
“Sudah, kamu duduk saja” Kevin mengarahkan Aluna untuk duduk kembali dan bergabung dengan teman-teman siswa baru lainnya.
“huuuuuuuuu” terdengar para siswa yang meneriaki Kevin yang merusak kesenangan sebagian orang”
“Eitssss, ga boleh gitu dong Kevin, kita semua mau tau selain siswa baru kit aini jago bohong, dia punya bakat apa lagi. Kita semua penasaran kan?” Ujar Leo yang meraih mickrophone dari tangan Alexa dan menahan Langkah Aluna dengan cepat.
“Apa-apaan kamu Leo” Bentak Kevin melirik tajam ke arah Leo yang sedang ingin membalas dendam kepada Aluna.
“Seru nih”
“Gimana kalau nyanyi aja, kita butuh suara merdu nih di hari yang suntuk dan bikin ngantuk ini, hahah”Clara menambahkan
“itung-itung hiburan kan gaesss”Akli pun ikut bergabung ditengah-tengah mereka untuk menambah heboh
“benerrr” ujar sebagian siswa yang sudah bosan dengan semua ini
“Musiknya pake apaan, ga ada disini, bikin bosan doang kalo ga ada music pengiringnya” Sanggah Kevin cepat
“Loh kan ada gitar itu tuh, Aluna nyanyi sambil main gitarlah” Leo pun tak kehabisan kata dan cara untuk membatalkan semua keinginan Kevin menyudahi perlakuan mereka kepada Aluna.
“Alan, gitar” Perintah Leo,
__ADS_1
“Nih” Alan pun menyodorkan gitar itu langsung kepada Aluna.