Kerinduan Yang Ternoda

Kerinduan Yang Ternoda
Pertemuan Dimas dan Katrina


__ADS_3

Diam-diam Wine mencuri percakapan antara Mbok Lastri dan Katrina di balik pintu.


Nyonya, sudah bangun!!" tanya Mbok Lastri.


"Mbok, Wine mana?"


"Lagi beres-beres teras di depan! 


nanti sore ada tamu yang akan datang, Nyonya!!"


"Siapa?"


"Tuan Dimas!!"


"Dimas Wicaksana!!"


"Iya, nyonya!!"


Lama sekali Katrina termenung saat tau tamu yang akan datang itu adalah Dimas Wicaksana. Mbok Lastri memperhatikan Katrina, ia berpikir begitu sangat keras.


"Dari mana Dimas tau alamat ku, mbok!!"


"Neng Wine, saya bertemu dengan tuan Dimas saat menjemputnya di Bandara waktu itu, Nyonya!!"


"Iya, saya tidak kaget mendengarnya!!"


"Aku akan menunggu kedatangan Dimas nanti sore! tolong mbok siapkan jamuan untuk tamu kita!!"


"Baik Nyonya!" 


Mbok Lastri keluar dari kamar Katrina, saat itu juga Wine yang berada di depan pintu langsung masuk ke kamar Katrina.


"Mami, sudah tahu jika tamu yang akan datang nanti, Om Dimas!!"


"Sudah, Mbok Lastri yang beri tahu!!"


"Kalau begitu mami mau siap-siap dulu!!"


Katrina membuka lemari bajunya, kemudian ia mengganti bajunya dan duduk bercermin, memoles wajah yang pucat dengan bedak lalu  memberikan warna pada bibirnya. Wine duduk di pinggir tempat tidur sambil memperlihatkan dan menunggu Katrina selesai berdandan.


"Mih, apa benar Om Dimas itu adiknya papi?"


Katrina hanya menganggukkan kepalanya, kemudian Wine keluar dari kamar Katrina, ia menuju teras rumah, sedangkan mbok Lastri  bergegas untuk mempersiapkan segala sesuatunya, ketika tiba-tiba bel rumah berbunyi. Wine yang berada di teras depan langsung membukakan pagar, benar saja seorang laki-laki setengah baya yang datang itu adalah  Tuan Dimas. Mbok Lastri melihat dari jendela, Wine terlihat sangat akrab dengan Tuan Dimas.


"Ayo, om silahkan masuk!" ucap Wine.


"Sebentar ada yang lupa!"


Tuan Dimas kembali menuju mobilnya yang terparkir, kemudian mengambil sebuah bingkisan yang sangat besar dan memberikannya itu kepada Wine.


"Ini buat mami mu!"


"Oh, terima kasih om! silahkan masuk, 


Wine beritahu mami dulu yah Om!!"

__ADS_1


Tuan Dimas masuk lalu duduk di kursi tamu, ia memperhatikan setiap sudut ruangan itu. Rumah  yang mungil itu  tertata sangat asri, bersih dan rapi. Tak lama kemudian Katrina keluar dari kamarnya. Saat melihat Katrina, Dimas terkejut, tak percaya, Dimas  langsung berdiri dari tempat duduknya, tidak  percaya dengan apa yang dilihatnya. Seseorang yang selama ini ingin ditemuinya, kini sudah berdiri di hadapannya.


"Katrina! Om Dimas menjadi tergagap


"Kamu masih cantik seperti dulu!!" 


"Apa kabar mu Dimas?"


"Baik! jadi Wine itu anakmu?"


"Iya."


"Silahkan duduk!'


Dimas melihat kearah Wine yang sedang berdiri di belakang Katrina. 


Aku tidak percaya kita bisa ketemu di sini, Katrina! 


Bagaimana dengan kesehatanmu?"


"Baik!"


"Wine, boleh tinggalkan Om Dimas berbicara berdua dengan mami mu!!"


"Silahkan Om!" ucap Wine.


Wine meninggalkan om Dimas dan Katrina berbicara di ruang tamu, meskipun sebenarnya Wine ingin sekali mengetahui apa yang dibicarakan oleh Om Dimas dan Katrina. Setelah Om Dimas yakin,  Wine benar-benar pergi barulah ia berbicara dengan Katrina.


"Katrina, cakra mencari mu! dan juga anakmu!!"


"Apa maksudmu!!"


"Dia juga sekarang sedang mencari tahu keberadaan mu! Beberapa kali dia minta bantuan dari ku!!"


"Sejak kapan dia mencari ku, Dimas!"


"Apa kamu belum tahu?" apa kamu bersekongkol dengan Cakra untuk menyekap ku di villa itu dulu!!"


"Aku tidak mengerti, apa yang kamu katakan!!"


"Selama 5 tahun aku disekap di sana, sejak Wine berusia belum genap 1 tahun! Dia  membohongi ku!!"


"Katrina, bukannya kamu yang menghilang tanpa jejak, sejak kepulangan Cakra dari Belanda!!"


"Tidak, aku tidak pernah menghilang! sebenarnya sebelum kepergian Cakra, kami melangsungkan pernikahan secara diam-diam. Aku menikah siri, kemudian Cakra pergi selama 2 Minggu. Setelah dia kembali, Cakra sangat berubah."


Dimas terperangah mendengarkan cerita Katrina.


"Katrina, aku semakin tidak mengerti!!"


"Cakra yang sekarang itu bukan Cakra yang Asli! Ia itu orang lain!!"


"Apa!!"


Aku tinggal dengan lelaki busuk itu hampir 6 tahun lamanya. Ia pandai bersandiwara.  Ketika ada seorang intel dari kedutaan Belanda yang mengatakan jika Cakra Wicaksana masih berada di Belanda. Ia ditemukan di sebuah desa terpencil dan di tolong oleh seorang wanita tua dan hidup di sana hampir 6 tahun. Keadaannya sangat memprihatikan, dia mengalami Amnesia sampai akhirnya jati diri Cakra Wicaksana diketahui. Cakra dipulangkan ke Indonesia, Heru yang mengurusi kepulangannya. Setelah aku tahu, aku dan Wine berusaha untuk keluar dari cengkeraman lelaki jahat itu.

__ADS_1


"Lalu dimana Cakra sebenarnya?"


"Dia ada di sebuah rumah sakit di kota ini! sampai sekarang aku belum bisa berkomunikasi dengannya. Amnesia membuatnya menjadi depresi!!"


"Jadi Wine anak siapa!!"


"Aku tidak tahu!!"


"Lelaki busuk itu tinggal bersama ku dan menggantikan posisi Cakra sampai akhirnya Wine lahir!!"


"Apa Wine tau tentang ini!!"


"Tidak, dia hanya tahu jika Ayah Melda itu adalah papinya!!"


"Aku tidak tahu, siapa ayah dari anak yang aku kandung! apakah anak Cakra Wicaksana atau anak lelaki busuk yang menyamar menjadi Cakra Wicaksana!!"


"Apa kamu tidak menyadari atau mengetahui selama ini jika sebenarnya ia bukan saudaramu yang sebenarnya?"


"Tidak, aku hanya merasa banyak perubahan sikap dan perilakunya tapi aku tidak sampai berpikir seperti itu Katrina!"


Katrina memberikan secarik kertas.


"Kamu bisa menghubungi Heru! Dia bisa menjelaskan padamu!!"


"Baiklah!"


Dimas mengambil dan melihat secarik kertas yang diberikan Katrina kemudian menyimpannya.


"Apa yang bisa aku bantu untuk mu Katrina!!"


"Buka kedok lelaki yang menyamar sebagai Cakra Wicaksana itu! tapi aku ingin kamu juga bisa menjaga dan melindungi Wine."


"Baiklah, aku akan menjaganya! Wine adalah anak yang sangat baik!" ucap Dimas. 


"Sebaiknya Wine jangan mengetahui tentang ini! aku akan menyelidiki dan mencari kebenaran tentang Cakra Wicaksana!!"


"Iya, aku tidak ingin melukai perasaannya!!" ucap Katrina.


"Aku akan membantumu membuka kedok lelaki itu!" ucap Dimas.


"Dimas, ibu mu terlibat dalam permasalahan ini!!"


"Apa!!"


"Iya, Nyonya Blanca di balik otak semuanya ini!!"


Dimas semakin terkejut mendengar ucapan Katrina. Banyak sekali kejanggalan semenjak Adipura Wicaksana meninggal dunia secara mendadak. Waktu itu 20 tahun yang lalu, Dimas menjemput Cakra dari sebuah rumah sakit di negeri Belanda. Kepulangan Cakra pada saat itu di dampingi seorang wanita cantik yang bernama Liliana. Seperti yang diketahui jika Cakra sangat mencintai Katrina, bahkan pada saat Adipura Wicaksana menjodohkan dia dengan seorang anak dari teman bisnis Adipura Wicaksana, Cakra menolak dan menentang perjodohan itu. 


Namun kepulangan Cakra dengan membawa seorang wanita, membawa Adipura Wicaksana murka, terlebih lagi pada saat itu, Cakra telah mempersiapkan pesta pernikahannya dengan Liliana. Kejadian itu membuat Adipura Wicaksana mengalami serangan jantung sehingga harus dirawat, sampai akhirnya meninggal dunia.


Setelah Adipura Wicaksana meninggal dunia, Cakra melangsungkan pernikahan dengan Liliana, seakan Katrina menghilang dari pikiran Cakra, sampai akhirnya Dimas tidak mengetahui kabar dari Katrina.


"Aku akan menyelidikinya, Katrina!!"


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2