
Malam sudah semakin larut namun pesta semakin semarak. Wine tidak begitu menikmati acara pesta yang digelar. Saat pesta tengah berlangsung terdengar suara MC memanggil nama Wisnu untuk maju dan naik ke atas panggung.
Wisnu pun dengan penuh percaya diri naik ke atas panggung kemudian memberikan kata sambutan dan doa atas kesuksesan perusahaan Cakra Prima. Tampak kedua orang tua Melda dan papah wisnu berdiri di belakang. Tepuk tangan dan sorakan meramaikan suasana pesta itu. Kemudian Pimpinan dan sekaligus owner perusahaan Cakra Prima yaitu Cakra Wicaksana, Lelaki yang bertubuh tinggi besar, tampak berwibawa saat memberikan pidatonya dengan menceritakan pencapaian perusahaannya yang menjalin mitra bisnis dengan Asia Strada dalam kurun lima tahun memberikan banyak keuntungan kedua pihak.
Saya selaku pimpinan dan owner mengucapkan Terimakasih atas kedatangan semuanya pada malam ini untuk merayakan pencapaian perusahaannya berkat kerjasamanya dengan perusahaan Asia Strada (mitra bisnis kami) dan dalam kesempatan ini, saya juga akan memberikan kabar gembira untuk semuanya serta minta doa restunya untuk kedua anak kami Melda dan Wisnu, dimana kami selaku orang tua ingin sekali agar kerjasama ini dapat terus terjalin dengan adanya niat kami untuk kedepannya agar mereka berdua bisa menjadi pasangan serasi sampai nanti naik pelaminan. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Tepuk tangan meriahkan pesta itu, Wine hanya terdiam saat mendengarkan kabar itu. Malam ini menjadi pukulan terbesar bagi Wine Setelah mengetahui keberadaan papinya, ia harus mengetahui berita perjodohan antara sahabat dan kekasihnya. Wine meninggalkan pesta itu, ia berjalan di tengah ramainya tamu-tamu undangan menuju pintu keluar. Sementara Wisnu meninggalkan panggung dengan tergesa-gesa. Melihat ke meja, tempat di mana dirinya dan Wine duduk. Wisnu mencari keberadaan Wine di tengah keramaian pesta. Kemudian mencoba menghubunginya, namun panggilan tak tersambung.
Jam 3 pagi
Matahari masih lama untuk keluar dari peraduannya, Ketika bel di kosan berbunyi berkali-kali.
Ibu kos kemudian membuka pintu pagar.
Krekkk..
"Maaf bu mengganggu! Wine sudah pulang?"
"Bukannya semalam pergi bersama kamu!" ucap bu Kos.
"Semalam itu Wine meninggalkan pesta! saya hanya memastikan apakah Wine sudah pulang?"
"Kamu tunggu di sini, ibu cek ke kamarnya!!"
Rossi bergegas menuju kamar Wine yang berada di lantai atas. Kemudian turun kembali ke bawah menemui Wisnu.
"Sepertinya sudah pulang, karena lampunya menyala!"
"Oh, syukurlah kalau begitu! saya jadi tidak kuatir lagi!"
"Saya permisi bu!" ucap Wisnu.
Malam tadi bukan hanya Wine saja yang terkejut tapi Wisnu pun, ia tidak mengetahui jika papanya dan Tuan Cakra mempunyai niat untuk menjodohkannya dengan Melda. Wisnu melajukan mobilnya. Rencananya untuk memperkenalkan Wine sebagai calon pendampingnya kepada papanya dan juga rekan kerjanya dalam acara pesta tadi malam menjadi berantakan.
Sesampainya di rumah
"Wisnu, dari mana kamu?" terdengar suara dari lantai atas berteriak.
Wisnu mendongak ke atas, papanya telah berdiri di pinggir tangga.
"Dari rumah teman, pah!"
"Bagus kamu yah, meninggalkan pesta begitu saja! dimana muka papa ditaruh!! Kamu bikin malu papah, Wisnu!!!"
Wisnu hanya menunduk, ia berjalan menuju kamarnya. Masih terdengar suara papanya memanggil tapi Wisnu tak menghiraukan terus masuk ke kamar dan menutup pintu kamarnya lalu menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidurnya yang empuk. wisnu melihat ponselnya dan membuka layarnya, melihat kontak bertuliskan nama Wine, ia mencoba menghubunginya kembali namun tetap saja sambungan telepon seluler tak tersambung.
******Keesokan harinya******
Wine baru saja ingin membuka pintu pagar kosannya. Seketika itu matanya melihat Wisnu yang tengah berdiri di luar depan pagar. Saat Wine keluar, Wisnu menarik tangannya.
"Wine, tunggu!"
__ADS_1
Wine berhenti, ia mencoba melepaskan tangannya dari pegangan Wisnu.
"Aku ingin bicara!" ucap Wisnu.
"Silahkan!!"
"Sungguh aku tidak tahu jika papah ingin menjodohkan aku dengan Melda!"
"Lalu masalah apa?" tanya Wine.
"Wine, aku tau kamu marah!!"
"Tidak kok, santai aja! jodoh itu sudah ada yang mengatur!!"
Wine melanjutkan langkahnya tapi Wisnu tetap saja mencoba menghentikan langkahnya.
"Maaf, pagi ini aku ada perkuliahan!"
"Oke, aku tunggu kamu di kampus! setelah perkuliahan selesai, aku ingin meluruskan masalah ini pada mu!!"
Tiba-tiba Melda sudah ada di depan mereka.
"Wine," kamu mau ke kampus!" tanya Melda sambil memang tangan Wine.
"Kebetulan ada kamu Wisnu, kita bisa bicara bersama!" ucap Melda.
" Maaf Melda, aku ada perkuliahan pagi ini! ucap Wine.
Jam 16:08
Sore itu cuaca tampak mendung, Awan hitam menggantung begitu pekat. Sore itu yang biasanya masih terang namun kelihatannya sudah seperti malam. Wine baru saja keluar dari kelasnya. Terdengar suara gemuruh di iringi dengan derasnya hujan dan suara petir yang menyambar.
Wine melihat Wisnu tengah berdiri di gerbang pintu kampus seorang diri. Saat Wisnu melihat Wine, ia langsung berlari mendekati Wine.
"Kamu sudah selesai kuliahnya? karena hari hujan, sebaiknya kita menunggu sampai hujan reda!!"
"Melda mana?"
"Sudah pulang!"
"Kamu masih marah pada ku?"
"Tidak Wisnu!!"
"Kamu harus tau, aku mencintaimu! aku tidak mungkin menikah dengan Melda!!"
"Aku akan coba berbicara dengan papa ku dan Ayah Melda agar perjodohan ini di batalkan!"
"Aku tidak mempersoalkan itu! jika nanti Melda berjodoh dengan mu, aku tidak apa-apa!!"
"Maksud apa? Kamu tidak mencintai ku!!"
__ADS_1
"Bukan begitu, kamu dan Melda adalah orang yang aku sayangi!" Siapapun jodohmu nanti, apakah itu aku atau Melda nanti atau siapapun, aku sangat senang!!"
Wisnu tidak mengerti dan memahami sikap Wine yang berubah. Ia tidak seperti itu, Seakan Wine pasrah dan tidak mau untuk melakukan sesuatu untuk menghentikan perjodohan dirinya dan Melda dan mempertahankan cintanya.
"Aku ingin mengajakmu bertemu dengan papaku!" Aku akan mengatakan pada papa ku jika kamu wanita yang aku inginkan untuk menjadi pendamping hidup aku!!" ucap Wisnu.
"Aku tidak bisa!"
"Mengapa?"
"Kau ingin membiarkan perjodohan ku dan Melda??"
Wine hanya diam, ia tak menjawab pertanyaan dari Wisnu. Saat ini Wine hanya tidak tau menentukan sikapnya karena ia tahu jika Melda itu bukan saja sahabat tapi juga mungkin saudaranya.
"Mengapa kamu berubah, Wine?"
"Kamu tidak mencintaiku lagi?"
Wine tertunduk, air matanya jatuh seketika.
"Kau menangis! berarti kau mencintaiku!!"
Wine menganggukkan kepalanya.
"Ayo, kita temui papaku!"
Wine menggelengkan kepalanya.
"Kau tidak mau?"
"Tidak, Wisnu!"
"Ku mohon, Wine!!"
"Wisnu, mungkin saja pilihan dari papamu itu yang terbaik untukmu!'
"Tidak Wine! Aku mencintaimu!!"
"Ada apa denganmu? kenapa kamu berubah??"
"Aku tidak bisa menjelaskannya pada mu!!"
"Kenapa! bicara padaku!!"
"Apa ada yang kamu sembunyikan dari ku! apa kamu tidak mencintaiku lagi!!" jawab!!!"
Air mata Wine jatuh tak terbendung, ia tak mungkin menceritakan segalanya pada Wisnu. Menceritakan tentang segala yang dia ketahui. Sementara ia pun masih menunggu kejujuran dari maminya tentang siapa papinya. Dan mencari tahu, apakah Tuan Cakra Wicaksana itu benar adalah Papinya.
Wisnu memeluk Wine dan menatap matanya, seakan ia tak percaya dengan apa yang dikatakan Wine padanya.
Bersambung...
__ADS_1