Kerinduan Yang Ternoda

Kerinduan Yang Ternoda
Ayah Melda adalah papiku


__ADS_3

"Angkat telponnya sayang!! Gumam Wisnu.


Wisnu tampak begitu gelisah, dia masih saja berkali-kali menelepon Wine namun panggilan itu tidak kunjung dijawab.


Sementara Wine hanya melihat dan membiarkan ponselnya berdering.


Tak lama kemudian sebuah pesan masuk di ponselnya.


"Wine..Aku tau kamu tidak ingin mengangkat telepon ku!"


"Aku ingin bicara dengan mu!"


Pesan pun terbaca, Wisnu langsung menelpon Wine.


"Halo!" 


"Iya, Wisnu! ada apa?"


" Sayang, aku ingin bertemu denganmu! 


"Tapi!"


"Please, jangan menghindar dari ku!!"


"Baiklah!"


"Aku tunggu di Rihanna cafe jam 5 sore!"


"Oke!"


Wine langsung memutuskan sambungan teleponnya. Hari ini cuaca tidak begitu bersahabat, hujan dari tadi malam belum begitu reda. Musim hujan membuat udara lebih dingin siang itu. Wine membaringkan tubuhnya, sebenarnya ia ingin tidur dan menenangkan diri, mengurung  diri di kamarnya. Namun panggilan telepon dan pesan dari Wisnu membuat pikirannya terganggu. 


Wine memutuskan ingin mengakhiri hubungannya dengan Wisnu, bukan tanpa alasan, Wine merasa Melda lebih pantas mendampingi Wisnu daripada dirinya. Bagaimana mungkin ia harus bersaing dengan sahabatnya sendiri.  Apalagi ternyata ayah Melda adalah Papinya yang selama ini di carinya dan bisa jadi Melda dan dirinya bersaudara.


Tok tok


Terdengar suara pintu diketuk.


"Masuk, tidak di kunci!"


"Hai, Wine!!"


"Melda!!"


"Apa aku mengganggumu?"


"Tentu tidak!!" Wine tersenyum.


"Akhir- akhir ini aku sulit sekali menghubungimu!!"


"Aku lagi mempersiapkan untuk skripsi ku, mel!!"


"Oh.. Selamat yah, semoga nanti skripsinya lancar!"


"Wine,  aku minta Maaf! sungguh aku tidak tahu dengan rencana perjodohan ku dengan Wisnu!!" 


"Melda, sudah ku bilang, aku tidak apa-apa!!"


"Kamu tidak marah dengan ku!!"


"Untuk apa aku marah dengan sahabat ku sendiri!!"


Wine memegang  kedua tangan Melda, mereka berdua pun saling berpelukan.


"Melda, kamu lebih pantas mendampingi Wisnu daripada aku!!"


"Apa kamu sudah putus dengan Wisnu, gara-gara perjodohan ku dengan Wisnu?


"Tidak, bukan karena perjodohan mu! Jika nanti kamu yang berjodoh dengan Wisnu, aku turut bahagia!!"


"Wisnu sangat mencintaimu, aku menjadi tidak mengerti kenapa kamu malah mendukung perjodohan aku dan Wisnu!!" ucap Melda.


Melda dan Wine saling bertatapan kemudian Wine  memeluk sahabatnya itu.


"Aku takut kehilanganmu! Kau adalah sahabat terbaik, perjodohan mu dan Wisnu tidak akan membuat aku marah pada mu!!" ucap Wine.

__ADS_1


Melda  kehabisan kata-kata melihat sikap Wine yang di luar dugaannya. Padahal sejak pengumuman perjodohan dirinya dengan Wisnu, Wine terlihat menghindari darinya dan membuatnya menjadi merasa bersalah di hadapan Wine.


Tiba-tiba ponsel Wine kembali berbunyi, Wine segera mengambil ponselnya yang tergeletak di atas tempat tidurnya.


Terlihat di layar ponsel Wisnu memanggil.


"Halo, Wisnu!"


"Wine, aku jemput yah ke kosan mu!!"


"Apa?bukannya tadi kita akan bertemu di Rihanna cafe!!"


"Tidak jadi, biar aku ke kosan mu!!"


"Oke, aku tunggu!!"


Wine menutup panggilan di ponselnya.


"Apa kamu ada janji dengan Wisnu?"


"Iya!" Wine menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu aku pamit pulang dulu!!" ucap Melda.


Melda merasa ada yang berbeda dengan sikap Wine kepadanya. Kedua sahabat itu saling berpelukan kemudian Melda bergegas keluar dari kamar, menuruni anak tangga menuju lantai bawah. Wine mengikutinya di belakang. Setelah mengantarkan Melda ke depan pagar kosannya, Wine bergegas  kembali ke menuju kamar. Wine merebahkan  kembali tubuhnya di atas tempat tidurnya, jam dinding menunjukkan pukul 13.45 Wib.


*********


 


Di ruang kerjanya Wisnu sangat gelisah, ia melihat jam di tangannya berkali kali. Kemudian ia mengambil tas dan ponselnya, saat Wisnu hendak bangkit dari tempat duduknya, tiba-tiba terdengar suaranya pintu diketuk.


Tok tok


Siang, kamu lagi sibuk Wisnu? tanya om Dimas.


"Oh..Om Dimas, Tidak Om!!"


"Om dengar kamu akan dijodohkan dengan Melda! apa kamu sudah putus dari Wine?" sambil memelankan suaranya.


"Nah itu masalahnya Om! aku sama sekali tidak tahu tentang perjodohan itu!!"


"Iya om! tapi masalahnya Wine ingin memutuskan hubungan kami karena perjodohan itu!!"


"Maksudnya Wine minta putus!"


"Iya, dia sangat menginginkan aku bisa berjodoh dengan Melda!!"


"Kenapa jadi seperti itu!!"


"Bagaimana aku bisa memenuhi permintaan Wine! aku sangat mencintai Wine, Om!!"


"Lebih baik kamu bertemu dengan Wine!!"


"Iya, om!"


"Sebaiknya sekarang kamu cepat temuin Wine! Om pamit dulu yah!!"


30 menit kemudian.


Wine baru saja selesai berpakaian, ia menyisir rambut yang panjang kemudian Wine bercermin.  Ia mengoleskan make up natural di wajahnya dan mengenakan lipstik merah muda, tak lama kemudian Wine duduk di depan teras kamarnya sambil menunggu kedatangan Wisnu. Sebuah pesan singkat masuk.


"Wine, Aku sudah di depan kosan!!"


Wine segera turun menuruni anak tangga menuju lantai bawah, tampak Wisnu sudah menunggunya. Wine keluar dari kosan lalu menghampiri ini.


"Ayo kita jalan!" ucap Wine


"Kamu cantik sekali,Wine!!"


Wine tersipu malu.


"Ayo kita jalan!!" sambil menarik dan menggandeng tangan Wine masuk ke dalam mobilnya.


25 menit kemudian

__ADS_1


Wisnu memarkirkan mobilnya di pinggir  taman kota. Mereka memutuskan untuk berbicara di dalam mobil karena bangku-bangku taman masih basah, karena hujan masih belum juga reda.


"Bisa kita lanjutkan pembicaraan kita kemarin!!" ucap Wisnu.


"Wine, apa kamu masih mencintai ku?"


Wine hanya tertunduk.


"Jawab Wine!!"


Wine mengangguk kepalanya.


"Mengapa kamu menyerah dengan hubungan kita? Aku sangat mencintaimu dan aku tidak menginginkan perjodohan ku dengan Melda!!"


"Wisnu, aku malu pada mu! aku merasa aku tidak pantas menjadi kekasihmu!!"


"Maksudmu!!"


"Aku bukan berasal dari keluarga yang baik-baik saja seperti mu! kamu anak dari seorang pengusaha sukses dan terpandang di kota ini!!"


"Aku tidak mengerti arah pembicaraanmu, Wine!!"


"Maksud ku! Keluargamu akan malu jika kamu nanti memilih aku menjadi pendamping hidupmu!!"


"Emangnya kenapa, jelaskan padaku!!"


"Melda lebih pantas untuk mendampingi mu dari pada aku! Dia berasal dari keluarga yang sama dengan mu!!"


"Aku tidak sederajat denganmu! Aku harap kamu mau menerima perjodohan mu dengan Melda!!"


"Tidak Wine!!"


"Aku semakin tidak mengerti dengan alasanmu ini!!"


"Apa kamu ingin mempermainkan aku!!"


"Tidak!!"


"Lalu apa yang membuatmu menjadi berubah dan ingin mengakhiri hubungan kita?"


"Sudah ku katakan, aku tidak sederajat dengan mu! kamu lebih pantas dengan Melda!!"


"Aku tidak mencintainya! aku mencintaimu, Wine!!"


"Untuk apa semua yang sudah kita rencanakan dulu, untuk apa, Wine?"


"Kamu kan tau, aku beli Apartemen itu untuk kita Setelah menikah nanti!!"


"Kalau alasanmu, kita tidak sederajat! kenapa kamu dulu menerima aku sebagai kekasihmu! kenapa?"


"Kamu hanya mempermainkan ku!!"


"Tidak!"


"Lalu apa?" suara Wisnu meninggi.


"Karena Melda adalah saudara ku!!" teriak Wine. 


"Apa?"


Wine terdiam sejenak, ia menutup mulutnya. Mendengar ucapan Wisnu membuat Wine tidak kuasa untuk menutupi rahasianya.


"Saudara! maksudmu, jawab Wine?"


"Melda adalah saudara ku! Ayah Melda juga adalah papiku!!"


"Kamu yakin dengan yang kamu katakan ini Wine!"


"Iya, sejak usiaku baru menginjak 6 tahun, aku tidak lagi berjumpa dengan papiku! tapi saat pesta itu, aku melihat ayah Melda dan aku yakin ayahnya Melda itu adalah papiku juga!!"


Wine menangis, air matanya jatuh tak terbendung, Wisnu mendekapnya, mencoba meredakan tangisan Wine. 


"Mami pergi meninggalkan papi dengan membawaku! aku tidak tahu apa alasannya!!"


"Jadi itu permasalahannya! apa Melda tau?"

__ADS_1


"Tidak, jangan ceritakan ini pada Melda! Aku mohon Wisnu!!"


Bersambung…


__ADS_2