Kerinduan Yang Ternoda

Kerinduan Yang Ternoda
Wedding Anniversary


__ADS_3

"Bagaimana? sekarang kita lanjutkan pembahasan soal anak-anak kita!" ucap Darmadji setio.


Cakra terdiam, kemudian tersenyum.


"Sebenarnya saya belum tahu jika ada perjodohan untuk anak-anak kita, pak!"


Darmadji setio mengerutkan keningnya.


"Bagaimana pak Cakra ini, bukankah kita sudah bersepakat tentang perjodohan anak kita setahun yang lalu!"


"Oh..iya, saya sampai lupa! maaf, mungkin karena kesibukan saya!"


"Kemarin saya bertemu dengan ibu Liliana, bulan depan rencananya saya sekeluarga akan berkunjung!"


"Oh..ya, silahkan dengan senang hati, kami akan menyambut kehadiran bapak sekeluarga!"


"Semoga ikatan silaturahmi kita akan terus terjalin!" Darmadji setio menepuk pundak Cakra.


"Baiklah kalau Begitu saya pamit dulu!"


Setelah Darmadji setio meninggalkan ruang meeting, Cakra mengambil ponselnya yang tergeletak di meja kerja, lama Cakra hanya memainkan ponsel di tangannya sambil berpikir begitu keras kemudian mencoba menghubungi seseorang. Namun panggilan itu tak kunjung terjawab.


"Permisi tuan!"


"David apa hari ini ada jadwal  meeting atau bertemu dengan seseorang?"


"Tidak, hari ini Nyonya meminta saya untuk mengosongkan jadwal Tuan!!"


"Kenapa?"


"Hari ini adalah hari anniversary pernikahan Tuan dan Nyonya! Biasanya Tuan selalu memberikan kejutan untuk nyonya!!"


Cakra langsung melihat kalender yang berada di hadapannya. 


"Tanggal 23 Maret!"


"Betul, hari ini adalah hari anniversary pernikahan Tuan dan Nyonya! Apa ada yang bisa saya bantu?"


"Oh.. tidak, David,  kamu handle perusahaan untuk hari ini!!"


"Baik tuan!"


Tak lama kemudian ponselnya berbunyi, Cakra segera menjawab panggilan tersebut.


"Bagaimana, sudah kamu berikan map itu?"


"Sudah Tuan!"


"Oke, nanti malam kita bertemu di tempat biasa!!"


"Baik Tuan! 


Sambungan telepon seluler pun ditutup.


Cakra meninggalkan kantornya, menaiki mobil pribadi yang dikendarai seorang supir, sejenak Cakra termenung, pikirannya menerawang jauh, mengingat kembali beberapa kejadian dan mencoba mengingat masa-masa yang telah dilewatinya.


"Pak Rano, sudah berapa lama bekerja dengan saya?"


"Maksudnya Tuan, saya menjadi supir?"


"Iyaa."

__ADS_1


"Hahahaha.., masa Tuan lupa! sejak Tuan Adipura, ayah tuan meninggal!!"


"Enggak, saya tidak lupa itu!"


"Maaf, saya merasa setahun terakhir ini Tuan Cakra seperti yang dulu pernah saya kenal!!"


"Maksud pak Rano?"


"Maksud saya, Tuan cakra yah seperti yang saya kenal ini! bukan seperti yang kemarin!!"


"Emangnya yang kemarin kenapa pak Rano?"


"Maaf, tuan!!" yang kemarin-kemarin saya merasa tuan tidak seperti ini!!"


"Hahahaha, kamu ini bisa saja!!"


Tidak lama kemudian, mobil yang dinaiki Cakra telah tiba di rumahnya.  Terlihat Liliana dan blanca sedang duduk dan berbincang di depan tanam di samping rumah. Cakra menghampirinya.


"Sayang, akhirnya kamu pulang! aku tau kalau kamu pasti pulang lebih awal karena hari ini anniversary pernikahan kita!"


Liliana langsung berdiri menghampiri Cakra kemudian memberikan pelukan dan ciuman.


"Kamu tidak membawa sesuatu untuk ku!" ucap Liliana.


"Tidak, aku capek dan mau istirahat dulu!!"


"Liliana, apa kamu bertengkar lagi dengan Cakra?"


"Tidak Blanca!"


"Sejak kapan, dia tidak romantis dengan mu? Atau sekarang dia punya wanita lain!!"


"Aku rasa tidak, Blanca! dia hanya sibuk dengan pekerjaannya!!"


Liliana terdiam sejenak mendengar ucapan Blanca,  kemudian ia  masuk kedalam rumah menuju kamarnya. Ada Cakra yang tengah terbaring di sofa sambil memanggang ponselnya. Liliana menghampiri kemudian duduk di samping dan memeluk tubuh Cakra. Tangan Liliana piknik meraba bidang dadanya, Liliana melepaskan kemeja dan melemparnya ke lantai. Cakra menarik dan memegang tangan Liliana untuk menghentikannya.


"Cakra, aku ingin sore ini kita habiskan waktu bersama! sudah lama kan kita tidak tidur bersama!!"


"Aku capek Liliana!!"


Hari ini anniversary pernikahan kita, Cakra!!"


"Kita bukan pengantin baru lagi!" 


"Maksudmu?"


"Aku capek!"


Cakra beranjak dari tempat duduknya, kemudian membuka kemejanya, Liliana langsung memeluk Cakra dari belakang.


"Aku kangen sentuhan mu! sudah lama kita tidak melakukannya!!"


Liliana yang berdiri di depannya, kemudian melepaskan satu persatu bajunya hingga tidak sehelai pun menutupi tubuhnya kemudian mendorong tubuh Cakra ke tempat tidur dan  merebahkan tubuhnya di atas tubuh Cakra.  Cakra menikmati permainan ranjang Liliana. Sudah cukup lama Cakra tidak melakukan aktivitas seksualnya, sesaat kemudian bayangan Katrina muncul hingga membuat Cakra secara tiba-tiba menghentikan aktivitasnya.


"Cakra!" Liliana menarik tangan Cakra.


"Ayo, Aku belum selesai Cakra!!"


Liliana mengerem, rasa tidak puas saat Cakra mencabut p*n*s nya di kedalaman lembahnya kemudian Cakra langsung masuk ke kamar mandi. Seketika itu juga Liliana bangkit dari tempat tidurnya, dimana posisinya masih telanjang tanpa busana. Liliana kemudian mengetuk pintu kamar mandi, hasrat ingin dipuaskan itu semakin menggila.


"Cakra, buka!"

__ADS_1


Cakra membuka pintu kamar mandi dengan handuk yang dililitkan dari pinggang ke bawah. Namun senjata itu masih terlihat berdiri tegak dan menjulang.


"Kamu ini kenapa, Cakra!!" 


"Tidak kenapa!!"


"Aku belum selesai! 


"Aku sudah selesai!" ucap Cakra.


"Kamu belum selesai, sayang!!" Liliana menyentuh daerah sensitif Cakra.


"Kamu dulu sangat jago memuaskan aku!!" dan sekarang ini, kamu kenapa??"


"Sudah setahun ini, aktivitas seksual kita buruk!!"


"Tadi aku kan sudah bilang, kalau aku capek, Liliana! kita masih punya banyak waktu, aku mau istirahat dulu!!"


Liliana masih berdiri tanpa mengenakan pakaian sehelai benang pun, terlihat sangat kesal dan marah atas perlakuan Cakra, suaminya terhadapnya. Liliana membaringkan tubuhnya di samping Cakra, kemudian memeluknya, menuntut kewajiban seorang suami untuk memuaskannya.


"Cakra, Ayo kita lanjutkan!!"


Cakra membalikkan tubuhnya, Liliana beranjak dan sudah berada di atas tubuhnya, lekuk tubuhnya yang sangat aduhai, terlihat tubuh putih mulus dengan dua bukit kembar yang masih sangat terlihat padat dan montok di usia Liliana yang tidak muda lagi. Liliana mencium belakang telinga Cakra dan tangannya meraba daerah segitiga bermuda cakra yang sudah siap untuk tempur. Cakra tidak menolak keinginan Liliana, sore itu. Cakra memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami terhadap Liliana. ******* demi ******* itu semakin menggila dan permainan **** itu begitu sangat liar dan panas sampai keduanya, benar-benar terpuaskan kemudian tertidur pulas.


Lima jam kemudian.


Cakra terjaga dari tidurnya, namun tidak ada Liliana di samping tempat tidur. Kemudian Cakra berdiri di depan wastafel, ia bercermin, menatap wajahnya lalu memukul dan menampar wajahnya sendiri. Cakra tau jika permainan ini harus dilakukannya sebaik mungkin. 


"Hai, sayang! kamu sudah bangun!!" Liliana memeluknya dari belakang.


"Aku ada kejutan untukmu!"


"Apa itu?"


"Kamu mandi dulu! semua sudah menunggumu di bawah!!"


Tak lama kemudian, Cakra menuruni anak tangga menuju ruang makan, tampak  banyak makanan dan ada tumpeng ukuran besar di meja makan.


"Ayah!!"


Melda dan kedua adik kembarnya memeluk Cakra.


"Selamat Anniversary pernikahan ayah bunda!!"


"Terimakasih, sayang!!"


Cakra dan Liliana memeluk ketiga putra putrinya. Malam itu, Cakra merayakan anniversary pernikahannya bersama Liliana, meskipun ia sama sekali tidak menginginkan perayaan tersebut tapi melihat Melda, Melisa dan Robby yang sangat bahagia, membuat Cakra membatalkan niatnya untuk pergi menemui seseorang malam itu. 


"Selamat Cakra, Liliana!" ucap Dimas


"Aku tadi di undang Liliana untuk hadir di acara Anniversary pernikahan kalian!!"


"Iya, Terima kasih Dimas!"


"Tidak terasa sudah 21 tahun umur pernikahan kalian!" ucap Dimas.


Cakra terdiam sejenak, ternyata sudah 21 tahun lamanya. Pikiran Cakra kembali pada sosok Katrina, meskipun ia telah mengetahui keberadaan Katrina namun Cakra belum ada niat untuk menemuinya. Rasa bersalah yang besar terhadap Katrina dan anaknya membuat Cakra belum siap untuk bertemu meskipun ia sangat merindukan wanita pujaan  hatinya itu. Peristiwa 21 tahun yang lalu itu kembali singgah dalam ingatannya.


"Katrina, aku janji setelah semuanya beres, aku akan cepat kembali!"


"Percaya lah, kita akan menemui ayahku dan ayahmu untuk meminta restu dan memberitahukan jika kita telah menikah!!"

__ADS_1


Bersambung… 


__ADS_2