Kerinduan Yang Ternoda

Kerinduan Yang Ternoda
Salah Mencintai


__ADS_3

Di waktu yang sama di tempat yang berbeda, Katrina mengingat peristiwa 15 tahun yang lalu.


"Tolong jelaskan ini padaku, siapa anak kecil itu?"


"Kenapa kau bisa sampai ke sini!!"


"Jawab dulu pertanyaan ku!!"


"Dia anakku bersama Liliana!!"


"Apa!!"


"Iya, Liliana adalah istri sah ku!!"


Seorang wanita cantik berkulit putih dengan rambut pirang, menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa.


"Sayang, ada keributan apa ini?"


"Dia Katrina!!"


"Oh..Cantik juga dia, pantas Cakra begitu tergila-gila padamu!!" ucap wanita itu.


"Lebih baik kamu masuk! biar aku yang berbicara dengannya!!"


Wanita itu menuruti ucapan cakra, ia kembali menaiki anak tangga dengan menggendong seorang anak perempuan. Katrina menangis, hari itu ia mengetahui bahwa Cakra sebenarnya memiliki istri selain dirinya. 


"Ayo pulang Katrina! tempatmu bukan di sini!!"


Cakra menarik dan memegang tangan Katrina dengan sangat kasar, kemudian menyuruh Katrina naik ke atas mobil. Selama perjalanan Katrina melihat Cakra yang duduk di sampingnya, semakin sangat berbeda dengan Cakra dengan yang dulu dikenalnya. Mobil melaju menuju sebuah vila di pinggir kota. Sesampainya di sebuah villa, Cakra menarik dan menyeret Katrina dengan kasar. Sudah 5 tahun pernikahannya, Cakra yang hadapannya semakin memperlihatkan perilaku aslinya.


"Mengapa kamu memperlakukanku  seperti ini, apa salahku Cakra?"


"Kamu tidak salah! cuma saja kamu salah mencintaiku!!"


"Maksudmu!!"


"Selama kita bersama,  aku sudah menyukaimu, tapi sayangnya aku sudah memiliki istri!!"


"Jadi sebelum kamu menikahi ku dulu, kamu sudah memiliki istri, Cakra!!"


"Iya, seperti itu lah!!"


"Itu makanya kamu menikahi aku secara siri! jadi selama ini kamu membohongi ku!!"


"Cakra yang membohongi mu! bukan aku!!"


"Apa maksudmu!!"


"Aku sangat menyukaimu, dan menyayangi anak kita, Windy!!"


Peristiwa itu begitu sangat menyayat hati Katrina. Setelah Katrina mengetahui jika orang yang hidup bersama dengannya itu bukanlah Cakra yang sebenarnya. 


Keesokan harinya


Pagi ini, setelah tadi malam pesta anniversary pernikahannya, Cakra yang terbangun lebih pagi, ia sudah berpakaian rapi, sementara Liliana masih tertidur pulas. Cakra duduk di bangku taman di samping rumahnya, melihat Dimas yang sedang berjalan menghampirinya. 


"Bagaimana kabarmu Dimas?"


"Baik!"


"Oh..iya, soal yang kemarin yang kamu bicarakan di kantor!!"


"Soal apa?"


"Katrina!"


Dimas menatap dalam ke arah Cakra yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Iya, aku ingin mengetahui di mana keberadaan Katrina?"


"Aku heran padamu! sejak kamu menikahi Liliana, kamu tidak pernah menanyakan atau mencarinya!!"


"Iya, mungkin aku terlambat menyadari kesalahan ku pada Katrina!"


"Apa benar kamu memiliki anak dengannya?"


"Itu yang ingin aku ketahui!!"

__ADS_1


"Cakra, aku tau dulu kamu begitu sangat mencintainya tapi sejak kamu pulang dari Australia dan membawa Liliana seakan cerita tentang Katrina hilang dari kepalamu!!"


Dimas semakin mengerucut keningnya, ia bingung melihat perubahan sikap Cakra akhir-akhir ini.


"Apa Liliana tau soal ini!"


"Iya, dia tahu!!"


"Lebih baik kamu lupakan tentang Katrina! 


Liliana tidak akan membiarkan kamu mencari Katrina bahkan bertemu dengannya!!"


Seorang pelayan menghampiri Cakra dan Dimas yang sedang berbicara.


"Maaf tuan Cakra, Ibu Blanca memanggil!" Beliau menunggu di ruang kerja tuan!!"


"Baik!"


"Cakra, kalau begitu saya mau pergi dulu, ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan!"


"Oke!"


Cakra bangkit dari tempat duduknya, ia berjalan masuk ke dalam rumah menuju ruang kerjanya. Tampak Blanca duduk di sofa dengan santainya ia menghisap rokoknya kemudian mematikan saat Cakra tiba.


"Ada yang ingin aku bicarakan pada mu!"


"Apa itu!"


"Apa kamu sudah lupa tentang perjanjian kita dulu!"


"Tentu tidak, blanca!!"


"Bagus!"


Cakra tersenyum dan mengernyitkan matanya mendengar ucapan Blanca. Namun Cakra sangat berhati-hati mendengar apa yang diinginkan Blanca kepadanya.


"Mengapa sampai sekarang kamu belum menandatangani penyerahan seluruh aset perusahaan Cakra Prima kepada ku?"


"Mengapa? bukankah kamu telah mempunyai kesepakatan dengan Liliana tanpa sepengetahuan ku!!"


"Kesepakatan apa?"


"Jadi untuk apa aku menyerahkan perusahaan Cakra Prima padamu!"


"Dion, Dion! Makin lama aku semakin tidak mengerti dengan yang ada di kepalamu itu! atau lupa ingatan mu membuat kamu melupakan jasa-jasa ku!!"


"Aku hanya berpikir jika ada kesalahan dengan kesepakatan kita dulu, Blanca!"


"Kamu ingin memberikan semua aset perusahaan Cakra Prima kepada pewarisnya!" begitu menurutmu!!"


Suara Blanca mulai meninggi, Cakra mendengar segala ocehan wanita tua itu.


"Pewaris perusahaan Cakra Prima itu adalah Aku!" ucap Cakra.


"Dion, Dion! kamu itu bukan Cakra! aku yang merubah mu menjadi Cakra!!"


"Iya, aku tahu itu Blanca!!"


"Lalu tunggu apa lagi! Kamu tinggal tanda tangani saja!!"


Wanita tua itu tertawa terbahak-bahak. Liliana mendengar tertawa Blanca, kemudian berjalan menuju ruang kerja Cakra. 


"Sepertinya ada yang sedang bahagia!" Ucap Liliana.


"Liliana, aku bingung dengan suamimu ini! apa dia lupa kalau dirinya itu Dion bukan Cakra!!"


Liliana menatap tajam ke Cakra. Sementara cakra berusaha untuk menahan dirinya mendengarkan ucapan kedua wanita yang ada di hadapannya.


"Sebenarnya ada apa ini?"


"Dia lupa kesepakatan kita! untuk menandatangani penyerahan seluruh aset perusahaan Cakra Prima kepada ku!!"


"Apa kalian berdua berniat ingin mengkhianati aku? ingat tanpa aku kalian itu bukan siapa-siapa!!" ucap Blanca.


"Aku harap bulan depan, segala sesuatu yang menyangkut penyerahan aset perusahaan Cakra Prima sudah kalian urus!!"


Sesat kemudian Blanca meninggalkan ruang kerjanya Cakra. 

__ADS_1


"Cakra, apa kamu rela menyerahkan perusahaan Cakra Prima kepada nenek tua itu?" ucap Liliana.


"Tentu tidak! Lalu apa rencana mu?" 


"Seperti rencana kita dulu, Melda kita jodohkan dengan putra Darmadji setio! Beliau sangat menginginkan Melda untuk jadi mantunya!!"


"Bagaimana dengan Melda, apa dia setuju!" 


"Kalau itu kamu tenang saja, Melda sudah lama menyukai putra Darmadji setio!!"


"Bagus kalau begitu, kamu atur saja! Aku berangkat kerja dulu!!" 


"Cakra, tunggu! Aku rapikan dulu dasi mu!!"


"Tidak perlu!" Cakra menepis tangan Liliana.


Cakra menahan emosinya, wajahnya memerah menahan amarahnya.  kemudian meninggalkan Liliana sendiri. Liliana bergegas menuju sebuah kamar, dimana kamar itu adalah kamar yang dipersiapkan khusus jika Blanca berkunjung.


Tok tok


"Aku boleh masuk, Blanca!!"


Blanca yang tengah asyik melihat tayangan televisi sambil menghisap rokoknya kemudian mematikan televisi saat Liliana masuk ke kamarnya.


"Bagaimana kamu sudah berbicara dengan Cakra?"


"Sudah, Aku ingin kamu pertimbangan penawaran ku kemarin!!"


"Kamu yakin perjodohan antara Melda dan putra Darmadji setio akan menguntungkan perusahaan Cakra Prima!!"


"Iya, aku yakin Darmadji setio akan menanamkan modalnya ke perusahaan Cakra Prima dengan begitu, perusahaan Dionil Bimantoro akan bisa kita merjer!!"


"Tapi jika perusahaan Cakra Prima sudah berpindah ke tangan mu atau Dimas, aku yakin Darmadji setio tidak akan menanamkan modalnya ke perusahaan Cakra Prima!!"


Lama Blanca berpikir tentang penawaran Liliana kepadanya. Blanca tahu jika Dimas tidak bisa diandalkan untuk menjalankan perusahaan. 


"Bagaimana Blanca?"


"Oke aku setuju tapi kapan kamu akan membicarakan tentang perjodohan itu dengan Darmadji setio?"


"Bulan depan keluarga Darmadji setio akan datang untuk melamar Melda!!"


Dari balik pintu kamar, Melda tengah mendengar obrolan antara Blanca dan Liliana. Namun Liliana mengetahui jika pembicaraannya didengar oleh seseorang.


"Melda,lebih baik kamu masuk! jangan menguping di balik pintu!!"


"Bunda! maaf Melda tidak sengaja mendengar pembicaraan bunda!!"


"Tidak apa-apa, bunda hanya membicarakan tentang perjodohan kamu dan Wisnu!!"


Melda hanya diam saja, seperti keputusan bundanya sudah bulat menjodohkannya dengan Wisnu. Tapi bagaimana dengan Wine, 


"Kamu kenapa Melda?"


"Melda ingin perjodohan ini dibatalkan!!"


"Apa?"


"Bukankah kamu kemarin sudah setuju dengan rencana bunda, Kamu pun sudah menyatakan kesediaan mu menjadi menantu Darmadji setio!!"


"Waktu itu Wisnu belum memiliki kekasih!!"


"Maksudmu!!"


"Wisnu adalah kekasih dari sahabat ku, Wine! bagaimana aku bisa menerima perjodohan ini!!"


"Sahabatmu! apa yang kemarin itu?"


"Iya bunda!!"


"Melda, dia itu baru kekasihnya, jadi tidak ada masalah! Bunda tidak mau tahu, kamu harus menuruti kata-kata bunda!!"


Melda hanya terdiam mendengar ucapan bundanya, dia tahu betul watak bundanya. Dulu memang Melda begitu menyukai Wisnu namun sejak dia mengetahui jika Wine lah yang disukai oleh Wisnu, Melda lebih memilih mengalah karena Wisnu hanya tertarik dan menyukai Wine bukan dirinya.


"Bunda berangkat dulu!!"


Liliana dan blanca keluar dari ruang kerja Cakra, meninggalkan Melda yang masih saja bingung harus bagaimana dengan perjodohan dirinya dengan Wisnu. Bagaimana mungkin ia merebut Wisnu dari Wine dan menyakiti hati sahabatnya itu.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2