Kerinduan Yang Ternoda

Kerinduan Yang Ternoda
Ada kesedihan ditengah kebahagiaan


__ADS_3

Terdengar suara  instruksi dari seorang pramugari. 


Ladies and gentlemen, as we start tour descent, please make sure your seat backs and tray tables are in their full upright position. 


Also, make sure your seat belt is securely fastened and all carry-on Luggage is stowed underneath the seat in front of you or in the overhead bins. Thank you.


(* Ibu-ibu dan bapak-bapak, sembari kita  mulai mendarat, mohon pastikan punggung kursi dan meja anda berada dalam posisi tegak dan pastikan juga sabuk pengaman anda terkait dengan baik dan seluruh barang bawaan tersimpan di bawah kursi di depan anda atau di penyimpanan atas, terima kasih *)


Beberapa menit lagi pesawat yang ditumpangi Wine akan mendarat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Wine tampak begitu gelisah, kemudian ia  melihat ke jam tangannya. Om Dimas yang duduk di sebelah memperhatikan kegelisahan Wine sambil menarik tangannya.


 "Pakai kembali  sabuk pengaman! pesawat akan segera landing!!"


"Iya Om."


Wine segera memakai kembali sabuk pengamannya, tak lama kemudian pesawat telah mendarat.


Kepulangannya ke Bali hari ini disebabkan Oleh Katrina sakit. Wine tau betul jika maminya itu jarang sekali jatuh sakit, ia adalah sosok wanita yang kuat dan pekerjaan keras tapi tiba-tiba saat kemarin Wine menghadiri undangan pertunangan Melda dan Wisnu, mbok Lastri memberi kabar jika mami sedang menjalin perawatan di sebuah rumah sakit. 


Wine berjalan bersama Om Dimas menuju terminal kedatangan saat ponselnya berbunyi.


"Halo!"


"Neng, Mbok Lastri menunggu di terminal kedatangan!"


"Lah kenapa mbok Lastri menjemput Wine! siapa yang menjaga mami di rumah sakit?"


"Mami yang suruh mbok menjemput eneng!  omah yang menjaga!!"


Wine mematikan ponselnya dan melihat mbok Lastri  melambaikan tangannya ke arahnya.


"Om Dimas, Wine sudah di jemput! terima kasih om!!"


Om Dimas melihat ke arah seorang wanita yang sedang melambaikan tangannya itu. ia mengenali sosok  wanita setengah tua itu. Saat langka itu semakin mendekat, om Dimas kaget ternyata orang yang menjemput Wine itu adalah mbok Lastri yang pernah bekerja dengan keluarga Cakra.


"Mbok Lastri, apa kabar!!" Om Dimas mengulurkan tangannya.


"Baik!"


"Om Dimas kenal?" tanya Wine.


Mbok Lastri kelihatan sedikit gugup di hadapan Om Dimas.


"Iya! Mbok Lastri ini dulu bekerja sebagai kepala pengurus rumah tangga di rumah Om!"


"Wine ini cucu saya!!" ucap mbok Dimas.


Saat mendengar ucapan mbok Lastri, Wine mengernyitkan alisnya saat Mbok Lastri mengatakan jika ia cucu mbok Lastri. Mbok Lastri menarik tangan Wine seakan memberikan kode kepada Wine.


"Kalau begitu Wine pamit Om, sekali lagi terima kasih!!"sambil bersalaman.


Wine dan Mbok Lastri meninggalkan bandara I Gusti Ngurah Rai dengan menumpangi taksi menuju sebuah rumah sakit. Om Dimas masih berdiri, melihat ke arah taksi yang ditumpangi oleh Wine. Pertemuannya dengan Mbok Lastri membuatnya heran, sikap Wine terhadap Mbok Lastri seperti antara tuannya dan suruhan, tidak seperti nenek dan cucu.


35 menit kemudian


Wine berjalan menuju kamar dimana Katrina dirawat, Kamar 102 anggrek. Katrina terbaring, sementara ada omah di samping Katrina. 


"Mami!" 


Wine memegang tangan Katrina.

__ADS_1


"Mami masih tertidur, tadi dokter memberikan obat supaya ia tidur!!" ucap Omah.


Wine melihat ke arah Omah, ini adalah pertama kali omah berbicara padanya, Setelah bertahun-tahun lamanya omah membisu. Omah beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri Wine dan memegang tangannya.


"Wine, omah sebenarnya sayang padamu!!" ucap Omah.


Air mata itu mengalir dari pipi omah, seketika itu juga Wine memeluk omah dengan begitu erat. Keduanya saling berpelukan. Mbok Lastri yang melihat kejadian itu, ikut menangis.


"Maafkan omah!"


"Iya, maafkan Wine juga omah!!"


Omah memeluk Wine, kemudian menghapus air mata yang membasahi pipinya.


"Hapus air matamu! nanti terlihat mami!!" ucap Omah.


Wine tersenyum, kemudian segera menghapus air matanya lalu ia duduk di samping Katrina. Katrina yang tengah tertidur pulas, wajahnya terlihat sangat pucat dan kurus, sementara  selang infus menancap di tangan dan kakinya dan selang oksigen di hidungnya. Keadaan Katrina membuat Wine bersedih dan  kembali menangis. Mbok Lastri yang berada di dekat Wine langsung mengelus punggungnya.


"Wine, kamu yang sabar yah!!"


"Omah, Mami sakit apa?"


Omah mendekati Wine, kemudian mengajak Wine keluar kemudian mereka duduk di depan kamar perawatan Katrina.


"Omah, mami sakit apa?"


Omah tertunduk dengan wajah sedih dan matanya mulai berkaca-kaca.


"Kanker otak!!"


"Apa Omah? Kanker otak!!"


"Iya, kata dokter ada kanker yang sedang bersarang di otak!!"


"Kamu sabar, mudah-mudahan masih ada kesembuhan buat mami!!" ucap Omah.


"Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut! kita berdoa saja, semoga kankernya belum menyebar!!"


Omah memeluk Wine dengan eratnya, lalu mencoba menenangkannya. Sesungguhnya hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi Wine,  omah yang dulu hanya membisu, begitu angker di matanya,  hari ini ia begitu  sangat berbeda, Wine bisa merasakan kasih sayang seorang nenek yang selama ini ia rindukan. 


Sekitar setengah jam Wine dan omah duduk berdua sambil ngobrol, melihat seorang dokter dan suster masuk ke kamar perawatan, dimana Katrina sedang di rawat. Wine dan omah bergegas kemudian masuk ke kamar perawatan Katrina dan melihat dokter tengah memeriksa keadaan Katrina.


"Dokter, bagaimana keadaannya?"


"Hari ini mulai terlihat ada perbaikan!!"


"Bagaimana dengan Kankernya dok?"


"Kami masih melakukan observasi kembali bu!!"


"Baik dokter!"


Setelah dokter melakukan pemeriksaan beberapa menit dan suster memberikan suntikan pada infusan, dokter dan suster keluar dari kamar perawatan Katrina. Tiba-tiba Katrina terjaga dari tidurnya.


"Mami!" Wine menghampiri Katrina dan memeluknya.


"Wine, kamu datang nak!"


"Iya, mami harus sehat dan kuat yah!!"

__ADS_1


"Iya, mami gak Kenapa-kenapa kok!!" ucap Katrina.


2 Minggu kemudian.


"Sekarang mami sudah sampai di rumah!" ucap Wine.


Wine dan Omah menuntun Katrina berjalan menuju kamarnya, Akhirnya Katrina pulang dari perawatan di rumah sakit. Tiba-tiba ponsel Wine berbunyi, terlihat di layar Om Dimas memanggil.


"Mami, Wine angkat telepon dulu yah!" 


"Halo!"


"Wine, kamu dimana?" 


"Wine masih di Bali, Om Dimas!!"


"Iya, Om tau dari Melda!!"


"Bagaimana keadaan mami mu?"


"Sudah mulai membaik Om!!"


"Om Dimas boleh gak menjenguk mami mu!!"


"Tentu boleh om!" kapan?"


"Nanti sore, share lok aja alamatnya!!"


"Baik, om!"


"Sampai ketemu nanti!!"


Panggilan telepon di tutup, Wine segera men share lokasinya ke handphone Om Dimas. Saat Wine kembali ingin masuk ke kamar, Omah berdiri di belakang Wine.


"Siapa yang menelepon mu tadi!" tanya Omah.


"Om Dimas, ia pengen menjenguk mami!"


"Oh, siapa Om Dimas!!"


" Dia itu omnya sahabat Wine, Omah!!"


Wine kembali masuk kamar Katrina, kemudian membantu membaringkan Katrina di tempat tidurnya.


"Lebih baik mami istirahat dulu yah! Wine mau bantu mbok Lastri buatkan makanan untuk mami!!"


"Iya, terima kasih sayang!!"


Wine menuju dapur, melihat mbok Lastri yang   sedang masak bubur. 


"Biar Wine saja yang masak bubur! mbok  belanja ke pasar, nanti sore om Dimas mau kesini menjenguk mami!!"


Tiba-tiba sendok yang sedang ditangan mbok Lastri terjatuh.


"Apa neng!" 


"Iya, om Dimas mau kesini! Emangnya kenapa Mbok!!"


"Oh, gak apa-apa neng Wine!!"

__ADS_1


sambil mengambil sendok yang terjatuh di lantai.


Bersambung…


__ADS_2